• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Karena Perasaan Aja Tidak Cukup

Dalam menjalani sebuah hubungan bersama dengan pasangan. Ada dua hal yang menjadi unsur utama hadirnya sebuah hubungan bisa ada, yaitu perasaan dan logika.

Keduanya sangat berperan penting dalam keseimbangan hubungan yang dijalani.
Ketika kita banyak melihat realitas seorang wanita atau laki-laki yang terlalu mencintai pasangannya, walaupun sudah disakiti berkali-kali, maka kata yang paling akrab kita sebutkan bagi orang tersebut adalah BUCIN atau Budak Cinta.

Budak cinta dianggap sebagai orang yang rela melakukan apa saja untuk pasanganya, sekalipun hal itu merugikan dirinya atau tidak, secara sadar atau tidak, ia menganggap bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang benar dan wajar.

Padahal, jika ditelisik lebih dalam, bagaimana suatu hubungan bisa dikatakan sehat adalah ketika tidak ada pihak yang dirugikan, baik secara fisik maupun psikis.

Penulis pernah menemukan contoh kasus orang yang menjadi bucin, yaitu ketika seorang perempuan memiliki rasa kenyamanan dan rasa sayang yang teramat dalam ke pasangannys. Ketika pasangannya ini melakukan playing victim ke perempuannya, dalam kasus Si laki-laki yang salah, karena sudah selingkuh dengan perempuan lain, tapi perempuannya yang disalahkan, karena dianggap tidak bisa merawat diri, tidak cantik lagi, dan membosankan.

Jadi, karena perkara itu, si laki-laki menyalahkan perempuannya, dan sayangnya perempuannya ini merasa bersalah atas apa yang telah terjadi, karena alam bawah sadarnya meng’iya’kan apa yang dibilang oleh pasangannya.

Menurut Satoshi Kanazawa,
seorang psikolog evolusioner dari London School of Economics and Political Science, mengatakan bahwa semakin cerdas seorang pria, akan semakin kecil kemungkinannya ia akan berselingkuh dari pasangannya.
Hal ini dikarenakan, pria yang memiliki IQ tinggi lebih menghargai aspek ekslusivitas seksual dan hubungan monogami, daripada mereka berselingkuh.

BACA JUGA :   5 Kalimat Sederhana untuk Mengajarkan Anak Soal Rasa Syukur. Sering Diabaikan, Padahal Penting!

Hal ini, tidak berpatok pada satu gender saja, melainkan perempuan pun juga seharusnya memilki prinsip yang demikan.
Karena, hubungan bukan hanya satu orang saja, melainkan juga dua orang yang saling berkomitmen menjalin hubungan, sehingga perlu menempatkan kedudukan antara perasaan dan logika dengan seimbang.

Jika tidak, maka akan terjadi kasus sepeti contoh di atas. Rela disakiti dan mengesampingkan kebahagiaan dirinya, di atas kebahagiaan orang lain.

Itulah mengapa dalam tulisan ini, penulis beri judul “Perasaan aja gak cukup”
Sebuah hubungan yang sehat, mampu mendudukan kesalahan apa yang patut ditoleransikan, dan yang tidak. Ketika kesalahan yang berupa pasangan memiliki karakter yang buruk, maka sudah sepatutnya kita memikirkan dua kali untuk tetap melanjutkan hubungan atau tidak.

Namun, jika tidak menggunakan logika, yang artinya hanya perasaan saja. Maka, bukan hal yang tidak mungkin, peluang pasangan akan menyakiti akan sangat besar.

Oleh karena itu, disini penulis ingin mengajak pembaca yang apabila mempunyai pasangan atau hendak memilih pasangan, untuk mendudukkan perasaan dan logika secara seimbang. Mampu rasional, terhadap realitas pasangannya.

Jika memang tidak baik, tidak ada penghargaan atau sifat saling menghargai, atau sifat buruk lainnya, sudah sepatutnya kita mengesampingkan perasaan kita, dan menggunakan logika kita untuk segera beranjak pergi dari kebucinan yang ada didalam diri.

Karena, kita masih layak untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik dan yang menghargai keberadaan pasangannya.

Seperti yang dikatakan oleh Al-Quran An-Nur – 26 ;
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (Pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula).”

BACA JUGA :   4 RAHASIA RUMAH TANGGA BAHAGIA

Semoga tulisan ini bisa memberikan perubahan bagi kita. Apabila ada saran, kritik, atau komentar saya persilahkan.

Baca juga : https://imbicom.club/2021/08/13/pasangan-yang-harus-dicari/

Aidaannisa28 (26)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

Bagikan Yok!

Aidaannisa28

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram) Happy Reading!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *