• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cerpen Adakah Pelangi Dibalik Senja

Bymutiaradee

Agu 25, 2021

Aku berusaha membuatmu tersenyum. Hanya itu yang bisa ku perbuat untuk membalas semua jasa-jasamu, ibu. Aku tahu itu tak seberapa dibandingkan dengan pengorbananmu mempertaruhkan nyawa hanya untuk melahirkanku. Bahkan setelah melahirkanku kau masih sempat tersenyum ketika mendengar tangisan pertamaku. Kau juga rela bangun malam hanya untuk menenangkanku ketika aku menangis. Kini ku sadari apapun yang ku beri untukmu takkan berarti jika dibandingkan dengan pengorbananmu yang berarti untukku. Ya Allah, berikan yang terbaik untuk ibuku beri aku kelancaran dalam menuntut ilmu agar aku bisa membuat ibuku bangga. Karena kebahagiaan ibu adalah kebahagiaanku.
Beberapa hari terakhir ini, aku memang senang mengurung diri di kamar. Bukan karena aku marah pada ibu, tetapi aku ingin fokus belajar untuk ujian semester satu. Ujian tengah semester kemarin sangat mengecewakan bagiku. Aku tergeser oleh temanku hingga aku tak bisa masuk ke sepuluh besar. Yang membuatku menyesal ibu berkata padaku “Tenanglah masih ada waktu, ibu tahu kamu bisa jangan menyerah dan terus bersemangat!!” Saat itu ibu tersenyum walau aku tahu sebenarnya ibu kecewa padaku. Maka dari itu aku bertekad ujian kali ini aku ingin memberi yang terbaik untuk ibu.Dan aku tak ingin mengecewakannya untuk kedua kali.
Kini seminggu telah berlalu, perjuanganku telah usai hanya berdoa yang ku lakukan. Besok hari yang kutunggu-tunggu, hari pembagian rapor dimana aku akan tahu hasil perjuanganku selamaujianku. Sudah pukul 08.55 ibu belum datang, padahal sebentar lagi pembagian rapor akan dimulai. Jantungku berdebar sangat cepat, semua wali murid sudah datang hanya ibu yang belum datangjuga. Apa ibu malu datang mengambil raporku atau ibu sudah terlanjur kecewa padaku?? Tiba-tiba ibu datang dan mengagetkan lamunanku.
“Maafkan ibu, nak.” kata ibu
“ Iya bu. Ibu sudah ditunggu yang lain.”
“Berdoalah semoga perjuanganmu membuahkan hasil.”
Sudah hampir satu jam ibu di dalam tetapi kenapa belum keluar?? Tak biasanya seperti ini. Semua ini hanya membuatku menjadi semakingelisah. Semoga saja semuanya baik-baik saja. Selang beberapa waktu, semua wali murid sudah keluar. Hanya ibu saja yang belum keluar. Ya Allah ada apa lagi ini?? Kenapa ibu belum keluar?? Semoga tak ada masalah yang terjadi dan tak membuat ibu kecewa lagi. Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku danmenghentikan lamunanku.
“Bagaimana hasilnya, Bu?” tanyaku.
“Kita lihat saja nanti di rumah.”
Di perjalanan, mulutku ini tak henti-henti mengucap asma Allah. Aku juga berdoa semoga hasilnya memuaskan dan tak mengecewakan ibu. Sesampainya di rumah, aku segera melihat raporku. Ya Allah kenapa aku harus mengecewakan ibu untuk kedua kalinya?? Nilaiku memang lebih baik dari sebelumnya tapi tetap saja aku tak bisa masuk di sepuluh besar. Aku hanya menunduk. Aku malu pada ibu. Aku masih belum bisa memberikan yangterbaik padanya. Padahal jika ku ingat pengorbanannya yang begitu besar, aku hanyalah debu yang bisa diusap kapan saja.
“Sudahlah jangan terlalu dipikirkan!! Ibu tahukamu telah berusaha keras untuk semua ini dan ibu bangga padamu nilaimu lebih baik dari sebelumnya.”
“Tapi aku belum bisa memenuhi targetku untuk masuk di sepuluh besar, Bu??”
“Semua yang terjadi harus disyukuri, nak. Mungkin Allah merencanakan yang lain untukmu”
“Iya, Bu. Hanya saja aku telah membuat ibu kecewa lagi”
“Siapa bilang ibu kecewa padamu, ibu justru bangga padamu. Kata gurumu tadi kau pandaisekali membuat puisi. Ibu bangga padamu apalagi saat gurumu memperlihatkan karyamu pada ibu”
“Benarkah, Bu?”
“Iya gurumu juga berkata bahwa ibu sangat beruntung memiliki anaksepertimu yang sangat menyayangi ibu”
“Bu, adakah pelangi dibalik senja??”
“Pasti ada, Nak.Kamutahukansetelahhujanturunpastiadapelangi yang indah. Hal itusamadenganhidup yang kitajalani. Kamumengertimaksudibukan?”
“Akumengerti Bu. Jika memang ada pelangi di balik senja, aku akan membawakan pelangi untuk ibu.”
Ibu memelukku dan menghiburku. Terimakasih ibu untuk semua yang telah kau berikan padaku. Ibu selalu menghiburku disaat aku terluka, memotivasiku disaatku putus asa dan selalu menyertakan aku dalam doamu. Aku berjanji padamu bu, aku takkan membuatmu kecewa dan terluka. Aku akan membuatmu bangga memiliki anak sepertiku. Akan ku sisipkan namamu di setiap doa dalam sujudku.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Tiga Hikmah di Balik Pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *