• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Haru dan Syukur dari Paralimpiade Tokyo 2020

ByMasSam

Sep 4, 2021

Sebuah kabar membanggakan baru saja tersiar. Pasangan ganda putri cabor bulutangkis Leani Ratri Oktila/Kalimatus Sadiyah. Meraih medali emas Paralimpiade Tokyo 2020.
Di final mereka menumbangkan pasangan Tiongkok Cheng He Fang/Ma Huihui. Dengan skor meyakinkan 21-18 dan 21-12.
Ini merupalan emas pertama kontingen paralimpiade Indonesia. Sekaligus emas kedua sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang paralimpiade. Terakhir Indonesia meraih emas pada tahun 1980 lalu.
Sejauh ini Indonesia telah mengoleksi 1 emas 2 perak dan 3 perunggu. Saat ini Indonesia berada di posisi 65 klasemen sementara.
Dua medali perak Indonesia diperoleh dari cabang angkat besi (Ni Nengah Widiasih) dan cabor bulutangkis (Dheva Anrimusthi). Sedangkan perunggu diperoleh dari cabang lari 100 meter putra ( Saptayoga Purnama), tenis meja (David Jacobs) dan Suryo Nugroho juga dari cabang bulutangkis.

Ajang Para Disabilitas
Paralimpiade atau paralympic adalah olimpiade musim panas yang diikuti oleh atlet yang mengalami cacat fisik, mental dan cacat sensoral.
Cacat yang dimaksud dikarenakan amputasi, penurunan fungsi intelektual (cacat intelektual), penurunan fungsi tulang belakang (cacat syaraf) sehingga harus memakai kursi roda, penurunan fungsi penglihatan dan cacat mobilitas.
Penyelenggaraan paralimpiade setiap 4 tahun sekali. Pelaksanaannya 3 minggu setelah gelaran olimpiade musim panas. Tempat dan venue yang digunakan oleh para atlet paralimpiade dama dengan penyelenggaraan olimpiade.

Rasa Haru dan Syukur
Bukan hanya membanggakan. Raihan medali di arena paralimpiade sungguh mengharukan. Bagaimana tidak?
Dengan kondisi fisik yang mereka alami. Tidak menyurutkan langkah dan semangat untuk mengibarkan sang saka Merah Putih. Sejajar dengan negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat, Britania Raya dan Tiongkok.
Maka sudah sewajarnya kita berterima kasih dan bersyukur. Terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional. Bersyukur bahwasanya Tuhan memberikan kepada kita fisik yang sempurna.
Tentu saja bukan sekedar bersyukur. Akan tetapi disertai upaya nyata untuk berbuat yang terbaik bagi negara kita tercinta. Tidak harus di bidang olahraga. Sesuai dengan bidang tugas dan pengabdian kita masing-masing. Berbuat yang terbaik itulah wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Semoga.

BACA JUGA :   MAKALAH PEMBUKUAN HADIST MASA DINASTI ABBASIYAH DAN CORAK-CORAK PENULISANNYA (2)

Mas Sam

MasSam (33)

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *