• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Makasih orang baik

Bypramayanti

Sep 4, 2021

Aku melangkahkan kaki masuk menuju ke salah satu bank yang ada di kota ku bersama mama.
Terlihat antrian panjang, langsung aku di mengisi formulir pembayaran.
Iya, saat itu aku ingin membayar biaya pendaftaran untuk masuk kuliah.
Banyak orang yang sedang antri dan kursi tunggu pun sudah terisi.
Aku melihat dari belakang ada satu tempat duduk yang masih tersisa.
Langsung aku dan mama menuju ke situ dan ternyata di sampingnya itu ada seorang pemuda.
Laki laki yang usianya tidak begitu jauh denganku. Mungkin hanya 2 atau 3 tahun.
Dia mengobrol dengan mama, sampai sampai dia juga cerita kalau dia juga punya adek perempuan.
Dia sini merantau dan dapat pekerjaan. Dan kebetulan dia di percaya oleh bosnya.
Untuk setiap minggu meyetorkan uang ke bank ini.
Dia melihat ke arahku yang berdiri di samping mama saat itu.
Dia menanyakan tujuan kami ke sini pada mama.
Dikatanlah oleh mama kalau aku mau membayar uang pendaftaran masuk kuliah.
Dia juga cerita kalau dia juga pengen kuliah tapi prekonomian keluarganya tidak mendukung untuk dia kuliah.
Sehingga dia merantau untuk bekerja. Awalnya aku sempat berpikir kalau dia hanya modus deketin mama.
Yaa. Seperti cowok cowok lain, dia juga sempat menanyakan nomor antrianku.
No antrianku yang begitu sangat jauh sedangkan nomor antrian dia tinggal 5 orang lagi sebelum nomor antrian dia di panggil.
Dia bilang “yaudah bu, bareng sama aku aja nanti, nomor antrianku sebentar lagi” katanya ke mama.
Dia memanggil mama dengan sebutan ibu. Mama mengiyakan dan menyuruhku untuk bareng sama dia.
“Bisa aja ni cowok modusnya, mana mungkin ada cowok yg baik banget kayak gini” kataku dalam hati.
Tapi aku hanya sedikit senyum isyarat mengiyakan kata mama.
Aku hanya melihat dia dan mama ngobrol.
Sampai akhirnya nomor antriannya di panggil dia berdiri dan mengajakku.
“Yuk dek, sekalian aja nanti abang yang bilang. Abang bilang kalau kamu adek abang.” Kata dia yang tengah berdiri di sampingku sembari mengajakku ke teller bank.
“Iya bang” jawabku.
Sesampainya di depan teller ternyata orangnya sudah kenal dengan abang itu.
“Wihh.. ditemenin cewek nih” goda teller bank itu ke dia.
“Eeehhh.. ini adek bang, dia mau bayar pendaftaran kuliah” katanya sambil tersenyum.
Teller bank itu hanya tersenyum, sembari meminta formulir yang sudah ku isi tadi.
Setelah aku selesai membayarnya, dia bilang
“Duluan aja, abang mau nyetor dulu” katanya.
“Yaudah,,. Mkasih yaa bang” kataku sambil tersenyum.
“Iya” jawabnya dan membalas dengans senyuman juga.
Lalu aku melangkah pergi meninggalkan dia, dan menuju ke kursi tunggu tempat mama duduk.
“Udah nak?” Tanya mama padaku.
“Udah ma yukk pulang” kataku.
Sambil berjalan ke luar dari bank mama bertanya lagi padaku.
“Abang tadi mana?” Tanya mama
“Dia lagi nyetor uang, katanya duluan aja” jawabku.
“Berarti kamu duluan tadi?” Kata mama
“Iya jawabku
“Bilang makasih gak udah di bantuin?” Tanya mama lagi.
“Udah ma, trus katanya duluan aja, abang agak lama kalau, yaudah aku pergi” kataku.
“Yaudah kita tungguin aja di sini, mama mau bilang makasih ke dia” kata mama.
Akhirnya kami menunggu dia.sambil mama bertanya lagi padaku.
“Tadi dia bilang apa, kok boleh sama teller nya?”
“Dia bilang kalau adeknya mau bayar uang pendaftaran, dan ternyata teller bank itu kenal sama dia” jelasku.
“Baik ya dia, udah mau nolongin, coba aja kalau enggak, gak tau bakalan sampai jam berapa kita disini” kata mama.
“Iya baik banget, bahkan aku sempat ngira kalau itu hanya modus dia aja tadi” kataku dalam hati
Akhirnya dia keluar dari bank, jadinya kita gak terlalu lama nunggu di parkiran.
“Belum pulang bu?” Tanya dia sambil berjalan menuju kami
“Iya, baru mau pulang nak, makasih ya nak udah bantuin adek, cepet jadinya” kata mama
“Iya bu, mudah mudahan keterima ya di tempat kuliahnya dek” kata dia
“Amiin, makasih bang” kataku.
“Yaudah bu, aku duluan ya” katanya
“Iya nak” jawab ibu.
Aku langsung mengeluarkan motorku yang ada di parkiran.
Dan begitu juga dengan dia. Dan kita sama sama keluar dari gerbang bank itu.
Di perjalanan pulang mama menanyakan nama dia padaku.
Dan aku sendiri tidak tau siapa namanya, bahkan kami tidak sempat kenalan.
Aku bersyukur ketemu dia, ternyata masih ada cowok yang baik, dan tulus membantu.
Bahkan cowok yang pernah aku kenal tidak ada yang sebaik dia.
Aku sempat menaruh kagum ke dia karna sifat dan akhlaknya.
Bahkan ketika aku sudah sampai di rumah pun aku masih belum menyangka bisa ketemu dia.
Ketemu orang baik seperti dia, orang yang sifatnya masyaallah baiknya.
Dan setelah mengikuti tes ujian untuk masuk ke perguruan tinggi.
Dan ternyata syukur alhamdulillah aku dinyatakan keterima di jurusan yang aku pilih.
Mungkin memang jalan dari Allah yang seperti ini, bertemu dia dan di nyatakan keterima kuliah.
Bahkan aku mengucapkan terimakasih ke dia dalam hatiku.
Aku ingin bertemu lagi dengan dia, saat ini hanya takdir allah lah yang bisa mempertemukan kami.
Abang baik semoga allah mempertemukan kita lagi.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Kacamata Butut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *