• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Saat Luka Menyentuh Cinta Bab 9 Hujan Di Malam Hari

Malam yang sangat dingin. Kali ini hujan mengguyur bumi sangat deras seakan balas dendam. Bahkan genting kamarku bocor. Padahal sudah diperbaiki beberapa kali sama ayah tapi tetap saja. Karena aku enggak fokus belajar, lagian besok juga enggak ada PR atau ulangan harian jadi saatnya istirahat sejenak. Aku ikut ngobrol sama ayah dan ibu. Ternyata mereka sedang bercerita pengalaman mereka semasa muda. Ya, kayak nostalgia gitu. Mereka menceritakan pengalaman semasa mereka pacaran. Dan itu seru banget. Ya, maklum aku kan belum pernah pacaran jadi kalau dengar cerita mereka lebih antusias gitu. Oh iya, ibu juga bertanya padaku.
“Anak Ibu yang satu ini Sudah punya pacar belum?” tanya ibu.
“Apaan sih Bu, pertanyaannya aneh-aneh.”
“Ini bukan pertanyaan aneh lagi kalau buat anak seumuran kamu.”
“Iya iya,aku ngalah. Belum, Bu.”
“Masak sih?”
“Apaan sih, Ibu kok jadi pengin tahu gitu.”
“Meskipun belum punya pacar tapi pasti banyak yang naksir kamu, ya?” tanya ayah.
“Ih tu kan Ayah jadi ikut-ikutan, Ibu sih.”
“Loh kok jadi Ibu yang disalahin?”
“Ya Ibu yang mancing-mancing.”
“Ikan kali dipancing.”
Ibu terus saja memojokkan aku. Tapi hal seperti ini nih yang bikin kangen kalo jauh sama ayah dan ibu.
“Gimana kabarnya Ray? Kok sekarang enggak barengan lagi?” tanya ayah.
“Bertengkar lagi, ya?” lanjut ibu.
“E.. enggak kok.” Jawabku gugup.
“Ray saja yang terlalu sibuk sama pacar barunya.”
“Jadi Ray sudah punya pacar?” tanya ayah.
Aku hanya mengangguk.
“Orang pacarnya kakak kelas kok, lebay lagi, terus suka menindas yang lemah gitu. Tahu tu kenapa si Ray bisa suka sama dia.”
“Cie yang lagi cemburu.” Ibu mengejekku.
“Apaan sih Bu, aku enggak cemburu kok.”
“Terus kabarnya si Roesdi gimana?”
“Enggak tahu tu, kayaknya sih lagi sibuk sama pacarnya juga.”
“Itu kan teman-teman kamu sudah punya pacar semua. Terus kamu kapan?”
“Aku itu masih pengin buat Ayah sama Ibu bahagia. Masalah pacar entaran saja.”
“Ibu sih terserah kamu saja, asalkan itu enggak membuat kamu tersiksa.”
“Ayah dan Ibu juga enggak pernah melarang anak Ayah yang satu ini buat pacaran. Soalnya, Ayah juga pernah muda jadi Ayah enggak mau kamu pacaran terus Ayah sama Ibu enggak tahu. Ya kalau anaknya baik, kalau anaknya nakal gimana?” kata ayah panjang lebar.
“Apa yang dikatakan Ayah itu semuanya benar. Ibu sama Ayah enggak melarang kamu buat pacaran, asalkan jangan sampai melampaui batas wajar.”
“Tapi masalahnya sekarang aku pengin fokus ke sekolah dulu Ibu, Ayah.”
Akhirnya hujan reda juga. Mungkin misi balas dendamnya sudah selesai. Tapi kalau dipikir-pikir lagi. Memang hujan punya masalah? Memang dia bisa balas dendam? Lalu dia balas dendam sama siapa? Huuhh kenapa jadi mikirin hujan sih, hujan saja belum tentu mikirin aku. Boro-boro mikirin aku, mikirin bumi yang semakin rusak saja sudah pusing.
Kamar memang tempat yang paling tepat untuk berbagi keluh kesah. Dia juga setia, enggak seperti sahabat yang selalu berkhianat.
Dear Diary,
Sebal banget hari ini, sahabat yang aku kira baik dan setia, eh sekarang justru berkhianat. Yang enggak habis pikir, persahabatan ini hancur karena cinta. Cinta lagi cinta lagi, aku sampai bosan mendengarnya. Memangnya arti cinta yang sesungguhnya apa sih?? Apa cinta itu penyebab kehancuran. Kata orang cinta itu menyenangkan, eh ini justru merusak persahabatan. Cuma gara-gara cinta si Chocho marah dan cemburu padaku bahkan dia sekarang berteman dengan Jeje dan Dedes. Padahal dia tahu kalau Jeje dan Dedes tidak suka padaku bahkan mereka selalu mencelaku. Apa lagi namanya kalau bukan penghancur. Aku sebal banget sama kata cinta.
Tiba-tiba saja ibu mengagetkanku.
“Malam-malam kok ngelamun eggak baik lho!”
“Ibu ngagetin saja.”
“Kamu kenapa? Lagi ada masalah?”
“Enggak kok, Bu.”
“Ibu tahu kalau kamu punya masalah, tapi ya sudahlah kalau kamu enggak mau cerita. Mungkin kamu bisa mengatasinya sendiri.”
“Oh iya Bu, apa sih arti cinta sesungguhnya?”
“Kalau menurut buku yang Ibu baca, dalam bahasa arab cinta itu Al- Mahabbah atau kasih sayang. Kalau pengertiannya cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang. Oh iya, ada juga yang bilang cinta itu perasaan suka, sayang, takut kehilangan dan ingin memiliki.”
“Kalau mendengar beberapa pengertian cinta memang indah dan menyenangkan, tapi kenyataannya cinta itu hanya merusak, membuat orang menjadi berkhianat, bahkan membuat persahabatan menjadi hancur karena cinta.”
“Perkataanmu itu salah besar. Cinta itu memang indah dan menyenangkan, kalau memang cinta itu membuat orang menjadi berkhianat dan lain-lain. Itu artinya bukan cinta yang merusak tetapi manusia yang menodai pengertian cinta yang sesungguhnya.”
“Ya mungkin Ibu memang benar.”
“Kamu harus ingat semua orang di dunia ini membutuhkan cinta, bahkan kalau Ibu tidak memiliki cinta yang besar kepadamu mungkin Ibu telah membiarkanmu tidak bersekolah, tidak makan, dan lain-lain. Yang perlu diingat cinta itu tidak harus memliki, melihat orang yang kita cintai bahagia akan membuat kita tersenyum bahagia walau sakit rasanya. Sekarang kamu mengerti kan apa arti cita yang sesungguhnya?”
“Iya aku mengerti, Bu.”
Kalau dipikir-pikir apa yang dikatakan ibu memang ada benarnya juga. Ibu memang selalu mengerti aku, meskipun ia tidak tahu masalahku tapi tanpa ia sengaja dengan kata-kata yang ia tuturkan tentang cinta itu memberikan solusi yang terbaik untuk masalahku saat ini.
Dear Diary,
Ternyata memang benar yang dikatakan Vivi dan Gigi sebelum kami berpisah kalau sahabat dan musuh itu adalah hal yang tidak jauh beda. Buktinya saja Chocho dan Ray yang mengaku sahabatku sekarang menjauhiku dan memilih menjadi musuhku. Yang tak habis pikirnya, si Damar yang dulu selalu mencelaku dan memilih menjadi musuhk tetapi tadi dia justru minta maaf padaku bahkan dia mau menjadi sahabatku. Apalagi si Ray, baru saja dia mau mengakui aku sebagai sahabatnya di sekolah, eh sekarang justru mengacuhkan aku. Bahkan saat berpapasan pun dia hanya diam seribu bahasa.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Saat Luka Menyentuh Cinta Bab 6 Terlalu Dramatis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *