• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Simalakama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

ByMasSam

Agu 29, 2021

Pemerintah mengijinkan wilayah dengan PPKM Level 1-3 dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
Terbatas dalam artian hanya 50% dari kapasitas yang boleh melakukan PTM. Ketentuan tersebut untuk pendidikan jenjang SD sampai dengan SMA/SMK. Untuk jenjang PAUD maksimal 33%.
Selain faktor kapasitas. Faktor jaga jarak dan penerapan protokol kesehatan juga menjadi prioritas diperbolehkannya PTM Terbatas.
Jarak antar siswa minimal 1,5 meter. Sementara sarana prokes harus dalam jumlah yang memadai. Sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Misalnya alat pengukur suhu tubuh, sarana dan tempat cuci tangan.

Jenuh Selama Rebahan
Tidak bisa dipungkiri. Setahun lebih rebahan (bekerja dan belajar di rumah) telah menimbulkan rasa jenuh. Bahkan mungkin sudah sampai pada tingkat dewa. Beberapa orang sudah mendekati stres.
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas bisa menjadi katup pengaman. Melepaskan kejenuhan yang sudah memuncak. Murid-murid bisa ketemu kembali secara fisik dengan teman-teman dan gurunya. Sekalipun masih harus tetap jaga jarak. Setidaknya bisa saling melihat ekspresi wajah teman-temannya.
Bisa dibayangkan betapa ‘betenya’ para siswa. Setahun lebih setiap hari hanya ketemu orang tua dan saudara-saudaranya. Hanya itu-itu saja. Bisa-bisa yang terjadi adalah saling uring-uringan.

Tambah Kerjaan
Akan tetapi PTM Terbatas juga memberikan pekerjaan tambahan bagi semua stakeholder pendidikan. Pihak sekolah harus merancang ruang kelas sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan. Tiap kelas hanya bisa diisi separoh siswa. Artinya harus disediakan ruangan tambahan.
Seandainya dilakukan secara bergiliran. Maka sekolah harus menyusun jadwal pelajaran yang mampu melayani semua siswa. Baik yang PTM maupun yang PJJ secara sama. Jadi guru harus melaksanakan blended learning. Mengajar secara tatap muka untuk siswa yang datang ke sekolah. Sekaligus tatap layar bagi siswa yang belajar di rumah.
Orang tua pun akan terkena imbasnya. Disarankan selama PTM Terbatas orang tua dapat antar jemput anaknya. Untuk menghindari kontak dengan orang lain selama perjalanan berangkat dan pulang sekolah.
Karena selama PTM Terbatas kantin sekokah ditiadakan. Maka orang tua, terutama ibu, harus menyiapkan bekal dan peralatan makan siang untuk anaknya. Pun harus menyiapkan masker cadangan dan baju pengganti bila diperlukan

BACA JUGA :   Tradisi Berbagai di Hari Raya Idul Adha

Persiapan Menuju PTM Penuh
PTM Terbatas ditempuh untuk menuju ke penerapan PTM Penuh. Sebagai persiapan untuk pelaksanaan PTM di era new normal.
Pandemi covid-19 yang belum ketahuan kapan akan berakhir. Harus disikapi dengan positif thinking. Ke depannya penerapan protokol kesehatan adalah sebuah keharusan. Bukan suatu keterpaksaan lagi.
Menurut perkiraan para ahli. Kemungkinan besar pandemi covid-19 tidak akan sirna. Hanya berubah menjadi endemi. Artinya kita akan senantiasa hidup berdampingan dengan codid-19. Ibaratnya kita setiap saat selalu berhadapan dengan virus flu. Kata kuncinya adalah ketahanan tubuh kita.
Seperti peribahasa. Masyarakat sekarang dihadapkan pada buah simalakama. Tentu kita tidak ingin mengorbankan bapak atau emak. Hidup selalu ada pilihan lain.

Mas Sam

MasSam (47)

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *