• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kehadiran dia: chapter 3

Bypramayanti

Agu 31, 2021

Nadin tiba tiba masuk ke kamarku dan mengagetkan ku.
“Cieeee…. senyum senyum sendiri’ katanya meledekku.
“Apaan sihh,,, masuk kamar orang bukannya ngucapin salam” kataku
Nadin hanya mengabaikan perkataanku.
“Cerita donkk.. kenapa kamu senyum senyum sendiri dan kamu pulang tadi dianter siapa?”
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan nadin padaku.
“Gak pulang sama siapa siapa kok” jawabku.
“Kamu pulang sama bang azzak ya?” Tebak nadin
“Enggak jawabku” dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Udah ahhh. Sanaaa… aku mau tidur” kataku
“Iihhhh.. kamu mahhh..” jawab nadin yang agak kesel sambil berdiri menuju keluar.
Setelah nadin keluar dari kamarku, aku tertidur.
Yola sahabatku yang katanya pulang agak malaman ternyata udah pulang.
“Sii,,, sisiii.. bangun udah mau magrib” kata yola sambil menggoyang goyang badanku agar aku bangun.
“Hhhhhh….. iyaaa” jawabku yang masih menutup mata.
Tidak lama suara azan berkumandang, aku langsung bangun dari tempat tidur ku. Tiba tiba nadin datang ke kamarku,
“Yola,, tau gak sisi tadi pulang sama bang azzam” kata nadin ke yola

“Serius???” Tanya yola
Nadin mengangguk mengisyaratkan iya atas apa yang di tanyakan oleh yola.
“Si kok bisa kamu pulang bareng banga azzam?” Tanya yola.
“Iiihhhh… apaan sihh, bang azam lagi bang azam lagi, sholat udah azan” kataku meninggalkan mereka memuju kamar mandi untuk ambil wudhu.
Setelah kami selesai sholat maqrib tiba tiba ponselku berbunyi.
Ada nomor baru, langsung aku buka pesan itu
“Assalamualaikum sisi, ini nomor aku azzam. Save ya”. Ternyata pesan itu dari bang azzam.
“Wa’alaikumsalam, oke bg” jawabku.
“Pesan dari siapa si?” Tanya yola
“Dari bang azzam” jawabku dengan santai.
“Serius kamu?” Tanya yola seolah olah tidak yakin
“Iya beneran” jawabku sambil melihatkan pesan dari bang azzam ke yola.
“Jadi bener kata nadin kalau kamu tadi pulang bareng bang azza?” Tanya yola
“Iya bener, tadi pas aku dari tempat kamu gak sengaka aku ketemu bang azzam, dia dari tempat organisasi kami, dia sendirian terus kita jalan bareng ke gerbang fakultas.
Dia juga nanya aku pulang pake apa, yaudah aku bilang aja mau pesan ojek online, terus dia ngajakin pulang bareng.
Katanya dia pulang lewat sini, rumahnya itu di perumahan hells. Sebenarnya gak enak juga.
Tapi gak enak juga mau nolak, lagian dia senior ku di organisasi.
Yaudah aku bareng dia pulang.

BACA JUGA :   Mengingat Yang Kuasa

“Pasti bakalan banyak yang iri sama kamu deh si” kata yola
“Iri kenapa?” Tanya dengan polosnya
“Karna kamu beruntung bisa di ajak pulang bareng sama bang azzam.
Bang azzam kan punya banyak penggemar di kampus, dan juga banyak cewek cewek bahkan yang populer di kampus pun suka sama dia.
Tapi bang azzam malah cuek sama mereka. Dan lo beruntung banget ” jelas yola
“Yaa… gak tau juga sih, tapi kalau cewek cewek di kampus banyak yang suka sama bang azzam sih aku tau.
Bahkan tadi ketika di organisasi teman teman cewek di angkatan ku pada naksir dia. ” kataku.
Tiba tiba telpon ku kembali berdering tanda ada pesan masuk.
“Udah sholat si?”
Udah bang, balasku.
Dari bang azzam? ” tanya yola
“Iya nih” jawabku.
Tiba tiba panggilan masuk ke handphone ku.. setelah aku lihat ternyata bang azzam.
Aku mengangkat telfon itu.
“Assalamualaikum.
“Wa’alaikumsalam”
“Lagi sibuk gak si?”

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *