• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Dendam dan Amarah

ByBudi Prathama

Sep 4, 2021 ,

Manusia sosok yang dapat menjadi misterius.
Dalam dirinya terdapat hati yang sangat lunak.
Hati yang mampu merasakan tiap sedih dan senang.
Hingga ia dapat mengantarkannya pada sinyal untuk melakukan suatu aksi.

Hati memang tak menentu dan kadang tak pasti.
Kadang berada di atas dan kadang juga ada di bawah.
Ia dapat mengeras dan melunak sedemikian halus.
Hati yang tak menentu dan selalu berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.

Jika hati mampu terawat dengan baik, ia akan menjadi penyejuk yang terus bersemai pada ketenangan.
Apabila ia disuguhkan dengan kebohongan dan kesakitan, maka ia akan memberontak dan melawan tiada tara.
Bahkan dapat menjadi dendam yang tak ada henti-hentinya.

Hati yang sudah terbalut dendam akan sulit disembuhkan lagi.
Yang ada hanyalah amarah dan terus membludak untuk melawan.
Tak ada kata lelah dan kalah.
Perlawan akan ditumpahkan sampai pada medan perjuangan.

Dendam yang timbul sebab perbuatan dari orang-orang bejat.
Perlakuan yang tak manusiawi dan sangat menyakitkan.
Tak ada kata ampun untuk terus menyakiti.
Hingga lawannya pun mati suri, walau suatu saat dapat bangkit melawan.

Dendam dan amarah yang tak mampu tertahan lagi. Kesakitan yang sangat mendalam tak mampu terbayarkan hanya dengan kata maaf.
Luka mesti dibayar dengan luka.
Nyawa mesti juga harus dibayar dengan nyawa.
Itulah hukum yang dipegang teguh oleh orang-orang yang tak mampu menahan rasa dendamnya.

Rasa kesabaran tak mampu lagi dipendam.
Kesabaran yang dulu terkunci rapat di lemari, kini meledak dengan sendirinya.
Dandam itu muncul sebagai suatu gerakan yang tak akan terkalahkan.
Amarah yang bertubi-tubi akan terus bersemayam di alam dendam berkepanjangan.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Pengalaman Menang Undian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *