• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Emosi Dinilai Terlalu Tinggi

Manusia pada dasarnya memiliki emosi dalam dirinya. Emosi terbagi menjadi dua bagian yaitu emosi negatif dan positif.

Emosi negatif, berkaitan dengan perasaan marah, cemas, gelisah, dsb. Sedangkan emosi positif, berkaitan dengan perasaan senang, optimis, tenang, dsb.

Emosi dinilai tidak baik apabila dalam menyalurkannya dengan cara yang tidak tepat, seperti ketika kamu sedang merasakan marah pada seorang teman yang tidak sengaja menjatuhkan botol minum mu, kemudian botol tersebut pecah.

Lalu, kamu dengan penuh emosinya menampar wajah temanmu, karena dianggap berjalan tidak pakai mata.
Emosi yang seperti itu, yang membuat dirimu nantinya akan merasa rugi. Kenapa begitu? Selain kamu kehilangan botol minummu, kamu juga akan kehilangan seorang teman. Yang mana, apa yang kamu lakukan adalah suatu hal yang merugikan bagi dirimu dan orang lain.

Ya, kita perlu menghindari emosi yang seperti itu.
Seperti halnya, apa yang ingin saya sampaikan kepada kamu, masih tentang buku master yaitu Sebuah seni untuk bersikap bodo amat, karya Mark Manson.

Buku yang dari kemarin saya ambil point-point pentingnya tentang nilai-nilai kehidupan, dan cara kita dalam memaknai kehidupan dalam perspektif yang bijaksana.

Kali ini judul pembahasan kita adalah Emosi dinilai terlalu tinggi. Saya harap kamu tidak merasa bosan, ya dengan buku yang sudah lebih dari dua kali saya ambil point-pointnya.

Alasan saya memilih buku ini untuk diambil point-pointnya adalah karena banyak sekali orang-orang yang tidak mempunyai kesadaran atau perspektif yang bijak dalam memaknai kehidupan. Dimulai dari ketika datangnya bencana, ujian, kehilangan, dsb.

Kebanyakan menganggap bahwa itu adalah kesialan bagi mereka, padahal nyatanya tidak begitu.
Semua hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup, datang sebagai guru kehidupan. Yang akan mendidik kita, agar menjadi manusia yang dewasa dan waras.

Karena dunia luar itu kejam sekali, sifat egoisme, mementingkan diri sendiri begitu kental di masyarakat kita sekarang. Sehingga, tidak heran jika setiap hari kita melihat kasus kekerasan, pencopetan, pembunuhan, dll.

BACA JUGA :   Ketika Rasa Bosan Datang

Yang menurut saya semua itu sangat menyeramkan sekali untuk dipikirkan dalam nalar manusia. Seperti bunyinya seperti ini : “Kok, bisa ya. Ada orang yang seperti itu?”

Emosi yang ada didirinya, membuatnya terpandang buruk sebagai manusia, bahkan sampai merugikan dua orang, dirinya dan orang lain.

Itu adalah contoh emosi yang negatif, namun yang seperti apa emosi yang dinilai positif.
Kali ini saya akan bertanya sama kamu. Pernah gak, sih kamu menginginkan sesuatu hal dalam hidupmu, yang membuatmu menjadi bersemangat disepanjang hari untuk lebih baik lagi usahanya. Katakanlah ketika dirimu menginginkan masuk ke universitas favorit, UGM?
Normalnya, orang yang menginginkan sesuatu hal, pasti akan berusaha agar apa yang diinginkannya menjadi tercapai.

Seperti halnya contoh di atas. Impian sudah ada, tinggal emosi positifnya aja, nih yang dipupuk, yaitu sikap optimis dan percaya diri.

Emosi positif yang seperti itu akan membuatmu berjalan menjadi insan yang bertumbuh. Disetiap pikiran dan jalan yang kamu pilih, haruslah yang mengarah pada impianmu. Emosi positif yang akan perlahan membuat perubahan pada dirimu, dan dari itu pula lah, motivasi muncul dalam dirimu.

Menurut bab “Emosi dinilai terlalu tinggi” emosi berkembang untuk satu tujuan spesifik: membuat kita hidup dan membuatnya sedikit lebih baik.

Dalam buku ini dimaksudkan adalah emosi yang tinggi, bisa berpengaruh pada dua hal, kerugian atau keuntungan.

Inilah yang dinamakan umpan balik dari adanya emosi. Seperti halnya di awal sudah dibahas.

Emosi yang menguntungkan akan menjadi sinyal biologis bagi dirimu, kemudian mengarahkanmu ke perubahan yang bermanfaat.
Emosi positif juga dapat diartikan sebagai imbalan, karena kamu sudah melakukan hal yang tepat. Sehingga adanya emosi positif ini sebagai sponsor dalam dirimu, yang akan memfasilitasi impianmu itu bergerak dan terwujud.

Tinggal bagaimana dirimu yang pandai memanfaatkan adanya emosi positif ini.
Ketika kamu merasakan manfaatnya, hidup akan terlihat sederhana dan tidak ada hal lain yang layak dilakukan, selain menikmatinya.

BACA JUGA :   Pasangan Yang Seperti Ini, Yang Seharusnya Dicari!

Kita semua tau, bahwa tidak semuanya yang datang akan terus datang. Pasti ada kalanya sesuatu itu pergi.

Seperti halnya dengan emosi positif. Dia juga akan pergi.
Emosi positif akan pergi, seiring dengan datangnya masalah-masalah baru. Hal ini related dengan kehidupan kita sehari-hari, bahkan sangat lekat sekali.

Ketika kamu punya impian, tentu jalan-jalan yang ada di depan, kamu tidak akan pernah membayangkannya sebelumnya. Karena, impian itu seperti gunung es dalam film Titanic. Hanya bagian luarnya saja yang kita ketahui, namun tidak dibagian terdalamnya.

Anggaplah, analoginya bagian luarnya ini adalah ekspetasi-ekspetasi kita yang mudah dalam mencapai impian kita. Dan bagian terdalamnya adalah hambatan, rintangan, ujian, dsb yang kita tidak pernah terka-terka.

Ketika segala hambatan, rintangan dan kawan-kawannya datang. Inilah saatnya emosi positifmu di uji. Apakah kamu akan tetap optimis atau justru menjadi pesimis.

Hidup memang selalu datang hal-hal yang tak terduga. Yang akan mengubah cara pandang kita terhadap kehidupan.
Emosi hanya sebagian dari persamaan dalam kehidupan kita, bukan selurihnya. Hanya karena sesuatu terasa enak, tidak berati itu baik. Hanya karena itu terasa tidak enak, bukan berarti itu buruk.

Seperti halnya, ketika dirimu sakit. Apa yang bisa menyembuhkanmu? Obat-obat dengan rasa yang pahit, sehingga ketika meminumnya, rasanya ingin langsung memuntahkan saja. Namun, dibalik rasa tidak enak tersebut, tubuhmu justru sangat membutuhkannya. Dengan obat itu kamu akan sembuh.

Emosi hanyalah plang penunjuk jalan, anjuran yang disampaikan neurobiologi dalam diri kita, bukan perintah.

Karena itulah, adakalanya kita tidak harus selalu memercayai emosi diri kita sendiri. Kita harus mempertanyakan setiap emosi yang datang pada diri kita.

Dan inilah point penting dari bab ini, yaitu ada alasan di balik rasa sakit.
Untuk mengenali setiap emosi yang datang pada dirimu, kamu perlu berlatih menaklukannya. Ada kalanya seseorang mengenali emosi secara berlebihan, sehingga membuatnya kehilangan kendali atas diri mereka sendiri.

BACA JUGA :   Sejarah dan Khasiat Bir Pletok

Jangan sampai kita membenarkan segala sesuatu, hanya berdasar pada apa yang kita rasakan. Disinilah, peran akal pikiran begitu penting, untuk kita tetap pada kewarasan.

Obsesi dan perhatian yang berlebihan terhadap emosi akan mengagalkan kita karena alasan sederhana, yaitu bahwa emosi tidak kekal.

Secara konsep kehidupan, apapun yang membuat kita bahagia pada hari ini, tidak akan membuat kita bahagia lagi esok, karena biologi kita selalu menginginkan sesuatu yang lebih.

Dalam hal ini, manusia memang naluriahnya merasakan bosan.
Menurut psikolog menyebut konsep ini sebagai “Treadmill hedonis”: idenya adalah bahwa kita selalu bekerja keras untuk mengubah situasi hidup kita, namun sebenarnya kita tidak pernah merasa sangat berbeda.
Itulah mengapa, ada konsep untuk selalu bersyukur terhadap apapun yang kita miliki sekarang. Masa bodoh dengan para tetangga, yang memiliki kendaraan baru. Masa bodoh dengan seorang teman, yang memiliki pasangan baru.

Atau hal apapun yang memancing emosi kita, untuk terus menuntut pada hal-hal yang receh. Pada dasarnya, hidup ini bukan untuk berlomba menang dari orang lain, melainkan menang dari ego diri sendiri.
Dalam hidup, kita harus lah mempunyai prinsip yang kokoh. Jangan mau menjadi orang yang terombang-ambing pada trend dan ajakan orang lain yang bertentangan dengan prinsip hidup kita.

Karena kita adalah manusia yang mempunyai freewill. Yang artinya kita bebas menentukan jalan hidup kita. Jadi, pastikan bahwa pilihanmu itu adalah hal yang positif.

Terima kasih sudah membaca tulisan ini, semoga bemanfaat. Apabila ada saran, kritik, dan komentar saya persilahkan.

Baca juga : https://imbicom.club/2021/08/30/bahwa-kebahagiaan-itu-masalah/

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *