• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

tetap bertahan:chapter 1

Bypramayanti

Sep 6, 2021

Aku masih bimbang antara mau ikut atau tidak. Ini menjadi pilihan yang paling sulit bagiku.
Di satu sisi aku belum sanggup untuk kembali lagi ke tempat itu dan di satu sisi mereka butuh aku juga.
Aku yang tengah berbaring di atas kasur kamar kos ku saat ini sulit untuk memgambil keputusan.
Saat ini luka hatiku karna kejadian itu yang bertempat di lokasi itu juga belum sembuh.
Walaupun kejadian itu sudah berlalu selama 2 bulan, tapi masih terasa sakit yang teramat di hatiku.
Aku benar benar tidak bisa mengambil keputusan apapun hari ini.
“Kakk, kenapa?” Tanya seseorang yang masuk ke kamarku sambil berdiri melihat ke arahku.
Dia adalah riri, juniorku di kampus dan dia juga teman sekamarku.
Dia orang yang paling peka menurutku, walaupun ada apa apa denganku, tanpa aku kasih tau dia pasti akan menanyakan.
Karna dia segitu pekannya.
“Eeehhh… riri bikin kaget aja” kataku.
“Lagian kakak sih melamun aja, ada masalah kah?” Tanya dia sembari duduk di atas kasurnya
“Lagi mumet aja sama semua keadaan ri” jawabku sambil merubah posisiku menjadi duduk di atas kasur dan melihat ke arahnya.
“Kakak ada apa, ceritalah. Soalnya kakak kelihatan beda dari biasanya” kata dia lagi.
Disitu aku jelaskan semuanya ke riri, apa yang membuatku seperti ini.
“Sebenarnya kita kan ada acara gitu, di tambah di lokasi yang sama.
Dan saat ini untuk ke lokasi itu bahkan untuk terlibat seperti dulu lagi kakak masih belum sanggup.
Luka itu sampai saat ini belum sembuh. Dan di satu sisi mereka butuh kakak di sana.
Tapi yang kakak takutin itu, kakak takut malah tambah sedih nantinya.
Setiba di sana, karna banyak kenangan di sana, bahkan perpisahan pun terjadi di sana ” jelasku.
“Hhhmmmm…. lumayan susah juga ya kak” katanya yang sedikit menghela nafas.
“Emang kegiatannya kapan kak?” Tanya dia lagi.
“2 hari lagi, tapi keputusan dari kakak itu besok, jika kakak ikut kakak gak tau dan belum sanggup rasanya.
Tapi kalau kakak gak ikut semuanya akan kecewa ke kakak. ” jelasku lagi
“Kakak kan tau resiko apa yang akan terjadi setiap keputusan yang akan kakak ambil.
Jadi coba sekarang resiko mana yang akan lebih berpengaruh terhadap keputusan kakak itu.
Kakak sudah di percaya dan di berikan tanggung jawab sudah pasti mereka akan kecewa jika kakak tidak ikut.
Tapi kalau kakak tidak ikut, apa kakak bisa membiarkan semuanya.
Apa kakak bisa melepaskan kepercayaan yang sudah mereka kasih ke kakak.
Mereka ngasih kepercayaan dan tanggung jawab ke kakak, karna mereka yakin kakak itu bisa.
“Apakah dengan kakak gak ikut kakak bakalan bisa menyembuhkan luka hati kakak??
Riri yakin kakak pasti bisa, kakak kan cewek tangguh, riri mau kakak tetap ikut.
Mungkin tempat itu punya banyak kenangan buat kakak, bahkan kakak sampai kehilangan orang yang selalu ada buat kakak di tempat itu.
Coba ikut aja lah kak, perlahan kakak pasti akan bisa terbiasa dengan semuanya. Jelas riri panjang lebar.
“Gak tau ri, kakak lagi mumet mikirinnya” jawabku yang kembali merebahkan badanku ke kasur.
“Ayo lah kak, semangat…. riri yakin kakak pasti bisa, jangan buat orang yang sudah percaya sama kakak kecewa” katanya
Aku tidak merespon perkataan riri lagi, tapi apa yang di katakan riri itu ada benarnya juga.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Haruskah Aku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *