• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Perempuan-Perempuan Metropolitan: Pelakor

ByMasSam

Sep 4, 2021

“Dasar pelakor!” begitu bunda Marissa mengawali ceritanya.
Aku beruntung banget. Siang ini dapat ngobrol dengan bunda. Ketika semua penghuni kos telah berangkat kerja. Tinggallah kami bertiga; aku, bunda dan asisten rumah tangganya.
Barangkali karena kesepian. Siang ini bunda mengajakku berbincang. Kebetulan sekali, pikirku. Aku memang sudah berniat mengorek masa lalunya bunda Marissa.
“Kami memulainya dari nol. Ketika menikah belum punya apa-apa” katanya membuka lembaran hidupnya.
Kerja keras dan ketabahan menjalani kehidupan. Akhirnya membuahkan hasil. Usaha yang dirintisnya. Pelan-pelan menunjukkan hasil. Berkembang maju. Sampai akhirnya mencapai kesuksesan.
Rumah, kendaraan dan tempat usaha terbeli. Kehidupan sosial ekonominya meningkat.
Pada awalnya mereka menangani usaha bersama-sama. Suami menangani operasional perusahaan. Sementara istrinya mengelola administrasi. Karena dirasa volume pekerjaan semaki banyak. Maka dicari seorang sekretaris yang memegang semua urusan administrasi dan mengatur jadwal suami sebagai pimpinan perusahaan.
Adalah perempuan bernama Shinta yang mereka terima sebagai sekretaris. Kerjanya cekatan dan pandai membawa diri serta pandai menghidupkan suasana. Sebagai sekretaris tentu dipilih yang wajahnya enak dipandang.
Berkebetulan juga perawakanya tinggi dengan kaki jenjang. Rambutnya lurus tergerai sepinggang. Tubuhnya berisi. Siapapun yang memandangnya, apalagi kaum lelaki, pasti akan terpesona.
Dari sinilah cerita pedih harus bunda Marissa sebagai seorang istri harus dia alami. Dua insan yang selalu bersama-sama dalam satu ruangan itu. Terbakar nafsu asmara.
Padahal dia sudah menaruh kepercayaan penuh kepada suaminya. Kepada Shinta pun dia sudah menganggap seperti anaknya sendiri. Kebetulan mereka belum diberikan momongan. Tanpa dinyana Shinta justru merebut suami dari pelukannya.
Puncaknya Shinta merebut suaminya. Merenggut kebahagiaannya. Mereka pergi berdua dan tinggal bersama di sebuah apartenen. Membiarkan dirinya sendirian.
“Saya buka rumah kos-kosan. Biar tidak sepi” jelasnya.
Nyatanya hari-harinya tetap kesepian. Jika siang hari semua penghuni pergi kerja. Pulang kerja langsung mengunci kamar. Sampai kemudian aku datang.
Bisakah bunda Marissa kembali ceria?

BACA JUGA :   7 Prinsip Sederhana Tampil PD Setiap Waktu. Meski Kamu Aslinya Introvert dan Pemalu

Mas Sam
(Cerita ini fiktif belaka. Kesamaan nama dan tempat hanya kebetulan saja).

MasSam (47)

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *