November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

5 Gunung Terangker di Jawa Barat dengan Kisah Mistis dari Para Pendaki

Ia juga bercerita bahwa ada mitos yang beredar di gunung tersebut yaitu pendaki tidak boleh berteriak sembarangan dan mengucapkan kata-kata yang memancing pada kesesatan.”Cuma satu sih, jangan teriak sembarangan, apalagi menjelang malam. Terus jangan bilang kata “‘Tersesat’, ‘nyasar’, atau kata-kata yang memancing pada kesesatan,” tandasya.

2. Gunung Cakrabuana Gunung yang terkenal angker berikutnya adalah Gunung Cakrabuana. Masih berada di daerah Jawa Barat, Gunung Cakrabuana atau yang disebut oleh warga lokal dengan “Gunung Sanghyang Gelung” ini juga memiliki kisah mistis yang dialami oleh salah satu pendaki. Gunung Cakrabuana sendiri memiliki dua gunung yang berbeda. Hal ini dialami oleh seorang travel blogger yang bernama Sulung Siti Hanum, kejadian aneh tersebut dialami bersama temannya saat mendaki ke gunung tersebut. “Kejadiannya habis magrib. saya sudah di dalam tenda, teman saya melihat ada bayangan orang tua bungkuk jalan ke arah salah satu tenda teman perempuannya. Teman saya awalnya tidak cerita, tapi paginya di sudut tenda bolong kena bekas cakaran hewan buas. Seperti cakaran seekor harimau,” cerita Hanum.Saat dicek memang ada jejak kaki harimau di balik tenda teman perempuannya. Karena masih mengira ada hewan buas dekat itu, kami akhirnya buru-buru turun gunung pagi itu juga.Menurut salah satu kuncen (penjaga gunung) di sana ia dan temannya mendirikan tenda di tempat yang salah. “Itu semacam peringatan karena memang di gunung itu ada harimau jadi-jadian. Bayangan orang bungkuk itu adalah wujud manusianya,” ujarnya.Kisah mistis lainnya dialami oleh Hanum saat mendaki gunung yang ada di sebelah Gunung Cakrabuana. Hal aneh tersebut ia alami saat sedang berkemah di puncak gunung tersebut.”Dini hari, kami baru akan tidur setelah ngobrol-ngobrol. Saat itu juga saya melihat rokok bako yang ditancapkan teman tadi menyala. Ada cahaya dari ujung bako itu padahal kabut tebal sekali dan tiba-tiba kabut dan asap dari rokok tersebut membentuk kepala ular besar yang makin besar, lebih tinggi dari tenda kami. Ada cahaya api dari bawahnya. Kepalanya mirip kepala ular sanca. Kami nggak berani keluar tenda dan langsung mengunci tenda dan memaksakan tidur walaupun badan menggigil takut,” ujarnya.Usut diusut ternyata keesokan harinya banyak warga yang telah berkumpul di rumah pak kuncen malam kemarin karena kabut tebal yang turun dari desa seperti tidak biasa. Menurut istri dari kuncen, ada ular sanca besar yang pernah terlihat turun ke kampung. Jadi bayangan asap yang dilihat oleh Hanum dan rekan-rekannya kemungkinan adalah penunggu gunung tersebut yang sedang memperlihatkan diri. “Seharusnya kami memang tidak menginap di atas sana. Untung saja rokok itu yang jadi penangkalnya kata pak kuncen, kalau enggak, mungkin kami yang jadi korban malam itu,” tandas Hanum.

Djuan Revi (352)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

BACA JUGA :   Darurat Membaca Terhadap Generasi Milenial
Bagikan Yok!