• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kurang Uang Kontrakan, Mahasiswa Puncak Jaya Kota Studi Manokwari Angkat Kali

Manokwari- Komunitas Mahasiswa pelajar Puncak Jaya (KMPPJ) dan IKatan Mahasiswa Puncak Jaya (IMPJ) kota studi Manokwari provinsi Papua Barat, Pada hari ini (kemarin) tanggal 31 agustus 2021, harus di keluarkan dari rumah kontrakan.

Dari informasi yang di dapat melalui Facebook Page IMPJ, Sebelumnya Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Kabupaten Puncak Jaya sudah berupaya komunikasi secara tatap muka dengan pemilik rumah kontrakan bapa Wendi Wanena untuk mencari solusi. Namun pemilik rumah kontrakan tetap ngotot dengan pendiriannya.

Bapa Wendi Wanena pemilik rumah kontrakan mengatakan, kalau pemerintah puncak Jaya tidak mampu membayar atau membiayai rumah Kontrakan dalam setahun ini dengan harga sebesar Rp. 36 Juta rupiah,
maka ade-ade sekalian angkat kaki saja, ungkapnya.

Menurutnya, yang menjadi alasan utama mengapa saya mengeluarkan Ade Ade ini, yaitu pemasukan berkurang sejak pemerintahan kabupaten Puncak Jaya mengkontrak di tahun 2017 lalu, jadi saya perintahkan untuk mereka segera menyimpan barang milik mereka dan mengkosongkan rumah kontrakan ini.

Sehingga pada jam 08.15. hingga pukul 10:05 WIT, nampak para mahasiswa mulai mengeluarkan barang mereka dari kontrakan tersebut.

Sebelumnya mewakili Badan Pengurus Mahasiswa Puncak Jaya, Dairon Kogoya sudah pernah sampaikan masalah ini kepada pemerintah Puncak Jaya. Namun sangat disayangkan, pemerintah daerah kirim uang tidak sesuai dengan harga kontrakan yang mereka tempati di kota Manokwari.

“Kami harus membayar kontrakan untuk satu tahun itu sebesar Rp 36 juta ,- tentu kurang dari anggaran yang pemerintah kirim. Sejak tahun 2017 pemerintah Puncak Jaya hanya mengirimkan uang kontrakan sebesar Rp. 18 juta,- saja. Sedangkan harga rumah kontrakan setiap tahunnya itu berjumlah Rp. 36 juta. Jadi setiap tahunnya itu malah hutang meningkat, jelasnya”.

BACA JUGA :   Sejarah kota papua

Dengan penuh kesal dia (Dairon) mengatakan, kami disini menuntut ilmu dengan belajar dan kelak akan berguna untuk aset Sumber Daya Manusia (SDM) di kabupaten puncak Jaya. Sedangkan sekarang kami tidak memiliki penginapan karena sudah harus keluar dari kontrakan.

Dairon Kogoya berharap semoga bupati Puncak Jaya, bapak Dr. Yuni Wonda, S.Sos. S.IP. MM, dan kepala dinas Sosial, bapak Yutenus Yoman serta Para Senioritas, kaum intelekual bisa membantu meringankan beban kami ini.

“Kami tidak bisa minta kepada orang lain dan hanya memohon kepada orang tua dalam hal ini pemerintah daerah dan senioritas Puncak Jaya untuk memperhatikan masalah hari ini,” ungkapnya penuh kesal.

Paskalis (38)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!

Paskalis

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *