• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Jeratan Hubungan Beracun: Terlihat ‘Normal’, Tapi Menghancurkan Hidupmu Pelan-Pelan

ByDjuan Revi

Sep 6, 2021 ,

Tanpa pikir ulang, saya langsung menutup layar laptop usai menonton ending drama Korea “Nevertheless”. Setelah berkali-kali bilang “hadeh” mulai dari episode pertama, saya tentu berharap ending drama ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Walaupun sebenarnya saya ragu karena kebanyakan drama Korea memilih ending yang biasa saja dan mainstream.

Karakter Yu Na-bi dan segala lika-liku asmaranya bersama Park Jae-eon adalah gambaran hubungan tidak sehat yang tepat. Nabi yang rentan secara emosional setelah hatinya patah, terpesona dengan Jae Eon, tipikal cowok bermulut manis, suka berpindah-pindah hati, dan enggan terikat komitmen. Terjebak dalam hubungan tanpa status jelas, tapi lebih sekadar teman, Nabi mengalami emosi negatif yang kalau dibiarkan maka kondisi mentalnya makin ambruk.

Sayangnya, hubungan toxic alias beracun yang dijalani Nabi malah berujung balikan. Setelah penonton dibuat gemas dan kesal sendiri karena Nabi nggak sadar-sadar, di akhir cerita Nabi justru jatuh ke pelukan Jae Eon. Sebagai penonton, saya cuma bisa mengumpat diam-diam karena akhir hubungan Nabi dan Jae Eon tak ada bedanya dengan menormalisasi hubungan toxic. Mirisnya, tak sedikit lo orang yang berkomentar, “Begitulah memang kalau cinta. Ending yang realistis.”

Rasanya sedih sekali membaca komentar-komentar warganet saat episode terakhir drama “Nevertheless” tayang. Banyak yang kecewa, tapi masih banyak juga orang yang menganggap kalau ending itu nggak bermasalah sama sekali. Seolah semua tanda-tanda hubungan toxic bisa diabaikan, selama cinta jadi alasannya.

Relasi romantis yang tidak sehat memang sulit sekali disadari. Saking sulitnya, masih banyak orang yang menganggapnya normal

Menyoal hubungan beracun, saya pikir setiap orang punya jatah masing-masing untuk merasakannya. Yang jadi pembeda, apakah setiap orang sadar bahwa hubungan cintanya tidak sehat? Lalu, memetik pelajaran dari pengalaman buruk tersebut. Sayangnya, lepas dari jeratan hubungan tidak sehat memang bukan hal mudah, bisa dibilang sulit sekali malahan. Apalagi kalau hubungan tersebut cuma dilandasi cinta tanpa akal sehat.

BACA JUGA :   Barcelona vs Bayern Muenchen, Aroma Balas Dendam di Liga Champions

Sebagai alumni hubungan beracun, saya bisa bangga pada diri sendiri karena bisa bebas dan lepas. Meskipun prosesnya berdarah-darah dan nyaris balik lagi ke hubungan tersebut. Bolak-balik pengin balikan sering muncul di kepala, persis seperti Yu Na-bi. Tapi beruntungnya, saya tidak senasib dengannya. Soalnya saya membuktikan kalau hubungan beracun memang sebaiknya diselesaikan segera saja. Nggak perlu dilanjutkan karena tahu ujungnya bakal semakin sakit hati.

Namun, kasus pasangan yang terjebak hubungan tidak sehat bukan cuma hitungan jari. Banyak orang mengalami hal serupa seperti Yu Na-bi. Faktanya, toxic relationship di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Menurut Catatan Tahunan (Catahu) Komisi Nasional (Komnas) Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 2019, jumlah kekerasan dalam pacaran sudah menginjak angka 2.703 kasus. Jumlah ini diperkirakan meningkat di tahun-tahun selanjutnya.

Banyak orang masih terjerat toxic relatioship. Sulit untuk lepas karena nggak sadar kalau hubungannya sudah tidak sehat. Seperti pengalaman Laras (24 tahun). Berkali-kali putus dan sambung dengan pacarnya, Laras selalu berakhir balikan. Padahal pacarnya kerap menduakannya dan kelakuan buruk itu telah jadi rahasia umum di kalangan pertemanan. Namun, lantaran dibutakan oleh cinta atau takut menyadarai kalau hubungannya bermasalah, ia tetap melanjutkan hubungan. Meskipun hatinya terus sakit.

Mengatakan kata “putus” rasanya kok rasanya susah sekali, ya. Padahal lebih banyak sakit hati

Namun, sebelum sampai pada titik itu, mengatakan “putus” dan menyudahi hubungan memang sulit. Banyak pasangan tetap bersama meski tak mampu membangun hubungan yang sehat. Di balik keputusan tersebut, banyak alasan yang mendasarinya. Mulai dari rasa cinta yang amat dalam, kesepian, takut kehilangan, takut tidak punya teman, sampai berpikir kalau pasangannya adalah satu-satunya orang paling mengerti. Sehingga ia semakin sulit untuk memutuskan hubungan.

BACA JUGA :   Hidup Rukun Sama Mertua Saat Tinggal Serumah? Why Not?

Seseorang yang tidak bahagia dengan hidupnya cenderung lebih gampang terjebak dalam hubungan toxic. Ia tidak bisa mendeteksi alarm bahaya ketika menemukan tanda-tanda hubungan beracun. Ia melihatnya sebagai sesuatu yang normal. Berbeda dengan orang yang bahagia, ia akan berani melepaskan hubungan bila merasa lebih banyak kesedihan yang dirasakan.

Tanda-tanda kalau kamu harus merelakan hubunngan asmara kandas karena sudah tidak sehat. Daripada dampaknya bikin dirimu hancur

Sebenarnya tanda-tanda hubugan tidak sehat itu cukup mudah dikenali. Selama kamu peka dan sadar dengan hubunganmu, bisa kok mendeteksinya sejak dini. Sebelum kamu, dia, atau malah dua-duanya semakin tersakiti. Perhatikan tanda-tanda hubungan tidak sehat ini, agar kamu lebih berhati-hati.

  • Tidak menjadi diri sendiri
  • Mengutamakan kepentingan dan kebutuhan pasangan sampa lupa dengan kebutuhan dan kepentingan diri sendiri
  • Tidak ada kepercayaan
  • Emosi terkuras
  • Posesif
  • Tidak ada komunikasi dua arah
  • Muncul tindakan kekerasan, baik emosional maupun fisik

Tanda-tanda tersebut bisa jadi pegangan untuk mengevaluasi hubungan. Masih banyak tanda-tanda lainnya dan kamu harus cukup peka menyadarinya. Berani dan sadar adalah kunci untuk mengambil keputusan ketika hubunganmu sudah tidak bisa diselamatkan. Bila kamu tak menyadarinya, ancaman masalah kesehatan akan mengintaimu. Bukan cuma masalah kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental. Beberapa orang harus menjalani terapi psikologis gara-gara luka akibat hubungan toxic sudah sangat dalam.

Lagipula untuk apa bersama ketika kamu tahu betul hubungan itu banyak memberikan duka dan lara? Tidak ada cinta yang sempurna dan penuh kebahagiaan selamanya. Tapi cinta yang lebih banyak dibangun dengan kesedihan juga bukan cinta yang pantas untuk dijalani. Kamu berhak bahagia. Ketika kamu jauh lebih bahagia tanpa dirinya, semoga kamu bisa mengambil keputusan yang tepat untuk menyudahi ikatan asmara.

Djuan Revi (199)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

BACA JUGA :   Pasangan Yang Seperti Ini, Yang Seharusnya Dicari!
Bagikan Yok!

Djuan Revi

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *