• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kehadiran dia: chapter 1

Bypramayanti

Agu 31, 2021

Bagi sebagian cewek mungkin patah hati pertamanya karna pacarnya. Tapi tidak denganku.
Aku sisi, cewek yang banyak di sukai oleh cowok cowok di kampus ku.
Sekarang aku sudah semester akhir, dimana yang jomblo malah sibuk mencari pacar untuk wisuda.
Supaya ada yang ngasih hadiah pas wisuda. Tapi tidak denganku.
Aku tidak perlu lagi mencari pacar agar ketika wisuda tidak jomblo.
Aku sudah punya pacar namanya azzam, senior ku yang sudah lulus 1 tahun yang lalu.
Dan sekarang dia sudah bekerja disuatu perusahaan, walaupun kita beda kota tapi kami selalu menyempatkan waktu untuk selalu bertemu.
Patah hati pertamaku terjadi ketika aku kelas 3 SMA, bukan karna pacar tapi.
Karna abang sepupuku. Bagaimana tidak, dia yang selama ini selalu mensupport ku dalam segala hal.
Bahkan dia juga yang menjadi rolle model bagiku dalam hal pendidikan.
Dia adalah satu satunya sepupuku yang melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi.
Dan dia juga satu satunya sepupuku yang mendapatkan gelar, sehingga dia menjadi panutantu.
Aku pengen seperti dia, melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi dan mendapatkan gelar.
Bahkan dia rela di tengah tengah kesibukan dia kuliah waktu itu harus mengantarku dan membantu tugas tugasku.
Sehingga aku yakin apapun keputusan yang aku ambil akan ada dia tempatku bertanya.
Dia yang selalu ada di belakangku, dia yang tidak pernah mengatakan tidak padaku soal pendidikan.
Sehingga prestasi demi prestasi aku dapatkan ketika sekolah.
Bahkan aku berani mengambil tempat magang di luar kota dan jauh dari orang tua karna dukungan dia.
Yang membuatku mandiri, berani mengambil keputusan sendiri.
Sempat aku tidak ingin melankutkan pendidikan ke bangku kuliah ketika itu.
Tapi dia selalu memotivasiku, menyemangatiku. Sampai akhirnya keputusankh berubah.
Yang awalnya tidak ingin melanjutkan ke bangku kuliah justru karna melihat dia aku ingin lanjut ke bangku kuliah.
Ketika ujian akhir aku di nyatakan lulus dengan nilai yang cukup bagus.
Tapi semua itu berubah, aku kira dia akan selalu ada seperti selama aku sekolah.
Ternyata dia mulai berbeda, yang biasanya dia selalu mengusahan waktu untukku.
Bahkan tidak pernah mengatakan tidak setiap kali ada hal yang aku perlu bantuan dia.
Tapi sekarang justru lebih banyak kata tidak bisa yang keluar dari mulutnya.
Ketika itu aku cuma beranggapan mungkin dia lagi sibuk, tapi hari demi hari justru kami semakin jauh.
Bahkan ada satu momen yang aku tidak pernah membayangkan kalau dia akan mengatakan hal itu.
Yang menyebankan kita menjadi seperti orang asing, bukan lagi saudara.
Bahkan untuk masuk kuliah pun tanpa ada satu hal pun yang aku tanyakan padanya..
Saat ini sudah tidak ada lagi tempatku bertanya perihal bagaimana ketika kuliah
Ataupun bertanyan apapun. Bahkan untuk saling menyapa ketika bertemu pun sudah tidak.
Dia membuatku patah hati dan kecewa, kenapa sekarang menjadi seperti ini. Kemana dia yang dulu.

BACA JUGA :   Menangis

Dia yang selalu ada untuk ku, dia yang tidak pernah membuatku kecewa. Justru sekarang dia yang membuatku patah hati.
Selama awal perkuliahan aku hanya berusaha sendiri tidak ada dia lagi di belakangku.
Hingga aku kenal azzam ketika aku masuk ke salah satu organisasi di kampus.
Aku memanggilnya abang karna dia seniorku dan dia lebih tua dari ku.
Hari pertama aku gabung di organisasi itu, aku melihat dia sosok seperti sosok sepupuku itu.
Aku hanya bisa berandai, andaikan aku bisa dekat dengan dia pasti akan lebih menyenangkan.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *