• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Seni Untuk Bodo Amat – Jangan Berusaha!

ByAidaannisa28

Agu 26, 2021 , ,

Apa kabar Readers? Semoga selalu dalam keadaan sehat, yaa.

Nah, kali ini saya akan membahas sesuatu yang dulu sempat viral, nih, karena tulisannya yang sangat otentik banget.

Tulisan siapa ya, itu?
Nama Mark Manson menjadi terkenal berkat tulisannya yang dianggap related banget dan benar-benar bisa mengubah mindset orang banyak dalam memaknai kehidupan.

Dia adalah seorang Blogger, namun sekarang ini dia sudah sukses menjadi penulis terkenal yang bukunya sangat laris di berbagai negara, khususnya New York Times, yaitu Amerika Serikat.

Bukunya pun di Indonesia, adalah salah satu buku yang sangat dicari, bahkan kalau kamu pergi ke Gramedia. Buku karya Mark Manson akan ada di tempat buku yang best seller. Woah!

Nah, karenanya penulis merasa tertarik banget, nih buat baca bukunya Om Mark Manson. Kira-kira apa, sih yang menjadikan bukunya, tuh bisa menarik banget buat dibaca.

And then penulis mencoba membaca buku yang terbit di tahun 2018, namun penulis membelinya di tahun 2019.
Buku yang berjudul “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat” adalah buku yang bergenre non fiksi. Yang artinya, bukan mengada-ngada, atau dibuat-buat.

Seperti yang di awal sempat disinggung, bahwa buku ini membahas secara spesifik tentang cara sehat manusia dalam memaknai kehidupan.

Penulis tidak akan membahas semua point-point penting yang terdapat dalam buku ini, dalam satu tulisan ini. Akan ada part 2-nya….

Kita langsung saja, ke point PERTAMA!

JANGAN BERUSAHA

Lho, emangnya kenapa kalo kita berusaha? Ada yang salah, ya? Kenapa begitu?

Pertanyaan-pertanyaan itu pasti sedang berputar-putar di kepala kamu. Dan mungkin itu juga yang menjadi pertanyaanku saat melihat point ini.

Pada bab ini Mark Manson bercerita tentang sebuah cara pandang kehidupan yang biasa-biasa saja.

Adakah dari impianmu yang saat ini belum tercapai? Entah kamu bermimpi dapat mempunyai bentuk tubuh yang ideal, penghasilan yang tetap, keluarga yang harmonis, utang yang terlunaskan, atau hal lain yang penulis tidak bisa sebutkan?
Kita semua pasti mendambakan hidup yang lebih baik, dari hidup kita yang kemarin.

BACA JUGA :   7 Cara Mendapatkan Uang Tanpa Modal Lewat Hp 2021

Jika hidup kita yang kemarin, terlihat sungguh, *maaf* keparat, bahkan hari ini, pun masih. Dambaan akan hidup yang lebih bahagia terus-menerus terngiang-ngiang dalam alam bawah sadar kita.

Sehingga ketika kamu mendengar beragam nasihat yang konvensioanal, atau para motivator ternama yang kamu dengarkan, terkesan seperti menyindir kekurangan dari diri sendiri. Jadilah kekurangan dan kegagalan kita tersorot nyata. Ya, Anda gagal.

Pernah gak, sih kamu berdiri di depan cermin, lalu berbicara pada diri sendiri tentang diri kamu. Semisal mengeluarkan kalimat-kalimat positif tentang dirimu, seperti :

“Saya cantik/ganteng”
“Saya Pintar dan kaya”
“Saya sukses dan saya orang baik”

Dalam buku ini, kalimat yang seperti itu justru malah akan mengingatkan diri kita tentang kegagalan dan kekurangan kita, apa yang seharusnya kita lakukan, namun gagal untuk diwujudkan.

Karena, jika seseorang sungguh merasa bahagia, kita justru tidak perlu berdiri didepan cermin, lalu melontarkan kalimat yang sama secara berulang kali. Ya, saya bahagia, saya bahagia, dan bahagia.

Di Texas ada pepatah yang bilang seperti ini “Anjing paling mungil menggonggong paling keras” yang artinya orang yang percaya diri, tidak perlu membuktikan kalau dia percaya diri.

Begitu pun dengan seseorang yang mengaku dirinya kaya, tidak perlu membuktikan kalau dia kaya. Semuanya cukup di simpan ke diri sendiri aja.

Namun, dalam point perihal percaya diri ini, penulis agak tidak setuju, lantaran dalam meyakini sesuatu hal, yang ada dalam hidup kita, ada kalanya kita butuh aktualisasi diri atau pengakuan dari orang lain, bahwa kita memang handal dalam hal itu.

Seperti seseorang yang mengaku bisa bahasa Inggris, orang lain tidak mungkin percaya kalau kita bahwa bahasa Inggris, sebelum kita benar-benar membuktikan lewat kredibilitas kita, semisal sertifikat Toefl, Toeic, Ielst, dll.

BACA JUGA :   Lagi Berantem Besar Dengan Pacar? Ada 7 cara Untuk Menghadapi Pertengkaran yang Besar secara Dewasa

Sebuah pengulangan kalimat positif pada diri sendiri, justru dipercaya dapat menjadi kenyataan. Seperti “Saya yakin nanti saya akan sukses” “Saya memang cantik” “Saya adalah orang yang pintar dan bermoral”
Kalimat positif yang seperti itulah yang nantinya akan menjadi doa bagi diri sendiri, dan yang namanya doa adalah sebuah harapan yang jika di usahakan, akan menjadi kenyataan.

Kita lanjut lagi, ke point dari Bab JANGAN BERUSAHA.

Kalimat penting dari Bab ini adalah Sebaiknya dalam hidup, kita hanya memedulikan hal yang sederhana saja, tidak perlu memikirkan banyak hal yang sifatnya adalah kebahagiaan yang fatamorgana. Seperti semakin dikejar, justru menghilang.

Pasalnya, jika kita banyak memedulikan sesuatu dalam hidup kita, akan berakibat buruk bagi kesehatan mental kita.

Kunci untuk kehidupan yang baik bukan tentanf memedulikan banyak hal, melainkan hanya memedulikan beberapa hal sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang mendesak dan penting.

Hal ini menyangkut prioritas kita dalam memaknai kehidupan.
Tentukan apa saja hal yang benar-benar penting bagi hidupmu, skala kegiatan dan impian yang sifatnya benar-benar ingin kamu wujudkan, satu persatu. Dengan begitu, kamu akan mempunyai banyak waktu untuk berusaha pada hal-hal yang sederhana atau sedikit.

Pernah gak, sih kamu melihat orang yang mempunyai segudang kegiatan atau impian, sehingga benar-benar menjadikan hidupnya menjadi manusia yang super-duper sibuk? Lalu dijuluki orang ‘sok sibuk’?

Sebenarnya sibuk itu hanya untuk orang yang tidak tau menerapkan skala prioritas dalam hidupnya. Inilah yang menjadi perbedaan antara orang yang sibuk dengan orang yang produktif.

Orang sibuk memedulikan banyak hal dalam hidupnya, namun hanya sedikit yang dicapainya, semisal karena ia terlalu sibuk, maka hubungannya dengan keluarganya, pasangannya, teman-temannya menjadi renggang, padahal dalam hal kehidupan, bersosialisasi itu juga penting.

BACA JUGA :   Aku Ingin Menyemai Buku Malam Ini

Orang produktif hanya memedulikan sedikit hal dalam hidupnya, namun dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan menghasilkan. Orang produktif juga tau menentukan skala prioritas dalam hidupnya. Berbanding terbalik dengan orang yang sibuk, orang yang produktif justru bisa mengatur waktu untuk tetap bersosialisasi dengan sekitarnya, dan tidak menjadi orang yang kaku.

Oleh, karena itu dalam hidup memang semestinya kita memerhatikan sedikit hal saja, yang sifatnya benar-benar urgent dalam hidup kita, masalah percintaan yang dirasa dari hari ke hari semakin menyedihkan, tak perlu dipikirkan terlalu lama.

Seperti kata pepatah, jika masalahmu tidak berdampak pada hidupmu untuk 5 tahun kedepan, kamu tidak perlu memikirkannya lebih dari 5 menit.

Karena, merugikan sekali. Selain, pusing di kepala, sakit di hati juga. Uhm..

Untuk itulah, buku dari Mark Manson ini dalam Bab Jangan berusaha, ada point-point yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Khususnya dalam hal mengatur mindset dalam berusaha, ya intinya jangan berusaha untuk hal-hal yang kesannya sepele.

Karena, hanya buang-buang waktu saja… Jadi, mulai saat ini, atur skala prioritasmu, tingkatan pencapaian pribadi, penghasilan, karier, pendidikan, kesehatan, dll.
Kamu sendiri yang tau dan menentukan mana saja point-point dalam hidupmu yang penting, lebih penting, biasa saja, dan tidak perlu. That’s your choice!

Terima kasih sudah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat. Apabila ada saran-kritik, atau komentar saya persilahkan. Salam sehat!

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *