• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Dipertemukan oleh waktu:chapter 4

Bypramayanti

Sep 5, 2021

“Selamat ya jawaban kamu benar semua” kata rafan.
“Makasih” jawabku sambil tersenyum ke arah nya
Ketika itu kita kuliah di lantai 2 dan kita sama sama turun ke bawah.
Aku yang berjalan bersama zizi menuju kosan ku sedangkan rafan bersama 2 sahabatnya menuju ke arah parkiran.
Setelah itu kita sama sekali tidak ada komunikasi lagi.
Dan sekarang kita sudah menjadi mahasiswa semester akhir.
Aku dan rafan mulai ada komunikasi lagi, seperti biasa menanyakan seputaran kuliah.
Dan sekali kali aku juga ada chatingan dengan sahabatnya itu.
Sebelum sebelumnya aku dan sahabatnya itu juga ada chatingan sama semperti rafan.
Palingan kita hanya membahas soal kuliahan tidak ada yang lain.
Ketika itu awalnya kita juga membahas tentang kuliah sampai akhirnya dia mengatakan kalau dia masih tetap menungguku.
Ntah apa maksudnya, natah dia serius dengan yang dikatakannya atau hanya sebatas becanda.
Tapi beberapa kali zizi sempat bilang padaku, kalau sahabat nya rafan pernah bertanya pada dia.
Ketika dia melihatku bersama dengan cowok, ketika aku hanya jalan berdua dengan cowok itu..
Dia menanyakan apakah cowok itu pacarku, tapi saat itu pun zizi mengatakan bukan.
Cowok itu hanya senior ku di organisasi dan mengatakan kalau aku sedang tidak punya pacar.
Entah dia yang hanya ingin tau tentang ku atau dia benar benar menaruh hati padaku.
Tapi disaat aku berusaha membuka hati dan dekat dengan dia justru dia malah bersikap agak cuek.
Sikap dia yang seperti itulah yang membuatku tidak pernah h yakin padanya.
Kesibukan semester akhir membuat kita jarang bertemu, tapi tanpa sengaja justru aku lebih sering di pertemukan dengan rafan.
Entah itu ketika ujian yang ternyata kita satu kelompok ataupun yang lainnya.
Sampai akhirnya aku sama sama seminar proposal dengan rafan.
Suatu hal yang tidak di duga di detik detik terakhir kita sebagai mahasiswa di kampus ini.
Rafan ada bersamaku, melewati tahap demi tahap yang sama.
Yang sama sekali tidak pernah kita rencanakan bahkan aku tidak pernah membayangkannya.
Saat itu sahabatnya rafan datang dan dia juga datang ke aku dan memberikan ucapan selamat.
Lagi dan lagi perkataan dia ketika aku sempat chatingan dengan dia.
Aku selalu menunggumu dan selalu ada di bekalang ku.
Aku hanya tersenyum mendengarkan perkataannya saat itu.
Karna aku gak tau harus jawab apa, aku hanya mengatakan semoga dia juga cepat menjusul untuk seminar.
Selain dia, zizi dan beberapa teman kelasku juga datang. Begitu juga dengan temanbteman organisasi ku.
Mereka datang untuk memberikan ucapan selamat padaku.
Bahkan dia yang pernah mengutarakan perasaannya dan selalu ingin menunggu ku.
Dia juga datang memberikan ucapan dan juga sebuah kado untuk ku.
Sudah beberapa kali dia mengutarakan perasaannya padaku, tapi aku tidak pernah menerimanya.
Bukan tanpa alasan, yang pasti karna saat ini aku lagi gak pengen pacaran.
Dan juga aku lebih nyaman berteman dari pada pacaran terutaman di dalam sebuah organisasi.
Kehadiran teman teman organisasi ku membuat sahabatnya rafan hanya melihatku dari jauh.
Dia sedang berkumpul dengan rafan dan juga beberapa teman kelas ku dan berfoto foto.
Bahkan salah satu orang yang special dalam hidup ku saat itu juga datang.
Padahal aku sama sekali tidak menyangka dan aku begitu kaget melihatnya.
Rizki bersama bagas berjalan menuju ke arahku, aku yang melihat mereka hanya bisa melihat.
“Selamat ya din, semangat untuk revisi dan penelitiannya” kata rizki.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Gulai ayam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *