• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Tetap bertahan: chapter 2

Bypramayanti

Sep 6, 2021

Semuanya membuatku tambah pusing, lalu aku memejamkan mata dengan semua perkataan riri tadi yang masih berkeliaran di benakku.
Tiba tiba handphone ku berbunyi, ada WhatsApp masuk,
“Kamu lagi kenapa? Ternyata isi pesan itu dari bagas yang mengomentari postinganku.
“Hhhhmmm… gak kenapa napa kok” balas ku.
Gak lama dia membalas lagi
“Tapi kok postingannya galau gitu?” Kenapa???
Aku hanya membaca pesan itu dan tidak membalasnya.
“Lan”.
“Lan”
“Wulan”
“Kamu kenapa”
“Ulan”
“Lan”
“Kamu baik baik aja”
“Lan”
“Jangan bikin khawatir”
Pesan berturut-turut masuk ke dalam handphone ku, dab semua pesan itu berasal dari bagas.
“Aku hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya”.
Tiba tiba bagas menelpon ku.
“Assalamualaikum” kataku
“Wa’alaikumsalam, kamu kenapa?” Tanya bagas langsung
“Enggak” jawabku singkat
“Enggak apa lan” katanya lagi.
“Gapapa gas” jawabku
“Gak mungkin, kamu gak seperti biasanya” kata dia lagi
“Hhhmmmm… aku cuma lagi bingung aja” kataku.
“Kan bener ada sesuatu, bingung kenapa?” Katanya
“2 hari lagi kan ada acara, aku di minta untuk ikut dalam acara itu”. Kataku
“Yaudah ikut aja, emang masalahnya apa?” Tanya dia lagi.
“Kejadian waktu itu sulit banget aku lupakan, ditambah banyak hal yang terjadi di tempat itu. Kataku dengan berusaha agar tidak menangis.
“Jangan nagis donk. Maaf ya kalau kejadian itu justru membuat kamu terluka..
Tapi aku yakin kamu pasti bisa, aku percaya kamu. Ulan kamu kan tau aku terpaksa mengambil keputusan itu.
Aku gak punya pilihan lain, dan kamu gak ada pilihan untuk mundur dari sana.
Kamu harus bertahan di sana, aku yakin kamu pasti bisa, aku selaku ada di belakangmu. “Kata bagas.
“Iyaaa aku paham,, tapi masih terasa sulit bagiku saat ini, kataku.
“Kamu harus ikut acara itu, kamu di butuhkan di sana, ikutlah demi aku. Aku akan selalu ada untuk kamu.. jelasnya
“Hhhmmm…. iya,,, aku pikirin lagi. Kataku
“Yaudah,, kamu jangan galau lagi, jangan banyak pikiran nanti kamu sakit. Yaudah kamu istirahat ya.
“Iyaaa,, kamu juga” kataku
Perbincangan kami berakhir dan handphone ku sudah ku matikan.
Aku hanya ingin tidur agar besok keputusan yang aku ambil adalah keputusan yang ping benar.
Keesokan harinya, salah satu dari temanku menanyakan keputusan ku.
Hari itu aku sedang ada kuliah jadi aku belum mengatakan apa apa.
Setelah selesai kuliah aku langsung pulang ke kos,
“Lan dimana?”
Tiba tiba sebuah pesan masuk dan ternyaata itu dari seniorku.
“Lagi di kos bang” balasku.
“Yang lain udah kumpul nih, buruan datang ya. Jangan sampai gak ikut.
Kalau kamu gak ikut bagaimana acaranya nanti, masak iya mau di biarin aja.
Butuan ya datang, abang tunggu di sekre ” balasnya lagi
“Ulan baru pulang kuliah bang” balasku
5 menit setelah itu tiba tiba dia nelpon ku
“Lan abang di depan kos kamu, turun lah” katanya
Aku kaget kenapa dia bisa tiba tiba ada di depan kos ku, kataku dalam hati
“Iya bang” jawabku sambil memakai berjalan menuju ke bawah.
“Dari mana bang?” Tanyaku.
“Kesini, buat jemput kamu” katanya
” masak iya” kataku yang masih gak yakin
“Iya, abang serius, yuk teman teman yang lain udah pada nunggu.
“Tapi bang” kataku
“Kenapa?” Tanya dia.
“Bang kayaknya aku gak bisa ikut” kataku.
“Alasannya?” Tanya dia lagi.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Dalam Waktu Dekat Akan Diadakan Pertemuan Antar Organisasi Kesukuan Yang Ada di Aceh Tanggara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *