• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sebaik baiknya rencana

Bypramayanti

Agu 27, 2021

Aku tidak pernah membayangkan dan juga tidak mau membayangkannya. Tapi semua ini nyata bukan mimpi.
Malam yang selama ini selalu menjadi saksi dan cerita tentang kedekatan kami, justru malam juga menjadi pemisah untuk kami.
Setelah sekian lama aku benci akan malam, tetapi hadirnya membuatku sangat begitu menyukai malam.
Orang yang membuatku kembali bisa berdamai dan menyukai malam justru dia juga yang memberiku luka yang teramat pada malam itu.
Dia yang selalu ada mengisi warna cerita di hidupku dan sekarang mengubah warna itu menjadi hitam.
Bahkan sampai detik ini aku masih belum yakin tapi ya mau gimana lagi semuanya sudah berubah. Sekarang tidak ada lagi kita tapi hanya aku dan kamu yang pernah menjadi kita.
Kedekatan kita bukan di rencanakan ataupun di sengaja tapi karna ketidak sengajaan. Kami di pertemukan di perpustakaan ketika aku ingin mencari sebuah buku.
Aku sudah pernah ketemu dia sebelumnya, tapi hanya sekedarnya. Ketika di pustaka kita ketemu untuk ke 3 kalinya.
Tanpa sengaja kita mengambil buku yang sama, disitu lah awal kita mulai kenalan. Seperti drama drama tapi ini bukan drama.
Kita satu jurusan di suatu kampus tapi berbeda kelas. Ketika di perpustakaan lah dia meminta nomor ku karna dia juga ingin minjam buku yang aku pinjam.
Awalnya chatingan kita hanya sebatas perkuliahan dan ternyata dia itu orangnya asik, baik dan humoris.
Sebenarnya waktu itu aku lagi males untuk deket sama cowok apalagi yang baru aku kenal, karna aku baru aja putus dari pacarku waktu itu.
Sebuah move on yang lama bagiku karna kami sudah menjalin hubungan cukup lama. Tapi mau bagaimana lagi hubungan kami justru harus berakhir.
Dengan kehadiran dia yang selalu ada setiap harinya membuatku nyaman, perlahan lahan aku mulai bisa melupakan mantanku.
Awalnya kita hanya berteman, jadi teman dekat, di setiap hal hal bahagia dan penting bagiku dia selalu ada. Bahkan disaat mulai capek dia yang selalu menyemangatiku.
Kita kenal di semester 4, dan kita berteman sudah 1 tahun. Sekarang kita sama sama semester 6.
Hampir memasuki tahap tahap terakhir di bangku perkuliahan.
Di semester 6 banyak hal yang harus kita persiapkan, mulai dari tugas kuliah yang lumayan banyak, persiapan untuk melakukam KKN dan juga persiapan untuk melaksanakan magang.
Semester 6 sudah berakhir dan mulai persiapan untuk kegiatan KKN. untuk kegiatan KKN kami tidak bisa memilik siapa saja yang menjadi teman kelompok.
Karna kampus yang memilih. Mungkin kita memang di takdirkan untuk bersama, kita di jadikan satu kelompok selama KKN.
hal itu membuat kita semakin dekat, setiap hari kita bertemu, kemana mana kita bersama.
Ketika KKN ada sebagian anggota kelompokku yang membawa motor, di tambah lagi kita KKN di sebuah desa yang cukup jauh dari kota.
Desa yang udaranya masih sejuk, dan belum banyak penduduknya yang memiliki mobil. Mayoritas penduduknya menggunakan motor untuk pergi ke kota ataupun beraktifitas.
Kelompokku beranggotakan 12 orang, 5 orang laki laki dan 7 orang perempuan. Ketika itu di kelompokku ada 6 orang yang bawa motor.
Ada kegiatan dimana pun kita waktu itu aku selalu berdua sama dia, ditambah lagi dia menjadi ketua di kelompokku dan aku menjadi sekretarisnya.
Apalagi ketika kita sebagai perwakilan dari mahasiswa KKN di mintak untuk menghadiri acara di suatu tempat, dia selalu memintaku untuk menemaninya.
Bahkan selama KKN dia sangat sangat menjagaku. KKN kami selama 40 haripun sudah berakhir. Hari ini adalah malam terahir kami di lokasi KKN.
Sebagai acara perpisahan dengan penduduk setempat kami mengadakan acara bersama pemuda dan penduduk ketika siang sampai sore.
Dan malamnya acara bersama pemuda, kami di ajak ke tempat yang begitu indah, apalagi ketika malam hari.
Dari arah ketinggian melihat ke bawah yang begitu indah karna warna warni lampu yang rumah penduduk yang menghiasi malam, sehingga tampak begitu indah.
Aku yang tengah asik sendiri menikmati indahnya malam tiba tiba di hampiri oleh yogi, yogi yang selalu aku sebut dia dalam cerita ini.
“Ngapain sendirian aja” katanya sembari duduk di sampingku.
“Ingin menikmati malam yang sangat indah ini” jawabku sambil tersenyum ke arahnya.
“Tapi gak bagus juga sendirian kan, nanti ilang loh” katanya sambil tertawa.
“Aku kan baru aja duduk sendirian disini, lagian kamu juga gak akan biarin aku sendirian” jawabku sambil tertawa.
“Aku takut kamu ilang aja, nanti aku juga yang susah nyarinya” katanya
“Makannya jangan biarin aku sendirian” kataku yang menganggap semua itu becandaan.
“Airin aku mau ngomong sesuatu, boleh?” Tanya yogi.
“Kan dari tadi kamu juga udah ngomong, kenapa baru sekarang nanya” kataku.
“Aku mau ngomong serius” jelasnya.
“Yaudah, ngomong aja.” Kataku

BACA JUGA :   Perjalanan Akhir Pekan di Tana Tabi

Disitu dan ketika itulah dia mengutarakan isi hatinya padaku. Karna ini menjadi malam terakhir kita bertemu dan tempat yang indah menjadi saksinya.
Malam itu aku menerimanya, dan hari itu menjadi hari yang sangat bahagia dan penuh makna bagi kita.
Ketika sampai di tempat tinggal selama KKN aku menceritakan semuanya ke teman teman perempuan kelompokku.
Mereka semua senang dan mereka sudah menduga kalau yogi memiliki perasaan dan suka pada ku.
Ketika paginya yogi dan teman teman laki laki kelompokku yang lain datang ke tempat tingga kita yang perempuan, teman teman perempuanku mulai heboh mintak traktiran ke yogi.
Traktiran karna kita jadian, aku hanya bisa tersenyum. Karna kita semua pulangnya agak siangan jadi yogi memutuskan untuk ngajak kami semua pergi makan makan.
Setelah kami semua pulang dari lokasi KKN, beberapa hari setelah itu kita mulai magang.
Dannnnnn… lokasi magang kita bersebelahan. Setiap siang siang kita selalu bersama bahkan pergi dan pulang aku selalu bersama dia.
Setelah magang kita mulai sibuk dengan skripsi, disitu mulailah ada yang beda dari dia. Ternyata ada perempuan yang mendekatinya.
Sehingga aku harus di buat kecewa dan patah hati lagi karna dia. Dia pernah membuatku move on kembali terluka.
Sehingga hubungan kami pun berakhir. Semenjak itu kita sama sekali tidak pernah bertemu lagi.
Sampai di hari kami wisuda. Kita sama sama wisuda ketika itu. Dia bersama orang tuanya datang mengucapkan selamat padaku.
Ketika itulah aku di kenalkan ke orang tua nya, dan orang tua ku juga berkenalan dengan orang tuanya.
Itulah kali pertamanya aku kembali bertemu dengan dia, dimana dia pertama kalinya bertemu dengan orang tua ku dan aku di kenalkan ke orang tuanya.
Orang tua ku mengajak dia dan orang tuanya untuk makan siang bersama, mereka saling ngobrol begitu juga aku dan yogi, walaupun agak canggung tapi aku bahagia.
Keesokan harinya, yogi bersama orangtuanya datang ke rumah ku, ku kira mereka hanya sekedar silaturahmi, ternyata mereka datang untuk melamar.
Aku kaget karna yogi pun sama sekali gak ada bilang apapun, bahkan setelah pulang acara makan siang setelah wisuda kita sama sekali gak ada chatingan.
Ternyata yogi sudah mengatakan ke mama perihal kedatangannya bersama orangtuanya ke rumah ku.
Ternyata orangtua ku sudah mengetahuinya dan mereka menyetujui niat baik itu dan semuanya tergantung padaku untuk menerima lamaran itu atau tidaknya.
Akhirnya aku menerimanya karna orang tuaku yang begitu menyukainya, dan hari bahagia kami sudah di tentukan.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *