• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cerpen Temanku Parasit

Pagi yang mendung tak menyurutkan semangatku untuk berangkat ke sekolah. Mendung semakin menjadi-jadi. Air hujan turunsangat deras. Membuat seragam sekolhku basah kuyup. Selang beberapa waktu aku sampai di sekolah. Aku bergegas memasuki kelas dengan seragam yang basah kuyup. Belum tuntas kakiku melangah menuju tempat duduk, terdengar suar yang membuatku menghentikan langakah kakiku.
“Na, kamu kenapa kok bjumu basah?” tanya Riris teman sekelasku.
“tumben perhatian asti ada maunya?” kataku berbalik tanya.
“kamu tahu saja Na, tapi amu tadi belum menjawab pertanyaanku. Kenapa bajumu
basah??” kata Riris berbalik tanya.
“ kamu tidak lihat di depan hujan. Ya, pastinya aku kehujanan lah!” jawabku.
Aku berjalan menuju tempat dudukku. Aku merasa terganggu karena setiap aku melangkahkan kakiku Riris selalu mengikutiku. Sebenarnya apa sih maunya Riris. Menyebalkan.
“Ris, kenapa kamu selalu mengikutiku?” tanyaku
Riris hanya tersenyum.
“memangnya apa si maumu?” tanyku sedikit kesal
“ aku boleh nggak, menyontek PR Biologimu?”
“ aku belum mengerjakan”
Sebenarnya aku sudah mengerjakan PR ku. Tetapi aku tidak mau kamu bergantung terus padaku. Kamu harus berusaha sendiri. Sebenarnya Riris anak yang pintar tetapi dia tidak mau berusaha dan mudh putus asa. Maunya hanya ilmu yang instan.
Parasit!!!
Itu julukan yang pantas untuk Riris. Parasit adalah makhluk hidup yang tumbuh dan berproduksi dengan menempel atau berada di dalam makhluk hidup yang lain yang disebut inang.
Kali ini memang aku dan teman-teman telah bersepakat tidak akan memberi contekan kepada Riris. Ini semua kami lakukan demi kebaikannya. Teman-teman yang lain juga sudah muak melihat kelakuan Riris yang setiap hari semakin parah.
Suara bel ber bunyi tanda pelajaran terakhir segera dimulai. Semua murid memasuk kelasnya masing-masing. Terdengar suara sepatu Pak Jordi yang sangat menakutkan. Semua anak terlihat tenang karena mereka telah mengerjakan PR nya. Kecuali Riris yang dari tadi kebingungan mencari contekan. Ku yakin pasti saat ini jantungnya berdetak lebih cepat dari detak jarum jam.
“selamat siang, anak-anak!” sapa Pak Jordi
“siang, Pak!”
“siapa yang belum mengerjakan tugas? Tolong maju ke depan!!”
Riris memberanikan diri untuk maju ke depan. Pak Jordi bertanya mengapa ia tidak mengerjakan tugasnya, ia tidak bisa menjawab ia kebingungan mencari alasan. Akhirnya Pak Jordi memutuskan untuk menghukum Riris. Pak Jordi menyuruh Riris untuk berdiri di depan engan kaki yang diangkat dan kedua tangan yang menjewer telinganya sampai jam pelajaran selesai.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   4 RAHASIA RUMAH TANGGA BAHAGIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *