• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Anda Terjebak di Lingkaran Setan

Setelah pembahasan yang pertama yaitu Jangan berusaha. Masih dengan buku yang sama karya dari Mark Manson, Sebuah seni untuk bersikap bodo amat.

Kalau membahas buku dari Mark Manson memang kita tidak akan kehabisan topik, dan nilai-nilai kehidupannya pun juga gak kalah bernilai, karena saking bagusnya buku itu untuk mindset diri.

Kalau kamu belum membaca yang pertama “Jangan Berusaha” penulis sarankan untuk membacanya terlebih dahulu, agar tidak ketinggalan point-point penting dari buku keren ini.

Dan, jujur saja, dari banyaknya buku yang sudah saya baca buku karya Mark Manson memang menjadi buku paling terfavorite untuk saya.

Baca juga : https://imbicom.club/2021/08/26/seni-untuk-bodo-amat/

Sebenarnya apa Lingkaran setan itu?

Apakah yang ada di film-film horor itu, yang setannya muncul untuk manakuti-nakuti kita, atau apa?

Baiklah…

Pernah gak, sih kamu merasa cemas saat menghadapi seseorang dalam hidupmu? Efek dari kecemasan tersebut dalam hidup kamu, membuat kamu bertanya-tanya, dan bahkan tidak berdaya sama sekali?

Atau apakah kamu pernah marah sama seseorang, tapi kamu gak tau, nih alasan pastinya kenapa kamu bisa marah sama orang itu? taunya marah aja.

Akhirnya pas sudah reda rasa amarahnya, kamu malah menyesal atas apa yang telah kamu lakukan, dan bahkan malah berpikir tentang diri sendiri yang “kenapa saya cepat sekali marah-marah?” “Kenapa saya ini berpikirnya dangkal atau pendek sekali?”

Pernah seperti itu?
Kamu tidak sendirian, kok. Penulis pun juga pernah seperti itu.

Karena alasan yang seperti itu, malah membuat kita jadi benci sama diri sendiri, dan menyadari bahwa kita memang orang yang mudah marah.

Memang fakta yang demikian, terdengar menjengkelkan, ya bagi sebagian orang. Namun, tidak sedikit juga yang merasa bahwa hal semacam itu tidak berpengaruh bagi diri mereka, maupun orang lain.

Kita semua pasti pernah mengalami kecemasan terhadap diri sendiri.

BACA JUGA :   Kopi dan Buku

Entah karena kamu merasa khawatir tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar, atau hal lainnya.

Kemudian, dari kecemasan tersebut, muncul respon baru dari dirimu, yaitu penyesalan dan perasaan berkecamuk lainnya.

Ketika kamu mengakui bahwa kamu merasakannya atau sekarang pun tengah mengalami kecemasan. Selamat datang di lingkaran setan.

Kamu bisa mengalaminya sampai berkali-kali, dan tak tau kapan ini akan berakhir.

Dari lingkaran setan itu, kamu tidak perlu khawatir. Justru itulah yang membuatmu unik sebagai manusia. Karena, hanya sedikit binatang di bumi ini, yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan meyakinkan diri sebelum melakukan sesuatu, dan bersyukurlah jika kamu merasakan perasaan seperti itu, artinya kamu sebagai manusia diberi keistimewaan untuk dapat berpikir tentang pikiran kita.

Kalau kamu pernah memikirkan sesuatu seperti ingin membeli makanan di warung, lalu tidak lama kemudian kamu benar-benar pergi ke warung untuk membeli makanan.

Disitulah letak keajaiban otak manusia, karena kesadarannya.
Di era modern zaman sekarang, dimana sosial media sudah sangat mudah dijangkau, bahkan orang-orang bebas untuk memposting sesuatu hal yang mereka sukai, dan yang ingin mereka pamerkan.

Seperti halnya, melihat seorang teman yang diberi kado ulang tahun, sebuah cincin emas yang beratnya 500 gram, atau melihat seorang anak artis yang baru saja mendapatkan hadiah mobil sport. Lalu, kamu merasa bahwa hidupmu tidak seberuntung mereka, bahkan lebih apes.

Budaya membanding-bandingkan diri dengan orang lain, karena terus-menerus mengkonsumsi hal-hal yang tidak bisa dikendalikan, adalah lingkaran setan.

Bahkan, bisa saja disebut sebagai penyakit mental zaman sekarang.

Hal ini lantaran, berita-berita menggiurkan diluaran sana, membuat kamu terus-menerus membandingkan nasib hidupmu dengan orang lain.

Dan kamu menjadi semakin khawatir, tertekan, dan terlalu membenci diri sendiri.

Jika sekarang kamu benar-benar merasa hidupmu tidak seberuntung mereka, lalu kamu memborbardir dengan 350 gambar orang-orang yang sedang bahagia dan memiliki hidup yang menyenangkan, dan sangat sulit untuk berkata bahwa kamu tetap merasa baik-baik saja setelah melihatnya.

BACA JUGA :   Ide Ide Bisnis Tanpa Modal Menjanjikan dan Tips Memulainya

Yeah, kamu tidak baik-baik saja.

Itulah yang menjadi pemantik amarahmu dan pikiran untuk membenci diri sendiri terus berseliweran di kepalamu.
Karena hal itu pula, kamu yang seharusnya tidak cemas, menjadi cemas. Responmu menjadi tidak sehat bagi pikiranmu, juga tindakanmu.

Inilah mengapa dalam hidup kita mesti menerapkan sikap masa bodoh. Itulah kuncinya.
Dan karena itu pula akan membuat dunia menjadi lebih baik.

Jika kita bisa menerima keadaan dunia ini yang apa adanya, bahwa dunia ini memang tidak selalu tentang bahagia saja, atau tentang penderitaan saja. Melainkan dua sisi koin yang saling bersebelahan dan akan berganti-ganti.

Dengan kamu tidak ambil pusing ketika merasa buruk, berarti kamu memutus rantai lingkaran setan. Dan mungkin kamu perlu mencoba untuk berkata pada diri sendiri seperti ini : “Saya merasa sangat buruk, tapi terus kenapa! Apa pedulimu?”

Kemudian, kamu akan merasakan bahwa kamu bisa menerima keadaan hidupmu dan berhenti membenci diri sendiri.

Geoge Orwell mengatakan bahwa untuk mampu melihat apa yang ada tepat di depan batang hidung kita sendiri, dituntut suatu perjuangan tanpa henti. Itu artinya, solusi apa yang menjadi permasalahan hidup kita, ada di hadapan kita.

Dan, malah yang menjadi kesibukan kita adalah apa yang sama sekali tidak menjadi urusan kita, seperti anak artis, teman-teman yang pergi berlibur, sahabat yang menikah lebih dulu.

Dari pembahasan tentang lingkaran setan ini, memberikan kita kesadaran bahwasanya untuk membuat diri menjadi cemas, takut, tertekan, depresi dll itu sangatlah mudah.

Cukup terus-menerus membandingkan diri sendiri dengan orang lain, lalu membenci diri sendiri.
Faktanya kasus gangguan mental, karena emosi negatif seperti hal di atas, selama 30 tahun belakangan ini telah melejit di berbagai negara.

BACA JUGA :   PENAMPILAN

Krisis kita bukan lagi soal materi, namun soal eksistensi, ranah spiritual. Dalam hidup ini, semua punya kesempatan dan peluang yang sama, namun sampai saat ini kita masih saja bingung dengan apa yang bisa kita kerjakan saat ini.

Hidup ini akan seimbang, jika kita bisa menakarkan sesuatu dengan takaran yang sama rata. Karena, tidak terbatasnya hal yang dapat kita lihat atau ketahui saat ini, tidak terbatas pula hal-hal yang mengakibatkan kita merasa terpinggirkan, dan merasa diri ini jelek. Dan inilah hal yang membuat kita merasakan emosi negatif.

Karena hal itulah, yang membuatmu sibuk mempertanyakan “Bagaimana menjadi bahagia?” . bukan lain, dan tidak bukan karena postingan-postingan orang lain, yang berhasil membuat kamu merasa rendah diri.

Dalam buku ini ada kutipan paling menarik di pembahasan lingkaran setan, yaitu
“Hasrat untuk mengejar semakin banyak pengalaman positif sesungguhnya adalah sebuah pengalaman negatif, sebaliknya, secara paradoksal, penerimaan seseorang terhadap pengalaman negatif justru merupakan sebuah pengalaman positif.” – Mark Manson

Pertama membaca qoutes dari Mark Manson kepala saya berputar-putar berusaha untuk mendapatkan point dari pesan yang ingin disampaikan, dan inilah pointnya :
Menginginkan pengalaman positif adalah pengalaman negatif, menerima pengalaman negatif adalah pengalaman positif.
Inilah yang dinamakan sebuah hukum kebalikan dari Filsuf Alan Watts.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya, tentang buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, di Bab Jangan berusaha.

Semoga bermanfaat. Dan apabila ada saran, kritik, atau komentar saya persilahkan.

Stay safe!

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *