• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cerpen Harapan Untuk Waktu yang Hilang

Bymutiaradee

Agu 25, 2021 ,

Angin yang berhembus pelan, telah mengibarkan kerudungku. Matahari bersinar keemasan, banyak daun kering berjatuhan yang tak pernah menyalahkan angin yang berhembus. Indahnya pemandangan taman kini mulai sendu bagai mawar yang telah layu. Kini matahari mulai bersembunyi dan tak menampakkan wujudnya lagi. Bulan pun datang membawa sinarnya yang terang.
Malamku kali ini dipenuhi dengan kegundahan hati. Tugas Matematika yang membuatku pusing tujuh keliling belum ku pecahkan, belum lagi tugas PKN yang sangat membingungkan. Ku tinggalkan tugas yang menyebalkan, dan ku rebahkan tubuhku di atas ranjang. Entah apa yang terjadi, pikirku mulai melayang. Yang ku ingat hanya masa indah bersama teman-teman sekelasku sekaligus sahabatku. Apalagi kebersamaan itu sebentar lagi akan sirna dengan berjalannya waktu. Andai waktu bisa ku ulang, takkan ku sia-siakan masa indah bersama sahabatku. Tiba-tiba mataku terasa berat, mungkin tak lama lagi mataku akan tertutup dan terlelap bersama mimpi indahku.
Kumandang adzan subuh membangunkanku dari tidur lelapku. Kemudian aku mengambil air wudlu dan menjalankan kewajibanku untuk sholat subuh. Burung berkicau merdu, mentari bersinar terang dan bersahabat. Embun pagi masih menggenangi daun di pepohonan. Udara yang sejuk belum tergantikan oleh asap kendaraan bermotor. Ku awali pagiku dengan basmalah agar hariku lebih baik dari kemarin. Berangkat sekolah ku awali dengan sberpamitan kepada orang tua sebelum melangkahkan kakiku.
Tak lama setelah aku sampai di sekolah bel berbunyi tanda jam pelajaran segera dimulai. Mungkin hari ini memang hari keberuntunganku dan teman-temanku. Kali ini guru yang mengajar di jam pelajaran pertama tidak hadir. Aku dan teman-teman mengisi waktu kosong bukannya belajar justru kami bercanda, mengobrol, bahkan ada yang berteriak gara-gara temannya yang usil. Tiba-tiba terdengar bel berbunyi satu kali yang menghentikan kegaduhan di kelasku. Ketua kelas mengumumkan bahwa pada tanggal 19 Oktober 2013 nanti sekolah akan merayakan Dies Natalies ke 50.
Malam terasa sunyi ada suara jangkrik yang terdengar. Purnama raya pun datang membawa sinarnya yang terang. Malam ini aku bebas, tiada tugas yang membelenggu. Resah dan gelisah rasanya jika tiada kegiatan yang harus ku lakukan. Menyebalkan memang, bila harus bermalas-malasan. Menurutku hidup itu penuh perjuangan tiada kata malas untuk mencapai tujuan. Untuk mengisi waktu luang, ku buka jendela kamarku. Ku pandangi bintang yang bertaburan di langit. Andai aku bintang, aku ingin menemani malam-malam sahabatku yang kelabu. Hidup akan terasa indah jika kita bisa membahagiakan orang lain. Jika aku melihat bintang yang bertaburan di langit, aku mulai teringat masa-masa indahku bersama teman-teman sekelas sekalius sahabatku. Dies Natalies kali ini Dies Natalies terakhirku bersama teman-teman.
Sungguh bodohnya aku, Dies Natalies tahun kemarin telah ku sia-siakan. Aku lebih mementingkan kegiatanku. Tetapi ya sudahlah itu semua telah berlalu. Kini aku hanya bisa berharap semoga Dies Natalies tahun ini lebih baik dari kemarin. Semoga aku juga bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan menjadikan Dies Natalies kali ini lebih bermakna mungkin takkan pernah ku lupakan seumur hidupku.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Kehadiran dia:chapter 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *