• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Tetap bertahan: chapter 3

Bypramayanti

Sep 6, 2021

Aku hanya terdiam, gak tau alasan apa yang akan aku katakan.
“Apa karna kejadian itu?” Tebaknya.
“Hhmmm…. bisa jadi bang” jawabku
“Mungkin kamu merasa kehilangan teman baikmu saat itu dan di tempat itu, tapi itu keputusan dia.
Dia yang memilih keputusan itu, masak iya gara gara itu kamu gak mau ikut acara ini.
Abang gak ngizinin kalau kamu gak ikut acara ini, abang udah mau ngejemput kamu kesini
Masak iya kamu gak mau ikut. Ayok lah kita ke sekre ” katanya
Tiba tiba ada yang menelpon abang itu dan ternyata senior kami yang menyuruh buruan.
“Tuh udah di telpon suruh buruan, masak iya abang datang sendirian ke sana. Katanya berusaha meyakinknku.
“Ku ke atas bentar bang” kataku sambil melangkah meninggalkan dia.
“Jangan lama” katanya.
“Iya bang” jawabku singkat
Aku hanya mengambil tas di kamarku dan kembali turun menghampiri abang itu.
Akhirnya aku pergi ke sekre bersama abang itu, sesampainya di sana ternyata mereka sudah mulai membahas beberapa hal.
“Lama banget” kata salah satu senior ke kami
“Nunggu ulan pakai jilbab” katanya mencari alasan.
Padahal karna aku tadinya gak mau ikut bukan karna lahi pakai jilbab, tapi abang itu tidak memberitau ke siapapun apa yang aku katakan tadi.
Aku lansung duduk gabung dengan sahabatku.
“Kok bisa bang rizki meyakinkan kamu untuk ikut lan?” Tanya siska sahabatku.
“Nanti lah aku ceritain” kataku
Setelah selesai mempersiapkan dan membahas untuk keperluan acara besok kita semua pulang.
“Mau bareng lan?” Tanya bang rizki
“Gak usah bang, aku jalan bareng siska sama putri aja” jawabku.
“Yaudah, abang duluan ya semuanya” kata dia.
“Iya bang” jawab kami
Di perjalanan pulang siska kembali bertanya padaku, kenapa aku memutuskan untuk ikut?.
Dan kenapa juga aku lama tadi padahal kan udah di jemput bang rizki.
Aku jelaskanlah kenapa aku dan bang rizki tadi lama dan kenapa aku jadi ikut.
Setelah aku jelaskan putri meledekku.
“Cuma bang rizki aja nih yang bisa membuat ulan gak nolak dan pasti bakalan ikut” kata putri sambil tertawa.
Kami tertawa mendengar perkataan putri itu.
Tiba tiba ponsel ku berbunyi
“Assalamualaikum lan” pesan dari bagas
“Wa’alaikumsalam” balasku
“Kamu udah makan?”balas bagas
“Belum” balasku singkat
“Kok belum, makan lah nanti kamu sakit” balas bagas lagi
“Iya nanti ya,,, kalau udah sampai di kos” balasku.
“Emang sekarang kamu di mana?” Tanya dia lagi
“Lagi di jalan mau ke kos dari sekre” balasku
“Ooowhhh… berarti kamu jadi ikut acara itu kan?” Tanya bagas lagi.
“Iyaa” balasku.
“Semangat untuk acaranya sayang” balas bagas
Ada apakah gerangan nih panggil panggil sayang “balasku
“Supaya kamu semangat aja” balasnya dengan emot senyum.
Aku hanya membalasnya dengan emot tertawa.
Keesokan harinya saat kami semua sudah bersiap siap untuk pergi ke tempat acara, tiba tiba dia mengirimkan ku pesan.
Dia bertanya jam berapa aku pergi.
Aku membalasnya kalau kami mau pergi.
Lagi dan lagi dia mengatakan semangat semoga sukses acaranya.
Tidak lama setelah itu aku melihat postingan dia.
Dan ternyata dia memposting fotoku dengan caption, semangat untuk acaranya. Perempuan tangguhku dengan emot love.
“Terimakasih” balasku di postingan dia di tambah dengan emot senyum.
Hari itu aku bahagia walaupun masih ada rasa takut dan gak sanggup tapi aku mencoba untuk menjalaninya.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Sastra: Suara Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *