• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Celah Bisnis pada Asesmen Nasional

ByMasSam

Agu 25, 2021

Asesmen Nasional yang sempat tertunda. Rencananya akan dilaksanakan pada bulan September 2021 mendatang.
Peserta Asesmen Nasional adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD), kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan kelas 11 Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMAN dan SMK).
Harus digarisbawahi. Asesmen Nasional bukan Ujian Nasional. Asesmen Nasional berbeda dengan Ujian Nasional. Di mana letak perbedaannya?
Bedanya dari segi peserta dan tujuannya. Ujian Nasional diikuti oleh siswa kelas akhir di setiap jenjang pendidikan. Yaitu siswa kelas 6 SD, kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dan SMK.
Adapun tujuan Ujian Nasional untuk mengukur kemampuan kognitif siswa dan menentukan kelulusan siswa.
Sementara Asesmen Nasional yang terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Pesertanya hanya diambil secara random dari siswa kelas tengah. Tidak diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 SD, 8 SMP atau kelas 11 SMA dan SMK.
Tujuan Asesmen Nasional untuk mengetahui mutu satuan pendidikan dalam proses pembelajaran. Baik kualitas peserta didik, tenaga pendidik maupun lingkungan sekolah.
Itulah kenapa Asesmen Nasional dilaksanakan bagi peserta didik kelas tengah. Maksudnya dari hasil Asesmen Nasional nantinya akan dijadikan acuan dalam layanan proses belajar di kelas selanjutnya.
Untuk soal Asesmen Nasional dirancang agar siswa mampu berpikir kritis dan berusaha memecahkan masalah. Bukan sekedar mengingat (baca: kognitif) seperti pada soal-soal Ujian Nasional dulu.
Soal Asesmen Nasional meliputi Pilihan Ganda, Pilihan Ganda Kompleks, Menjodohkan, Isian Singkat dan Uraian. Soal disusun dengan standar HOTS (Higt Order Thinking Skill). Kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Fenomena Baru Rasa Lama
Melihat itu semua. Seharusnya tidak ada lagi model belajar ‘drill’ atau belajar intensif ala bimbingan belajar kepada anak-anak yang ‘ketiban sampur’ mengikuti Asesmen Nasional.
Pada Asesmen Nasional bukan model hapalan. Akan tetapi mengedepankan penalaran. Memecahkan masalah-masalah yang kontekstual dengan hidup keseharian peserta didik.
Kenyataannya masih saja ada yang melihat dan memanfaatkan celah Asesmen Nasional. Semacam bimbingan intensif memecahkan soal-soal yang menuntut peserta berpikir tingkat tinggi. Padahal yang sesungguhnya Asesmen Nasional tidak berpengaruh langsung secara individu kepada peserta. Dampaknya akan dirasakan oleh seluruh stakeholder dari satuan pendidikan. Dalam bentuk perbaikan layanan dalam proses pembelajaran selanjutnya.

BACA JUGA :   Pengalaman Menang Undian.

Jadi sebaiknya masyarakat tidak menggiring Asesmen Nasinal ke lagu lama. Balik seperti Ujian Nasional.

Mas Sam

MasSam (33)

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *