• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kehadiran dia: chapter 6

Bypramayanti

Sep 3, 2021

Dia hanya tertawa dan melangkah menuju parkiran, dan aku mengikuti langkahnya.
Sampai di parkiran lalu aku masuk ke dalam mobilnya, aku masih diam tanpa kata kepadanya.
Yang ada di benakku saat itu kenapa bang azzam bilang seperti itu ya tadi.
Aku gak nyangka ternyata bang azzam bisa kayak gitu.
Sampai dia melajukan mobilnya dan meninggalkan parkiran fakultas.
“Si maaf ya kalau kamu tadi gak nyaman, aku terpaksa bilang kayak gitu tadi” katanya memecahkan keheningan di dalam mobil itu.
“Terpaksa kenapa bang?” Tanyaku sambil melihat ke arah nya.
“Panjang ceritanya si kalau di jelasin” katanya.
“Abang harus ngejelasin ke sisi, soalnya abang tadi bawa bawa sisi, padahal kan sisi gak tau apa apa. Kataku
“Yaudah nanti abang jelaskan semuanya” kata dia.
Aku cuma diam dan tidak bicara apa apa lagi selama di perjalanan pulang.
Yang seharusnya kita lurus tiba tiba bang azzam malah membelokkan mobilnya ke arah kanan.
Yang setau aku ke arah sana arah menuju taman dan juga objek wisata yang bagus.
“Kan seharusnya lurus bang, kenapa belok kanan ?” Tanyaku.
Dia tidak menjawab pertanyaanku. Aku mulai bete karna perkataanku di abaikannya.
“Apa ini sifat aslinya bang azzam ya” kataku dalam hati.

Sampai di sebuah taman dia memintaku untuk turun dan mengikutinya.
Taman yang begitu indah, kebersihannya terjaga, disitu banyak remaja yang tengah duduk duduk.
Kami menuju ke salah satu tempat duduk yang masih kosong.
“Bagus ya si tempatnya” kata bang azzam sambil melihatku yang masih kagum sama tempat itu.
“Iya bang, bagus banget” jawabku.
“Tapi kenapa abang ngajakku kesini?” Tanyaku sambil duduk di bangku.
“Tempat ini tau semua cerita tentang abang” katanya yang masih berdiri di sampingku.
“Abang duduk sini lah” kataku sambil meraih dan menggenggam tangannya untuk menyuruh dia duduk.
Setelah dia duduk di sampingku baru aku meminta dia untuk menjelaskan semuanya.
Di jelaskannya semuanya padaku, kenapa dia berbicara seperti itu tadi.
Setelah aku mendengarkan semua ceritanya, aku tidak percaya kalau dia bahkan punya masalalu seperti itu.
Dan aku bilang ke dia kalau dia butuh bantuan ku aku pasti akan bantuin selagi aku bisa.
Dan dia juga minta maaf karna dia sudah membawa bawaku tadi.
Dia menjadikan aku sebagai salah satu alasannya tadi. Bagi aku gak masalah juga.
Sampai di jelaskannya kalau tempat itu tempat sejak dia kecil kalau lagi ada masalah atau apapun dia selalu kesana.
Selama ini banyak orang yang mengidolakan dia, tapi gak ada satu orang pun yang tau ternyata yang di hadapinya begitu berat.
Selama ini dia hanya sendirian, tidak menceritakan ke siapapun sampai akhirnya dia bertemu denganku.
Aku adalah satu satunya orang yang tau cerita dia.

BACA JUGA :   Penjual Balon

“Sisi udah mau gelap, pulang yukk” ajaknya
“Bentar lagi lah bang, aku suka dan nyaman di tempat ini, bisa bikin tenang” kataku.
“Iyaa,, tapi udah mau magrib loh, nanti kapan kapan abang ajak kamu lagi kesini” katanya.
“Yaudah deh bang,” kataku sambil berdiri dan mulai melangkahkan kami meninggalkan taman itu bersama dia.
Gak jadi ketoko bukunya bang” ledekku sambil tertawa.
“Ledekin aja terus” katanya
“Jangan ngambek lah bang nanti image abang sebagai cowok yang banyak di idolakan oleh cewek cewek di kampus ilang loh”
Kataku sambil tertawa bahagia.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *