• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Momen yang tak terlupakan

Bypramayanti

Agu 28, 2021

Walaupun berat rasanya tapi aku harus hadir di acara wisuda sahabatku. Bukan hal mudah bagiku harus hadir di acara itu.
Aku dan riri bersama sama berjuang agar bisa wisuda bersamaan tapi takdir allah berkata lain. Riri wisuda duluan sedangkan aku belum.
Dan hari ini aku harus menghadiri acara wisudanya, walaupun ada rasa sedih dan juga senang, tapi ketika bertemu riri aku harus menyembunyikan kesedihanku.
Aku juga harus ikut senang di hari bahagianya. Walaupun riri tau kalau aku sedih karna gak bisa wisuda bareng.
“Lan, tahun ini kamu pasti wisuda kok” kata riri menyemangatiku.
“Iya ri” kataku berusaha tetap tersenyum
Aku tidak mau sahabatku melihatku sedih di hari bahagianya. Ketika riri sedang asik berfoto bersama keluarganya aku pergi mencari tempat yang jauh dari keramaian.
Aku berusaha menenangkan diri agar aku gak nangis.
“Udah jangan terlalu di pikirin” tiba tiba ada suara di sampingku yang membuatku langsung melihat ke arah suara itu.
Ternyata itu zaki, zaki adalah teman sekelasku, salah satu teman dekat laki laki di kelas. Kita sama sama belum wisuda.
“Mungkin allah punya rencana lain untuk kamu lan, ingat manusia hanya bisa rencana tapi rencana allah lah yang terbaik” kata zaki yang sudah duduk di sampingku.
“Iya zak, mungkin usahaku yang masih kurang” kataku sambil menatap layar hp ku.
Tiba tiba zaki mengambil hp yang sedang aku pegang,
“Zaki hp ku” kataku ke zaki sambil berusaha untuk mengambilnya kembali.
“Aku gak akan ngembaliin kalau kamu masih sedih kayak gini” kata zaki.
Aku hanya diam setelah mendengar perkataan zaki. Mungkin kata kata zaki ada benarnya, aku yang terlalu bersedih, mungkin allah punya rencana yang lebih indah untuk ku ” kataku dalam hati.
“Lan, jangan sedih, aku gak mau liat kamu sedih” kata zaki sambil memberikan hp ku.
“Iya zak, aku gak akan sedih lagi” kataku sambil tersenyum ke arah zaki.
“Gitu donk,, ini baru ulan yang aku kenal” kata zakil sambil memegang tanganku.
“Btw kamu kenapa bisa ada disini” tanyaku ke zaki.
“Aku baru datang tiba tiba liat kamu duduk disini sendirian makannya aku samperin” kata zaki
“Yukkk, temenin aku ketemu riri” kata zaki sambil berdiri dan menggenggam tanganku.
Aku tidak bisa menjawab apapun karna zaki sudah menggenggam tanganku. Kita melangkah meninggalkan tempat tadi dan menuju ke tempat riri.

BACA JUGA :   Pesan Cinta di Hari Raya

“Zaki nanti ada yang marah lo liat kamu genggam tanganku” kata ku ke zaki.
“Emang siapa yang bakalan marah, kamu kan jomblo” kata zaki sambil tertawa ke arahku
“Tuh fans yang suka sama kamu, nanti aku lagi yang kena sasaran dia karna kamu deket deket sama aku terus” kataku yang agak kesel
“Biaran ajalah, ngapain sih di pikirin, kalau dia marah sama kamu yaudah kamu bilang aja sama aku, gak ada yang boleh marahin kamu” jelas zaki.
Aku hanya melihat ke arah zaki sambil tetap berjalan di sampingnya. Aku melihat riri masih tengah asik berfoto bersama beberapa temannya dan juga ada beberapa teman kelas kita.
Zaki masih saja menggenggam tanganku sembari mengucapkan selamat ke riri.
“Ehhheeemmmm…. hati hati” kata riri berbisik padaku.
“Apaan sih ri” jawabku
Riri hanya melirik ke arah tanganku yang masih di genggam zaki, aku yang baru menyadarinya langsung berusaha melepaskan tanganku dari genggaman zaki.
Zaki hanya meliriku di saat aku melepaskan tangaku dari genggamannya.
Kita lanjut foto bersama dengan teman teman kelas waktu itu dan juga aku dan zaki juga foto dengan riri.
Sepertinya ada bebera orang dari teman kelasku yang menyadari ketika zaki menggenggam tangaku tadi, tapi aku berusaha seperti biasa aja.

“Ri aku sama ulan pergi duluan ya” kata zaki ke ulan
“Titip sahabat ku ya, jangan sampai kenapa napa” kata riri sambil tertawa dan merangkul ku.
“Aman ri” jawab zaki sambil tertawa
Terserah kalian aja deh “kataku dalam hati.
“Mau kemana sih zak? Tanyaku ketika kami sudah melangkah pergi meninggalkan ulan.
“Temenin makan, laper nih” kata zaki.
“Iihhh…. kamu mahhh, aku males makan, masih kenyang” kataku sambil menghentikan langkah ku.
Zaki yang menyadari kalau aku berhenti melangkah langsung menggenggam tangaku lagi
“Buruan ahhh…. pokoknya temenin gak mau tau” taka zaki yang mulai maksa.
Kami langsung menuju kantin yang ada di kampus, zaki langsung memesan makanan walaupun aku udah bilang masih kenyang tapi dia tetap memesankanku makanan.
Dengan terpaksa aku harus makan. Zaki siap ini anterin aku pulang ya ” kataku ke zaki.
“Iya” jawabnya
Zaki memang sudah pernah beberapa kali datang ke rumahku dan bertemu dengan orangtuaku, apalagi dia begitu dekat dengan adik laki laki ku.
Setelah sampai di rumah dia langsung ngobrol sama mama dan bermain game sama adik ku.
Sampak jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam dia berpamitan untuk pulang, selama kuliah dia tinggal di kos kosan, karna dia merantau.

BACA JUGA :   Refleksi Diri: Waktu Ibarat Mata Pedang

Beberapa bulan setelah riri wisuda aku dan zaki juga wisuda, 2 hari sebelum kita wisuda zaki ngajak orangtuanya ke rumahku bertemu dengan orangtua ku.
Ketika itu aku sedang pergi keluar bersama riri, sehingga yang ada di rumah cuma orangtuaku dan juga adikku.
Aku baru pulang ketika orang tua zaki sudah berada di depan pintu akan pulang.
Aku yang bertemu pertama kalinya dengan orangtua zaki langsung bersalaman dan zaki juga langsung mengenalkan orangtuanya padaku.
Pertemuan yang sangat singkat waktu itu. Pas acara wisuda kami foto bersama, foto bersama keluargaku dan juga keluarga zaki.
Ketika itu zaki melamarku, dan beberapa orang yang ada disitu langsung mengabadikan momen itu.
Sehingga moment itu menjadi viral saat wisuda ku dan zaki.
Setelah aku menerima lamaran zaki waktu di kampus siap foto bersama saat wisuda, keluargaku dan keluarga zaki pulang menuju rumahku.
Sesampainya di rumah aku baru tau ternyata kedatangan zaki dan orangtuanya 2 hari sebelum kita wisuda ternyata mereka datang untuk melamarku.
Orang tua ku sendiri sudah menerima lamaran itu. Dan zaki menjadikan momen wisuda sebagai momen agar aku terus mengingat peristiwa itu.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *