• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Dipertemukan oleh waktu:chapter 6

Bypramayanti

Sep 5, 2021

Sampai akhirnya aku wisuda yang bersamaan dengan rafan sahabat ku dan sahabat nya rafan datang.
Ketika itu aku sudah sangat jarang sekali berkomunikasi dengan Rafan termasuk juga dengan sahabatnya itu.
Tapi aku selalu datang di saat dia sidang bahkan sampai dia wisuda.
Karna kebetulan dia juga sama dengan zizi, mereka sama sama sidang dan wisuda di waktu yang bersamaan.
Saat itu lah aku kembali bertemu dengan rafan lagi.
Bahkan sampai kita semua sudah lulus pun aku tidak pernah jadian ataupun pacaran dengan sahabatnya rafan.
Aku mulai bekerja di sebuah perusahaan di luar kota, saat itu aku sama sekali tidak berkomunikasi lagi dengan rafan dan sahabatnya.
Tapi sesekali aku hanya melihat dari postingan media sosialnya rafan kalau dia juga bekerja di sebuah perusahaan yang ada di kota nya.
1 tahun aku sudah bekerja di perusahaan itu, banyak aku menemukan orang orang baru.
Saat itu aku dan satu orang temanku di utus dari perusahaan tempatku bekerja untuk menjalin kerja sama dengan suatu perusahaan.
Dan ternyata perusahaan itu adalah tempat rafan bekerja.
Ternyata orang yang akan aku temui itu adalaha rafan.
Semenj itu lah kita mulai komunikasi lagi, menanyakan kabar masing masing.
Bahkan aku juga sempat menanyakan kabar sahabatnya itu.
Rafan mengira kalau aku sudah jadian dengan sahabatnya.
Padahal sama sekali tidak pernah, dan dia juga sudah lama tidak komunikasi dengan sahabatnya itu.
Kerjasama yang dilakukan oleh perusahaan tempatku bekerja dengan perusahaan tempat rafan bekerja.
Membuat kami semakin sering bertemu. Ada perubahan di antara kami setelah lulus kuliah.
Di saat aku dan rafan bertemu tiba tiba sahabatnya vidio call.
Ternyata dia lagi mengembangkan usahanya, usaha kecil kecilan yang dilakukannya ketika kuliah dulu.
“Nih orang yang kamu tanyai vidio call aku” kata rafan padaku.
Lalu dia mengangkat dan mengobrol dengan sahabatnya itu.
Saat itu aku hanya mendengarkan percakapan mereka aja.
Sampai ketika rafan mengatan ke sahabatnya kalau aku pernah menanyakan kabarnya.

BACA JUGA :   Puisi: Kamu Bukan Kamuku

Begitu juga dengan sahabatnya yang menanyakan kabar dan mengatakan kangen dengan ku.
Aku mendengarkan semua percakapan mereka, sampai rafan menyuruhnya menangkan kabar langsung padaku.
Dia langsung mengarah kan telvon nya ke arahku yang tengah duduk di samping dia.
“Kok kalian bisa berduaan?” Tanya sahabat nya itu
“Lagi temu kangen” jawabku sambil tertawa
“Temu kangen sama aku kapan din?” Tanya dia
“Nih kan udah temu kangen sama kamu juga” kataku
“Kenapa kalian bisa ketemu?” Tanya dia lagi
“Kebetulan perusahaan tempat kita kerja ngadain kerjasama, dan di situ kita ketemu” jelasku.
Kita pun ngobrol panjang lebar dan yang pasti selalu mengabadikan moment.
Saat itu rafan mengantarku pulang ke kos, kebetulan orang tua ku sedang berada di kosanku.
Itu lah awal rafan bertemu dan kenalan dengan orang tua ku.
Mereka sempat mengobrol sebentar sebelum akhirnya rafan izin untuk pulang.
Orang tua ku menyukai rafan, karna orangnya baik, dan sopan.
Aku tidak pernah menyangka semua ini, justru pertemuan itu.
Menjadi awal pertemuan untuk aku dan rafan untuk saling mengenal satu sama lain.
Bahkan dia juga mengajakku dan memperkenalkanku ke orang tuanya.
Dan kami menjalin hubungan yang serius tanpa pacaran.
Aku menjadi teringat awal pertemuan kami ketika kuliah dulu.
Dan awal aku mengaguminya dan ternyata dia juga mengangumiku.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *