• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Tetap bertahan:chapter 4

Bypramayanti

Sep 6, 2021

Dan ternyata benar sesampainya aku di tempat itu, semuanya nya keingat oleh ku.
Sejak kita semua sampai di tempat itu aku lebih banyaj diam.
Bang rizki saat itu dia datang agak sore. Dia yang melihatku lebih banyak diam memanggilku.
Aku menghampirinya, dia bertanya kenapa diam diam aja lan? ”
Aku hanya menjawab, lagi capek aja bang ” padahal sebenarnya tidak.
Dia mulai mengajakku berbicara dengan dia mengatakan banyak hal.
Dan selama di sana dia berusaha membuat aku baik baik aja, pokoknya kalau aku kelihatan diam diam aja.
Pasti dia selalu menghampiriku, dan bercanda dengaku, sehingga sedikit demi sedikit aku bisa menikmati acara itu.
Selama di sana aku merasa dia selalu ingin menjagaku gak mau liat aku sedih.
Sampai akhirnya kita pulang, dan pulangnya aku bersama dia.
Dia langsung mengantarkanku pulang ke kos. Ternyata masih ada senior yang baik seperti dia.
Selama acara aku memang tidak memegang ponsel, sehingga sesampainya di kos baru aku melihat ponselku.
Ternyata ada pesan dari bagas yang menanyakan apakah aku sudah pulang.
Aku langsung membalasnya.
“Iya, aku baru pulang, baru sampai kos” balasku.
“Bersih bersih dulu gih, siap itu istirahat” balasnya.
“Siyap bosqu” balasku ditambah emot tertawa
Lalu aku langsung bersih bersih, setelah selesai aku kembali ke tempat kasur dan merebahkan badanku.
Ku lihat lagi ponsel ku ternyata ada pesan lagi dari bagas.
“Kalau udah siap bersih bersih langsung tidur ya” katanya.
“Belum ngantuk” balasku.
“Kok gitu, kan kamu baru pulang acara, pasti capek. Kalau belum ngantuk ya istirahat aja dulu” balasnya.
“Iyaa, tapi acara kali ini aku sama sekali gak capek. Gak banyak yang aku lakuin. Beda dari kegiatan kegiatan sebelumnya.” Balasku.
“Ya bagus deh kalau kamu gak terlalu sibuk,. Aku tidur duluan ya udah ngantuk, besok ada kuliah pagi juga” balasnya.
“Yaudah tidur aja” balasku.
“Kamu juga tidur ya, jangan begadang. Gak bagus buat kesehatan kamu” balasnya.
“Iyaaa bawelll” balasku di tambah dengan emot tertawa.
“Good night sayang” balasnya.
Kan mulai lagi. Balasku.
Tapi kali ini sudah tidak di responnya lagi, bahkan WhatsApp nya aja sudah tidak aktif.
Mungkin dia memang sudah tidur kata ku dalam hati.
Aku masih belum yakin ternyata aku bisa melewati itu semua.
Aku bisa kembali lagi ke tempat itu, dan selalu ada orang orang baik di sekelilingku.
Semenjak itu gak ada alasan untuk ku keluar dari sana.
Bagas yang selalu ada di belakangku, yang selalu menyemangati dan mendukungku untuk tetap bertahan disana.
Dan juga ada bang rizki yang selalu mengajarkan banyak hal.
Bang rizki yang selalu melibatkanku dalam setiap kegiatan.
Tidak ada alasan untukku menolak untuk terlibat dalam kegiatan itu, karna dia pasti akan menjemputku.
Aku semakin dekat dengan bagas walaupun kita sudah tidak pernah ketemu lagi,tapi hampir setiap hari kira selalu chatingan.
Begitu juga dengan aku dan bang rizki di setiap kegiatan orang yang pertama di ajaknya di angkatanku adalah aku.
Sampai ada beberapa teman temanku yang iri karena di beberapa kesempatan mereka tidak di libatkan.
Aku selalu mendapatkan kesempatan yang sama sekali gak pernah aku duga sebelumnya.
Dan juga jika aku ingin menolak kesempatan itu aku harus memiliki alasan yang super duper logis.
Jika tidak aku sama sekali tidak akan bisa menolak kesempatan itu.
Bahkan semenjak itu bagas sering bilang kalau aku terlalu sibuk.
Dia yang selalu mengingatkanku jangan sampai semua itu jadi mengganggu kuliah.
Bagas memang mengetahui kegiatanku karna aku selalu mengatakan padanya.
Bahkan ketika aku ragu untuk mengambil keputusan dengan bercerita ke bagas rasanya semua masalah itu dapat di selesaikan.
Satu yang bagas sering ngomel padaku kalau aku udah begadang untuk dengan alasan membuat tugas.
Dia yang paling hebo kalau aku sudah mulai begadang.kadang omelan dia itu justru membuat aku tertawa.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Resep cumi pedes manis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *