• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Museum Benteng Vredeburg, Destinasi Bernuansa Mistis di Jantung Yogyakarta

ByDjuan Revi

Sep 6, 2021 , ,

Museum merupakan sebuah wahana edukasi maupun wisata yang menonjolkan unsur sejarah. Hampir di setiap kota mempunyai museum saat ini, tak terkecuali Yogyakarta. Sebagai kota pendidikan dan budaya, Yogyakarta menyajikan beragam museum yang bisa kamu kunjungi, mulai dari museum Sonobudoyo hingga museum Benteng Vrederburg yang terletak Malioboro.

Benteng Vrederburg Jogja cukup terkenal di kalangan wisatawan. Bagaimana tidak, tempatnya yang terletak di pertengahan kota, tepatnya di area Maliboro, membuat museum ini layak untuk dijadikan destinasi wisata oleh banyak orang. Konon katanya, museum ini juga terkenal mempunyai aura yang mistis. Untuk mengenal lebih dalam lagi mengenai museum Benteng Vrederburg, mari kita simak sama-sama pembahasannya di bawah ini.

Berada di km 0 Yogyakarta, Museum Benteng Vredeburg sering jadi jujugan para wisatawan yang sedang berkunjung ke Malioboro

Buat kamu yang sudah pernah ke Jogja, pasti sudah nggak asing lagi dengan museum Benteng Vrederburg. Berada di sebelah selatan Malioboro, museum ini acapkali jadi jujugan wisatawan ketika berlibur ke Jogja dan Malioboro pada khususnya. Museum yang sudah dibangun pada abad ke 18 ini menampilkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama perjuangan di kota Yogyakarta. Ada berbagai diorama yang menceritakan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Tentu hal ini bagus sekali sebagai sarana edukasi bagi para pelajar maupun generasi muda.

Museum ini ternyata menyimpan kisah mistis yang legendaris. Konon, ada hantu noni belanda dengan kaki kuda yang jadi penunggunya

Benteng pertahanan yang awalnya bernama Rustenburg ini terkenal angker. Konon, benteng tua ini dihuni hantu noni Belanda berkaki seperti kuda. Ada saksi mata seorang tukang becak yang melihat seorang noni Belanda di benteng Vredeburg saat tengah malam. Ketika ia menyibakkan gaunnya ternyata berkaki kuda, sehingga membuat tukang becak ini ketakutan. Wah serem juga ya.

BACA JUGA :   Pulang Kampung

Terkadang juga muncul defile serdadu berseragam kompeni jaman dahulu. Pasukan itu muncul tanpa kepala. Kejadian ini disaksikan oleh seorang penjaga stand Festival Kesenian Yogyakarta yang beberapa tahun lalu digelar di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Nah, ketika ia harus menjaga barang dagangan, ia mendengar suara pasukan yang cukup riuh. Ia terkejut karena pasukan berseragam kompeni Belanda itu tidak mempunyai kepala. Wah, kalau lihat langsung ya bisa pingsan deh.

Museum Benteng Vrederburg Yogyakarta berusia ratusan tahun. Wajar saja jika banyak penunggunya. Dulunya tempat ini jadi benteng pertahanan dan juga ada penjara di sana

Bicara mengenai keangkeran museum Benteng Vrederburg Yogyakarta, mungkin sudah banyak yang tahu beberapa kisahnya dari mulut ke mulut. Sedikit membuka sejarah masa lalu, ada kejadian mengejutkan pada tahun 1988 silam. Tahun 1988, saat diadakan renovasi Pasar Beringharjo, ada suara jeritan muncul membuat takut para pekerja yang tidur dibedeng-bedeng yang terletak di kawasan dekat benteng. Suara jeritan itu baru berhenti setelah beberapa pekerja menemukan kerangka yang dikubur di sebelah utara Benteng Vredeburg. Oleh para  pekerja, kerangka yang kemungkinan adalah tawanan dari sel yang berada di Benteng Vredeburg itu dipindahkan ke pemakaman umum.

Itu dia cerita singkat mengenai sejarah dan nuansa mistis yang berada di museum Benteng Vrederburg Yogyakarta. Museum yang berada di jantung kota Jogja ini memang cocok dikunjungi oleh generasi muda. Di luar kisah misterinya, sejarah yang tersimpan di museum ini layak disimak dan dipelajari. Hal ini agar kita semua sebagai generasi muda tidak sekalipun melupakan sejarah. Sepakat?

Djuan Revi (303)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

BACA JUGA :   WISATA RELIGI, MENGUNJUNGI MAKAM SUNAN GUNUNG DJATI CIREBON
Bagikan Yok!

Djuan Revi

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *