• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cerpen : Cinta, Cita dan Rasa Anak (Lanjutan Bagian 2)

ByPaskalis

Agu 29, 2021 ,

Cinta, Cita, dan Rasa. Ketiga hal ini membuat pikiran Anas tak karuang mulai menggebu-gebu. Anas merasakan semuanya itu. Malam hari Anas membayangkan sapaan kaka mahasiswa itu dan dari setiap gurauan Vera, sampai-sampai PR sekolah belum juga dikerjakan.

“Anas…Anas mari makan dulu.”
“Ko sudah kerjakan PR kah!!”
“Brian, ko cepat ke kamar kaka dulu bilang dia makan sini.”

“Adoo… Mama mungkin kaka Anas lagi kerja PR, saya tidak mau mengganggu dia, nanti dia marah saya lagi.”
“Sudah cepat sana jalan, bilang Mama yang suruh.”

Kaka..kaka..keluar dulu Mama suruh makan.
“Iya dik, sabar ya kaka ada kerjakan PR ini.”

Anas kaget rupahnya dia belum mengerjakan PR Matematika.

“Ya ampun saya belum kerjakan PR Matematika lagi, kenapa pikiran saya begini.”

Anas kaget kesetika itu dan pikiran melamunnya pun hilang. Dia mulai beranjak ke meja kerja untuk mengerjakan PR sekolah.

“Iya Mama, saya ada kerja PR ini. Nanti baru saya makan.”

Anas pun gelisah dan bertanya-tanya dalam dirinya. Aduu… apa saya harus kasih tahu Mama soal perasahan ini. Hahah!! tidak mungkin, masa sama Mama. Apa saya harus curhat sama Vera saja!!. Tapi kan tidak mungkin juga, saya kan selalu sibuk di rumah dan di sekolah, sedangkan Vera saya bisa ketemu dengan dia hanya saat berjualan di pasar.

Mama, dimana Anas, suruh dia makan dulu. Anas lagi kerja PR di kamarnya, ungkap Bapak.

“Ayo suruh dia datang dulu makan. Kita semua ada makan baru dia tidak ada itu kurang baik, inikan masih tempo bisa setelah makan dulu baru dia lanjutkan kerja PR.”

Setelah mendengar suara bapaknya yang sedikit galak itu Anas pun menyaut dan keluar dari kamarnya menemui Bapak dan Ibu di meja makan.

BACA JUGA :   Puisi: Yang Kuasa

Anas jangan lupa makan, kalau terlambat makan nanti bisa sakit. Kenapa kamu seharian di dalam kamar saja, ada masalah kah? Ceritakan toh sama Bapa atau sama Mama. Mungkin kami bisa selesaikan.

*Tidak Pak, saya tadi hanya mengantuk terus baru bangun dan sedang kerja PR. Baik sudah, sekarang ko makan dulu.”

“Anas kamu sekarang sudah kelas XII SMA, lagi 2 minggu ujian. Kamu harus melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Lihat ko punya ade ada banyak, ko harus bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.”
“Iya Pak”, saut Anas.

“Anas kamu nampak pucat, kamu sakit ya!!”

“Ahh tidak pak! Mungkin kurang istirahat saja.”

“Ok kalau begitu kamu kurangi pekerjaan ya, tidak lagi bantu bapak di kolam kangkung” “Aaha,,,bapak kenapa!!”

“iya kamu kan mau ujian, jadi sekarang di rumah saja bila perlu nanti yang berjualan kangkung di pasar Mama saja.”

Dalam pikiran, Anas pun berfikir. Adoo berarti saya tidak bisa lihat kaka Marthen itu punya muka.

Anas pun buat Alasan. “Bapak biar nanti saya yang berjualan saja. Kasihan sama Mama , dia kan ada sakit rematik, tidak bisa lipat kaki atau duduk lama-lama di pasar.”

“Iya sudah kalau begitu kamu bicara dengan Mama saja.”

“Kamu kalau mau kuliah harus bisa jaga diri baik-baik. Sekarang ini banyak sakit penyakit, banyak mahasiswa papua yang tidak melanjutkan pendidikan karena mereka tidak bisa menjaga diri baik-baik. Pacaran si boleh saja, tapi lebih baik jangan dulu.”

“Itu lihat, ko punya keponakan serly, dia tidak lanjut kuliah, sekarang dia sudah pulang kembali ke orangtuanya. Dia itu pintar, tapi dia tidak bisa jaga diri baik-baik. Dampaknya dia salah bergaul, sekarang kamu sudah tahu kondisinya kan (hamil).”

BACA JUGA :   Kacamata Butut

“Kamu harus tahu bahwa di Papua ini, sekarang banyak masalah terhadap anak-anak muda seperti seumuran kamu, kebanyakan dari mereka terlibat Narkoba, Minum Minuman Keras, Hamil di luar pernikahan, bahkan terkena penyakit AIDS karena mereka salah bergaul.”

“Penyakit HIV/AIDS hingga kini belum ditemukan obatnya. Remaja sekarang tertular karena mereka tidak mau mendengarkan nasehat dari orangtua dan pendeta.”

“Ko sudah tahu Bapak punya sifat, kalau ko salah atau terlibat di dalam hal negatif yang bapak sudah sampaikan, ingat bapak tidak akan terima ko di rumah ini.”

“Iya Pak, saut Anas, sambil makan makanan pelan-pelan.”

“Tapi kalau ko rajin belajar terus dapat nilai bagus nanti bisa jadi Anas terpilih mendapatkan beasiswa dan melanjutkan pendidikan ke pulau jawa atau bahkan keluar negeri. Itu semua kamu bisa peroleh, asalkan ingat berdoa, rajin belajar dan jaga diri serta bergaul dengan setiap orang yang baik.”

” Bapa saya ngantuk sekali, Anas ke kamar dulu ya pak, habis PR juga sebagian belum selesai. Terima kasih banyak lagi Bapak.”

“Iya sudah ko masuk ke kamar sudah.”

Syukur, akhirnya PR sudah Selesai. Sebelum tidur Anas Berdoa.

” Ya Tuhan, Saya sangat sayang Bapak, Mama dan Adik-adik, saya tidak mau kecewakan mereka. Oleh karena itu, saya mau giat belajar dan melanjutkan sekolah. Saya Juga menghargai setiap orang yang ingin mengenal saya dan yang ingin berteman dengan saya. Jaga kami satu per satu, tutup bungkus kami dengan penyertaan Roh Mu Amin.”

BERSAMBUNG…

Paskalis (34)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!

Paskalis

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *