• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Erick Thohir Pangkas Jumlah BUMN, Bagaimana Nasib Pegawai?

ByDjuan Revi

Sep 4, 2021

Menteri BUMN Erick Thohir melakukan transformasi dengan memangkas jumlah BUMN menjadi 41 perseroan saja, dari semula 142. Tak hanya itu, saat ini juga pihaknya terus mengurangi jumlah klaster, dari 27 menjadi 12.

Meski demikian, Erick memastikan perampingan perusahaan pelat merah itu tak akan menghilangkan penciptaan lapangan kerja. Sebab menurutnya, BUMN juga masih memiliki sejumlah program yang masih memerlukan pegawai.”Kita memastikan jumlah BUMN yang terlalu besar dan tidak efisien kita kecilkan menjadi 41 BUMN, tanpa menghilangkan job creations dengan program-program yang ada di BUMN,” ujar Erick seperti dilansir dari Antara, Sabtu (4/9).

Ia pun mencontohkan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Mekaar saat ini sudah memiliki 10,8 juta nasabah, meningkat 5,2 juta nasabah sejak 1,5 tahun terakhir.”Dengan adanya pengecilan BUMN agar lebih bisa terkontrol dan jelas rantai pasoknya, tetapi program-program BUMN ini akan jauh lebih efektif, karena menjadi lokomotif yang besar. Melalui pembentukan holding BUMN Ultra Mikro, dan salah satunya tadi bagaimana program Mekaar bagi ibu-ibu usahawan dibesarkan dengan kecepatan yang luar biasa serta menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.

Saat ini Kementerian BUMN sedang mentransformasi BUMN, di mana kementerian telah meluncurkan terkait rencana transformasi BUMN dengan lima prioritas sebagai landasannya. Untuk mencapai hal tersebut, Kementerian BUMN dan BUMN harus menerapkan nilai inti AKHLAK.

Selain itu, Kementerian BUMN juga melakukan transformasi SDM atau human capital BUMN. Kepemimpinan yang ada di BUMN saat ini, kementerian menginginkan 15 persennya ditempati oleh perempuan pada tahun 2021. Kementerian BUMN meminta pada 2023 harus mencapai 25 persen porsi kepemimpinan wanita di BUMN.Sedangkan kepemimpinan milenial atau di bawah usia 42 tahun di BUMN targetnya 5 persen pada tahun ini, dan pada 2023 harus mencapai 10 persen.Berkaitan dengan transformasi human capital, Kementerian dan perusahaan-perusahaan BUMN juga sangat membuka program magang bersertifikat dan program perekrutan bersama Papua dan penyandang disabilitas.”Tujuannya apa? Supaya tadi di era pasar bebas ini kita memiliki World Class Companies. Di situ kita ingin supaya BUMN-BUMN kita memiliki daya saing atau competitiveness di era pasar terbuka. Ini akan kita dorong, semakin banyak perusahaan-perusahaan BUMN berskala global dari 4 menjadi 10, ini juga membuat daya saing kita sebagai bangsa dan negara memiliki korporasi yang berkelanjutan, kita juga memberikan kontribusi yang sangat besar kepada pemerintah,” tambahnya.

Djuan Revi (199)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

BACA JUGA :   BERTAMBAH LAGI ANGKA KEMATIAN COVID 19 DI BANGKA BARAT
Bagikan Yok!

Djuan Revi

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *