• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Pemasok MIRAS Dipulangkan, Bupati Nduga Menerima Pujian dari Pemprov Papua dan Warga Net

Nduga- Sejarah baru di kabupaten Nduga, Papua, pasalnya bupati Nduga bapak Wentius Nimiangge dan sekretaris Daerah bapak Namia Gwijangge serta masyarakat Nduga berhasil memulangkan salah satu distribusi minuman beralkohol di kabupaten itu daerah asalnya, pada hari Selasa 31 Agustus 2021 kemarin.

Menurut Bupati, Minuman Keras (Miras) adalah salah satu mesin pembunuh generasi Nduga. Pemerintah Kabupaten Nduga menilai Miras adalah segala akar masalah dan pembunuhan Orang Asli Papua (OAP) dan merusak moral khususnya suku Ndugama maka pemerintah mengambil sikap memulangkan pemasok dan penjual MIRAS di wilayah Nduga. Oleh sebab itu, tiada tempat bagi pemasok Miras di Kabupaten ini.

Keberhasilan bupati itu disaksikan semua stakeholder masyarakat dimana salah satu distribusi miras berhasil di pulangkan menggunakan pesawat milik pemerintah daerah.

Atas kecapaian itu berbagai warga Net menyampaikan selamat atas keberhasilan dan keberanian seorang bupati dalam menjaga ketertiban dan keamanan daerahnya.

Berikut ini beberapa apresiasi dari warga masyarakat di media sosial :

Wahidin : Kami sangat mendukung sekali dengan penegakan aturan yg di galahkan oleh bapak Bupati dengan Perda yang dikeluarkan untuk pemasok minuman keras harus di tindak keras demi ketentraman daerah karena dengan minuman keras beralkohol dapat merusak akhlak dan martabat masyarakat. Sekali lagi kami sangat mendukung sekali dengan peraturan yang di galakkan oleh pemerintah Nduga setempat biar masyaratnyapun dapat hidup aman dan sejahtera.

Felix Wilyam Pelmelay menambakan : Beta cinta papua dan beta sayang papua, semoga dari papua barat sampai papua semua pemimpin daerah masing-masing bisa seperti bapak ini. Karena papua Surga Kecil yang jatuh di bumi paling timur ini.

Libo ; Bapak bupati yang memiliki hati untuk menjaga generasi Papua. Saya usulkan sedikitnya buat suatu aturan atau undang-undang yang mengikat untuk setiap bupati yang akan memimpin dari periode ke periode (aturan baku) untuk selamanya.

BACA JUGA :   Jejak Langkah Kaki Sunan Muria

Salomina Tjoe juga Apresiasi buat bapak Bupati Nduga. Penegasan dan konsistensi dalam menjalankan aturan akan berdampak kepada kepatuhan terhadap aturan tersebut. Semoga menjadi contoh bagi sesama. Tuhan memberkati hambaNya dalam tugas dan tanggung jawabnya.

Numex Howai ; Luar biasa kalau bisa semua kepala Daerah di Tanah Papua sepakat buat Hal yang sama seperti Bupati Kabupaten Ndunga.

Menurut George Japsenang ; Perlu di contohi bagi daerah lainnya di tanah Papua.

Efraim isir ; Luar biasa.
ini adalah bukti pemimpin yang mencintai Rakyatnya dan bukan hanya trik untuk mencari pujian tetapi langsung cabut dari akarnya. Ini pemimpin yang hebat.

Sementara itu, pemerintah Propinsi Papua juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Nduga Wentius Nimiangge, Sekretaris daerah Namia Gwijangge serta jajarannya atas pemberantasan Minuman Keras di Kabupaten Nduga.

Hal itu disampaikan oleh kabid Sosbud kesbangpol Propinsi Papua, Raimondus Mote, S.STP, M.Si.

Menurut Mote, sebagaimana diatur dalam Perdasi Nomor 15 Tahun 2013, guna penyelamatan manusia Papua dari ancaman bahaya Miras dan Narkoba di Papua. Lanjutnya, sudah cukup daerah ini konflik berkepanjangan baik antar warga dan konflik bersenjata sehingga banyak manusia yang menjadi korban. Jangan lagi korbankan mereka dengan Minuman Keras lagi di Nduga.

Sebelumnya, di Provinsi Papua sudah dilarang produksi dan jual Miras. Dengan tegas, Gubernur Papua Lukas Enembe, mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol. Perda tersebut merupakan langkah protektif dari pemerintah untuk menyelamatkan dan melindungi penduduk Papua.

Seperti yang di kutib detikcom, pada Jumat (1/4/2016) lalu, Gubernur Papua menegaskan bahwa peraturan daerah telah di dukung dengan penandatanganan pakta integritas pelarangan minuman berakohol dari Forkompimda di tingkat provinsi dan daerah, saat Rakerda bupati/wali kota se Provinsi Papua di Sasana Krida.

BACA JUGA :   6 Keuntungan dan Kerugian MU Rekrut Kembali Cristiano Ronaldo

Lukas menjelaskan guna menyelamatkan dan melindungi penduduk Papua dari barang haram ini, pihaknya menerbitkan Instruksi Gubernur Papua Nomor 3 /INSTR-GUB/Tahun 2016 tentang pendataan orang asli Papua, pelarangan produksi dan pengedaran serta penjualan minuman berakohol.

“Inti dari instruksi ini agar melakukan pendataan penduduk orang asli Papua di seluruh kabupaten/kota maupun yang berada di luar Papua sesuai status kependudukannya. Selain itu, melarang dengan tidak merekomendasikan produksi dan pengedaran serta penjualan minuman berakohol jenis apapun yang memabukan di wilayah ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Enembe meminta semua pemangku kepentingan mendukung kebijakan yang telah dikeluarkan dan disepakati bersama. Karena pemerintah ingin melindungi orang asli Papua dan penduduk pada umumnya dari kepunahan yang sedang mengincar lewat peredaran minuman berakohol yang bisa berujung pada perbuatan kriminal dan kematian.

Instruksi gubernur menjadi dasar landasan bupati Nduga untuk bertindak keras. Tentu ini adalah sebuah langkah maju dalam sejarah yang sedang kita buat untuk masa depan anak cucu kita. Orang Papua harus maju dengan pendidikan dan kesehatan.

Paskalis (29)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!

Paskalis

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *