• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Dipertemukan oleh waktu:chapter 1

Bypramayanti

Sep 5, 2021

Hari ini hari pertamaku masuk kuliah sebagai maba, aku bertemu teman baru.
Kita sama sama merantau dan tinggal di kos. Awal kota deket dan menjadi sahabat.
Namanya zizi, kota bandung sudah menjadi kota keduanya setelah rumahnya.
Dia sudah lama tinggal di kota bandung, semenjak lulus SD dia melankutkan sekolah di bandung sedangkan orangtuanya tinggal di kampungnya.
Dia sudah merantau sejak SD, jadi situasi dan suasana kota bandung bukan hal baru lagi bagi dia.
Bagiku bandung memang bukan pertama kalinya aku kesini.
Ketika SMA aku sempat tinggal di sini kurang lebih 1 bulan.
Kebetulan ada salah satu sanak saudara yang tinggal juga di bandung.
Dan aku sempat tinggal bersama mereka. Bisa di bilang untuk tinggal di bandung ini adalah kedua kalinya bagiku.
Tapi untuk suasana kampus dan orang orang baru disini membuatku harus beradaptasi dengan mereka.
Berbeda dengan di kota, disini aku lebih merasa kalau orang orangnya lebih islami.
Karna jarang ku jumpai remaja yang berpakaian syari di kota ku.
Bandung itu memang indah, bahkan aku selalu jatuh hati sama kota bandung.
Bagiku kota bandung adalah kota romantis, kota kenangan.
Hari pertama dan setiap matakuliah kita di minta untuk memperkenalkan diri.
Di kelasku ada satu cowok yang menjadi perhatianku, kelihatan sekali kalau dia lulusan pesantren.
Dengan kulit sawo matang, suara lembut, pandai mengaji dengan suara indahnya.
Walaupun pernah beberapa kali perkenalan diri dengan setiap dosen yang masuk.
Tapi aku tipe orang yang lumayan susah untuk menghafal nama orang.
Ada salah satu dosen yang di awal pertemuan, kita sudah di suruh untuk mengerjakan tugas yang di buat perkelompok.
Kebetulan saat itu aku satu kelompok dengan dia, dia yang aku masih lupa siapa namanya saat itu.
Setelah kita duduk perkelompok dan kita mulai membahas tugas yang di berikan.
Ternyata dia beda dari teman teman cowok ku ketika sekolah dulu.
Dia orangnya kritis, diantara 3 orang cowok di kelompokku hanya dia yang kritis.
Saat itulah untuk pertama kalinya aku berbicara dengan dia dan mengingat namanya.
Di saat teman teman kelompokku mengandalkan bahasa internet justru dia lebih memgutamakan logika.
Itu yang membuat aku kagum ke dia.
Sehingga yang bekerja di kelompok itu lebih banyak aku dan dia, sedangkan yang lain sibuk ngobrol atau hanya sesekali ikut diskusi.
Dia selalu menanyakan bagaimana pendapatku, dia tidak terlalu setuju dengan pendapat teman-teman yang lain.
Karna mereka hanya mengcopy paste dari google.
Tapi berbeda denganku, aku lebih suka menjawab sesuatu berdasarkan logika.
Aku tetap menggunakan google untuk mengetahui istilah istilah yang aku tidak paham.
Tapi aku akan menjelaskan berdasarkan pemahamanku.
Kadang ketika aku tidak menemukan kata kata yang bagus untuk mengutarakan yang aku pikirkan saat itu.
Aku akan menjelaskan ke dia dan meminta dia untuk merangkai kata katanya.
Sehingga saat itu tugas kelompok kami selesai dengan pemahaman yang sederhana dan mudah di pahami.

BACA JUGA :   Pengalaman Adalah Guru Yang Terbaik

Disaat kelompok lain presentasi dan hanya membuka 3 pertanyaan bagi yang ingin bertanya justru berbeda dengan kami.
Awalnya kami memang membuka 3 pertanyaan untuk 3 orang penanya.
Kami menjawabnya dengan penjelasan yang mudah di pahami setiap pertanyaan itu.
Bahkan kita bagi bagi tugas, kebetulan saat itu tugasku sebagai moderator.
Dan dia yang akan menjawab pertanyaan itu bersama satu orang lagi.
Dan yang 2 lagi mempresentasikan hasil diskusi kelompok kami.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *