• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Feminisme Marxis

FEMINISME MARXIS. Feminisme Marxis berpendapat bahwa pada awalnya keluarga mempunyai arti sebuah kesatuan produksi.

Semua kebutuhan manusia untuk mempertahankan hidupnya dilakukan bagi semua anggota keluarga termasuk wanita.

Disini antara laki-laki dan wanita mempunyai kedudukan yang sama sederajat.

Setelah perkembangannya kapitalis industri maka keluarga tak lagi menjadi kesatuan produksi.

Karena Kegiatan produksi telah beralih yang semula di rumah kini beralih menuju ke pabrik.

Berawal dari sinilah kemudian terjadi Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin.

Laki-laki bekerja di sektor publik. Yaitu di kantor-kantor atau di pabrik-pabrik, yang bersifat mampu menghasilkan barang dan uang. Sehingga wanita di letakkan derajatnya lebih rendah dari laki-laki.

Engels dalam bukunya Origens of the Family, Private property and the state (1884), mengembangkan lebih lanjut teori materialisme Karl Marx tentang keluarga, bahwa suami adalah cerminan kaum borjuis dan istri sebagai kaum proletar yang tertindas.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Engels menyerukan kepada wanita agar masuk juga ke sektor publik dengan bekerja di pabrik-pabrik dan kantor-kantor sehingga mampu menghasilkan barang dan uang sebagaimana laki-laki.

Paskalis (38)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   2 Syarat Menjadi Penulis, Cocok bagi Pemula

Paskalis

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *