• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Dipertemukan oleh waktu:chapter 3

Bypramayanti

Sep 5, 2021

Dan ternyata ada rafan bersama ke 2 sahabatnya itu.
Aku menyadarinya ketika dia sudah duduk di sampingku dan bertanya.
“Buat apa din?” Tanya rafan
Aku menoleh ke sumber suara dengan ekspresi yang agak kaget karna tiba tiba dia ada di sampingku.
“Eehhh… ini lagi buat tugas” jawabku.
“Kamu udah siap?” Tanya ku ke dia
“Belum, gak tau mau buat tentang apa” katanya
Lalu kita asik mengobrol tetang tugas yang di berikan oleh salah satu dosen.
Kita saling berdiskusi satu sama lain, sehingga membuat sebagian orang bertanya akan kedekatan kami.
Bahkan sahabatnya rafan yang memilih duduk di samping zizi, sahabatnya yang menaruh hati padaku itu.
Dia sempat bertanya pada zizi, kenapa bisa aku sedekat itu sama rafan, komunikasinya lancar banget.
Seperti sering chatingan ataupun telphonan, zizi saat itu hanya menjawab gak tau.
Karna sebenarnya aku dan rafan pun jarang komunikasi apalagi yang namamya nelphone bisa di katakan tidak pernah.
Kecuali dalam kondisi yang benar benar urgent. Dan itupun hanya sewajarnya teman aja gak lebih.
Karna dia melihat aku bisa tertawa bahkan tertawa lepas ketika bersama rafan.

Aku memang kajum pada rafan tapi hanya sebatas kagum karna aku tau.
Gak mungkin aku bisa memilikinya, sedangkan masih banyak orang yang lebih dari ku yang juga menyukainya.
Kita hanya berteman, dan layaknya seperti teman yang lain.
Walaupun rafan dan satu orang sahabatnya lagi mengatakan kalau sahabatnya itu.
Benar benar menaruh hati padaku, tapi aku masih belum yakin.
Karna dari dia sendiri tidak ada menunjukkan keseriusannya.
Bahkan dia sering cuek kalau kita sempat berpas pasan berdua.
Sehingga aki hanya menganggapnya sebagai becandaan semata.
Akhir semester sudah datang kita sudah mulai melaksanakan ujian akhir semester.
Kebetulan hari ini ujian terakhir kita dengan matakuliah yang berhubungan dengan hitung hitungan tapi bukan matakuliah matematika.
Saat itu kondisiku memang kurang sehat tapi karna ujian terakhir aku paksakan untuk mengikutinya.
Kita di kasih waktu 2 jam untuk menyelesaikan ujian itu tapi aku berhasil menyelesaikannya.
Dalam waktu kurang lebih 1 setengah jam, itupun setelah aku periksa semuanya benar.
Dosen melihat aku yang sudah begitu santai sedangkan teman teman yang lain masih sibuk mencari jawabannya.
Karna ujian saat itu sama seperti akuntansi, jika ada salah satu yang salah maka untuk jawaban selanjutnya sampai akhir juga akan salah.
Dosen itu langsung bertanya padaku, “dinda udah selesai?” Tanya dosen tersebut.
“Sudah bu” jawabku.
“Kalau sudah kumpul aja” kata beliau lagi.
“Iya bu” jawabku.
Sebelum aku kumpulkan kembali aku periksa untuk memastika kalau semua jawaban itu sudah benar.
Ketika aku merasa kalau semua jawaban itu seudah benar aku langsung menuju ke depan.
Menuju ke meja dosen untuk mengumpulkan ujian itu dan kembali duduk di kursi ku.
Beliau lanhsung mencek jawabanku. Dan ternyata aku tidak tau apakah ada yang salah atau tidak.
Tapi aku rasa semua jawaban aku itu benar.
15 menit setelah itu salah satu teman kelasku juga mengumpulkan ujiannya.
Langsung di periksa juga oleh beliau, dan jawaban ku di jadikan patokan jawaban yang benar.
Di katanlah oleh dosen tersebut kalau jawaban aku semuanya benar dan jawaban teman ku yang tadi ada yang salah.
Semua teman teman kelasku melirik ke arah ku setelah dosen tersebut mengataka kalau jawabanku semuanya benar.
Termasuk juga rafan dan sahabatnya itu.
Aku yang awalnya deg degan akhirnya lega dan bersyukur karna jawabanku benar.
Setelah jam habis semua jawaban di kumpulkan dan kami semua keluar dari ruangan.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Tiga PR Besar yang Dihadapi FIFA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *