• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kehadiran dia:chapter 2

Bypramayanti

Agu 31, 2021

Aku pasti akan merasakan sosok sepupuku yang dulu tapi sekarang dia sebagai orang yang mensuport ku.
Tapi semua itu tidak akan mungkin, apalagi dia orang baik, pintar, ramah, aktif dalam organisasi juga dan yang pasti pemikirannya yang begitu luas.
Banyak dari senior bahkan anggota baru di angkatanku yang menyukai dia.
Bahkan ada yang terang terangan mendekatinya. Ketika itu aku hanya sendirian.
Teman temanku tidak ikut gabung di organisasi itu.
Tapi entah kenapa aku melihat dia selalu melirik ke arahku, tapi juga juga gak mau ke GR an.
Mana mungkin dia melihat ke arahku, kataku dalam hati.
Karna hari ini adalah hari pertama kami di organisasi itu jadi kami di minta untuk memperkenalkan diri.
Kulihat selama sesi perkenalan diri dia tidak melihat bahkan tidak bertanya apapun keanggota baru.
Tapi ketika aku yang memperkenalkan diri dia melihat ku, hanya sekedar melihat.
Sampai acara itu selesai dan semuanya pulang. Saat itu aku belum langsung pulang.
Tapi aku mengahmpiri sahabatku yang gabung organisasi lain, ternyata di belum pulang.
Katanya dia pulang agak malam, padahal sekarang sudah sore.
Alhasil aku memutuskan untuk pulang duluan. Aku berjalan sendirian.
Tiba tiba aku dan bang azzam berpas pasan di salah satu gedung menuju gerbang fakultas.
Dia hany berjalan sendirian.
“Hey… kamu anggota baru yang tadi kan?” Tanyanya padaku.
“Iya bang” jawabku sambil sedikit senyum padanya.
“Kok belum pulang,?” Tanya dia lagi.
“Ketemu teman dulu tadi bang, ternyata dia masih lama pulangnya” jawabku.
“Abang kok sendirian, teman teman abang yang lain mana?” Tanyaku
“Ooohhh.. yang lain udah pulang duluan, kebetulan abang lagi ada keperluan tadi” jawabnya.
“Kamu siapa namanya?” Tanya dia.
“Sisi bang” jawabku
“Sisi jurusan apa?” Tanya dia lagi
“Jurusan komunikas bang” jawabku
“Ooohhh.. berarti kita masih satu fakultas ya” katanya.
“Iya bang” kataku.
“Sisi pulang naik apa?” Tanya dia lagi.
“Pakai ojek online bang” jawabku
“Emang tinggal di mana?” Tanya dia lagi
“Aku kos di deket perumahan hells bang” jawabku.
“Bareng aja, abang lewat disitu” katanya
“Takut ngerepotin bang, gak papa aku pesan ojek online aja” kataku
“Gak ngrepotin sama sekali kok, lagian abang juga langsung pulang, dari pada kamu harus nunggu ojek online” katanya.
Aku merasa tidak enak jika harus menolak tawarannya, tapi juga tidak enak pulang bareng dia.
Tapi mau bagaimana lagi akhirnya aku pulang bersama dia, di perjalanan dia banyak bercerita.
Ternyata dia tinggal di perumahan hells itu, semenjak dia kecil dia dan orangtuanya pindah ke kota ini.
Dia anak pertama dari 3 bersaudara. Dia mempunyai 2 orang adik perempuan yang masih duduk di bangku kelas 1 sma dan 2 smp.

BACA JUGA :   Legenda Sangkuriang:asal usul gunung Tangkuban perahu

Selama di perjalanan kita ngobrolin banyak hal, mulai dari dia menceritakan adik adiknya sampai organisasi.
Gak terasa aku sudah sampai di gang menuju kos kosanku.
Sebelum aku turun dari mobilnya dia meminta nomor ku. Aku memberikannya.
“Makasih ya bang” kataku, lalu keluar dari mobilnya.
“Iya sama sama” jawabnya.
Setelah aku keluar dia pergi meninggalkanku, dalam hatiku berkata gak nyangka ketemu orang yang baik.
Aku langsung melangkah menuju kos kosanku dan langsung menuju kamar.
Aku merebahkan diri dan melihat ke langit langit kamarku sambil tersemyum.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *