• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Anak Terlantar di kota Jayapura

ByPaskalis

Agu 27, 2021 ,

Jayapura-Anak Terlantar (Antar) di kota Jayapura kian banyak. Data yang dihimpun pekerja sosial menyebutkan jumlah anak terlantar yang beraktivitas di Kompleks Ruko dok ll berjumlah 30 anak.

Pekerja sosial menyebutkan latar belakang anak-anak ini memang cukup memperihatinkan, karena hari- hari mereka berada di Ruko Dok II Jayapura. Sebagian dari mereka sedang menempuh pendidikan. Ada sebagian yang sudah tidak lagi bersekolah.

Namun di masa pademi, sekolah tidak melakukan tatap muka tetapi melalui dering. Persoalannya, ada sebagaian orangtua tidak memiliki handphone android. Sehingga mereka tidak tahu perkembangan sekolah soal mata pelajaran dan pekerja rumah yang di berikan guru.

Rata rata Orangtua mereka adalah buruh bangunan, buruh TKBM. Ada anak anak ini hidup tanpa bapak atau ibu (broken home). Kadang mereka harus tinggal bersama nenek dan tete.

Bila di ruko Dok II , mereka suka menjual buku bacaan rohani, parkir kendaraan roda dua dan empat, terkadang mereka juga harus meminta minta.

Beraktivitas di ruko Dok II, rupanya mereka hidup berbaur dengan kakak yang sudah dewasa. Para senior terkadang mempengaruhi mereka ke arah negatif.

Kebiasaan buruk yang mereka lakukan adalah menghirup lem Aibon, bermain kartu, serta sebagian sudah terlibat dalam permainan Narkoba dan menunggak minuman keras.

Kondisi ini sangat menyulitkan mereka untuk kembali bersekolah. Dari hasil temuan, ada anak-anak yang sudah tidak sekolah. Mereka keluar dari rumah pada pagi hari dan pulang ke rumah pada malam hari.

Tidak ada yang mempedulikan, terkadang Orangtua sudah bosan menasihati dan akhirnya membiarkan kondisi ini dan menjadi terbiasa.

Dinas Sosial kota Jayapura telah membuat trobosan dengan program pembinaan Anjal dan Antar dengan kasih. Namun, pelayanan pembinaan belum optimal dilakukan.

BACA JUGA :   PPKM Diperpanjang, Rakyat Bisa Apa

Seperti yang di jelaskan Kepala seksi Rehabilitasi Sosial Anjal kota Jayapura, bapak Very Baransano.

“Rumah binahan yang telah di rehab juga belum bisa di gunakan karena masih terbentur dengan masalah tanah adat. Jika sudah ada rumah rehabilitasi sosial untuk anak-anak ini maka pembinaan nanti akan berpusat satu tempat”,Ungkap pak Baransano.
Lanjutnya, “saya berharap Walikota bisa menyelesaikan persoalan tanah dan bangunan sehingga pembinaan bisa terarah dan menyentuh anam-anak ini,” jelasnya.

Paskalis (34)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!

Paskalis

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *