November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

5 Gunung Terangker di Jawa Barat dengan Kisah Mistis dari Para Pendaki

3. Gunung Ciremai Selain Gunung Cakrabuana, Gunung Ciremai juga dikenal dengan kisah angkernya. Gunung berapi kerucut yang terletak di antara Kabupaten Kuningan dan Majalengka di Jawa Barat kerap menjadi tujuan para pendaki yang ingin mendaki. Tak hanya keindahannya, gunung ini juga memiliki kisah angker yang pernah dialami oleh salah satu pendaki. Menurut Fahmi Kurniawan, salah satu karyawan swasta di Jakarta yang pernah mengalami hal aneh ketika mendaki Gunung Ciremai.Fahmi bersama beberapa rekannya melakukan pendakian ke Gunung Ciremai sekitar bulan Juni 2018 kemarin. “Saya naik Gunung Ciremai sekitar H+1 lebaran bersama salah satu teman saya yang bernama Gerald,” ujarnya.Ketika mendaki gunung tersebut hal aneh yang dialami oleh Fahmi adalah seperti diikuti saat naik dari pos 3 ke pos 4 di Gunung Ciremai. “Waktu itu pas naik dari pos 3 ke pos 4. Saya seperti ada yang mengikuti. Tapi saya biasa aja, dan untungnya tidak ada hal yang aneh sampai saya pulang,” ujarnya.

4. Gunung Bukit Tunggul Gunung Bukit Tunggul, gunung yang merupakan salah-satu sisa dari hasil letusan besar Gunung Sunda Purba di Zaman Prasejarah, yang terletak di Jawa Barat juga memiliki kisah angker, seperti penuturan kisah yang dialami oleh salah satu pendaki, yaitu Allbi yang mendaki Gunung Bukit Tunggul pada Juli tahun 2016. “Di gunung itu, saya pernah mengalami pengalaman yang cukup mencekam. Tersesat di hutan, bersama enam orang mencari jalan keluar selama 36 jam, di tengah pohon yang dipenuhi lumut, daun-daun berduri, dan hewan-hewan asli pedalaman,” ujarnya. Keanehan itu ia rasakan usai berjalan kurang lebih 3 jam dari pos pertama. Saat itu ia bersama temannya melewati jalan setapak yang menanjak, mencecar batang-batang kayu dengan sebilah golok, kemudian memasuki area hutan gelap dengan pepohonan yang cukup rapat.”Awalnya kami berpikir, agar menuju puncak lebih cepat, maka tak ada salahnya untuk membuka jalan. Itulah awal kesalahan kami. Bertindak sembrono tanpa tahu apa risikonya. Kami sadar bahwa kami tersesat usai melewati 3 kali pohon tumbang besar yang melintang di tengah jalan. Agung (temannya) yang pertama menegaskan kalau kita sedang tersesat,” tambahnya.Setelah, membuat tenda malam harinya. Pagi hari, Allbi dan temannya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. “Di tengah jalan, saya temukan sebuah selang air milik warga, kemudian saya memutuskan untuk bertahan di situ sambil berharap ada warga yang datang. Sayang, setelah 2 jam menunggu, tak kunjung ada orang. Kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan,” cerita Allbi.Lalu ia melihat sebuah gubuk dan di gubuk tersebut ada burung yang disimpan di sebuah sangkar, burung itu terlihat kurus, dan basah. Anehnya, di tengah hutan seperti itu, mana ada orang yang memelihara burung? Di tengah pikiran yang mulai aneh-aneh dan kalang kabut, antara tak bisa kembali ke rumah dan selamanya di hutan. Persediaan makanan sudah menipis. Akhirnya ia berhasil diselamatkan oleh warga.”Di tengah keputusasaan, ada suara musik dangdut yang keluar dari sebelah timur. Kami ikuti suara itu, dan Akhirnya, kami bertemu dengan seorang warga yang kebetulan sedang mencari obat-obatan. Ya, kami diselamatkan oleh warga itu,” kenangnya.Ia juga bercerita mengenai mitos yang ada di Gunung Bukit Unggul. Konon, di atas sana, terdapat sebuah kolam yang berisi ikan, ikan-ikan itu akan hilang saat kolam surut, kemudian kembali saat kolam terisi air.”Ada juga yang mengatakan, kalau mendaki Gunung Bukit Tunggul, jangan hari Selasa atau Kamis, entah apa alasannya, tapi memang sudah menjadi aturan, kata warga setempat “kalau ingin selamat, ya mesti dituruti,” tandas Allbi.

Djuan Revi (352)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

BACA JUGA :   Menghilangkan Penat dan Jenuh di Curug Mandala Panaruban, Subang, Udaranya Sejuk, Tempatnya Tenang
Bagikan Yok!