• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kehilangan :chapter 2

Bypramayanti

Agu 31, 2021

Pasti dia abaikan, dan aku pasti akan selalu mengganggu dia yang selalu serius main game.
Ketika aku mulai diam ke dia dan lebih memilih bertanya pada yang lain baru dia akan berhenti main game.
Tapi dia tidak pernah marah padaku, itu yang membuatku tambah kagum padanya.
Bahkan yang sebelumnya aku susah untuk meluapakan mantanku.
Bahkan setelah kenal dia aku sudah terbiasa dan mulai melupakan mantanku.
Walaupun aku sempat jatuh hati padanya tapi aku tidak pernah menunjukkan padanya.
Bahkan di tempat itu orang orang mengetahui kalau kami itu deket, bahkan di saat di terlambat datang dia selalu memberitahu ku.
Bukan memberitahu atau meminta izin kepada atasannya. Sampai pada satu waktu dia tidak datang dan tidak ada kabar sama sekali.
Bahkan atasannya pun menanyakan dia padaku dan pada karyawan yabg lainnya.
Karyawan yang lain pun juga tidak tau, sampai akhirnya aku coba chat dia mengatakan kalau atasannya mencari dia.
Ternyata dia lagi ada urusan penting sehingga dia meminta tolong padaku untuk mengatakan pada atasannya kalau dia minta izin karna ada urusan yang urgent
2 bulan berlalu, hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum aku selesi magang di tempat itu.
Dia yang selalu rajin menanyakan sampai kapan aku magang disini dan menanyakan hal lainnya.
Bahkan beberapa kali dia ngajakku untuk pergi main, tapi saat itu aku tidak bisa.
Bahkan sampai hari terakhir aku magang di sana, bahkan informasi atau data yang aku perlukan untuk keperluan magangku dia salah satu yang menjadi tempat bertanyaku.
Setelah aku selesai magang di sana, kami masih tetap komunikasi, bahkan sempat vidio call.
Kami menjadi sangat begitu dekat, aku yang awalnya sempat mempunyai perasaan padanya takut kalau aku nanti jatuh hati padanya.
Walaupun aku bisa deket dengan siapapun tapi aku masih menutup hatiku, aku masih belum siap untuk seseorang mengisi kekosongan itu.
Sampai beberapa bulan dari kedekatan kita semuanya mulai berubah , tiba tiba dia menghilang bahkan dia ganti nomor.
Aku di ghosting, dan dia selalu membuatku nayaman. Tapi kehiangan dia tidak terlalu menyakitkan bagiku.
Pertemuan yang belum terlalu lama, sehingga tidak terlalu banyak cerita yang kita lewati bersama.
Walaupun aku punya perasaan padanya tapi aku selalu menanamkan pada diriku bahwa suatu saat aku akan kehilangan dia.
Jangan sampai kehilangan dia membuatku kecewa dan patah hati lagi.
Bahkan aku bisa melupakan dia dalam waktu yang begitu singkat.
Berbeda dengan sebelumnya yang justru membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa melupakannya.
Tapi aku bersyukur bisa bertemu dan kenal dengan dia walaupun hanya beberapa bulan.
Dia berhasil membuatku melupakan masa laluku. Dan kembali membuatku optimis.
Dia yang selalu mengajarkanku untuk selalu percaya diri, selalu optimis, dan jangan mudah menyerah.
“Jika kamu kecewa hari ini, kamu jangan larut dalam rasa kecewa itu. Yakin dan percayalah bahwa akan ada hal indah setelah itu.”
Kata kata itu yang pernah dia katakan padaku saat hari terakhir aku bertemu dia.

BACA JUGA :   Tiga PR Besar yang Dihadapi FIFA

Jangan larut dalam kesedihan jika kamu kehilangan, karna yang datang pasti akan pergi.
Jika dia memang di takdirkan berjodoh sejauh apapun dan selama apapun mereka berpisah.
Pasti akan di temukan oleh takdir. Kata orang jodoh gak akan pernah ketuker.
Kata kata bijaknya itulah yang selalu aku rindukan.
Bahkan banyak hal yang dapat aku pelajari dari dari kepribadiannya.
Kepribadian yang sederhana, apa adanya, ramah dan baiknya itu yang masih ada di bayanganku.
Jarang ada cowok yang aku temukan yang bisa menghargai perempuan.
Yang tidak egois, bahkan cara berpikirnya yang sederhana tapi realistis.
Walaupun saat ini aku kehilangan dia, tapi aku tidak pernah menyesal pernah kenal dan dekat dengan dia.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *