• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Mencari Bahagia Melalui Menulis

ByMasSam

Agu 23, 2021

Tidak bisa dipungkiri. Rebahan lebih dari setahun. Membuat suasana hati gelisah. Bahkan bisa stres.
Bagaimana tidak. Kehidupan normal yang biasanya dijalani berubah 180 derajad. Yang semula setiap hari ketemu rekan kerja atau kerabat. Tiba-tiba hanya bisa ketemu anggota keluarga. Dari hari ke hari.
Tidak aneh kalau kemudian terjadi uring-uringan. Sesuatu yang sebenarnya biasa. Terpicu sesuatu yang sepele saja bisa menyulut emosi. Masalah bisa membesar dan berkepanjangan.
Jadi sudah seharusnya dicari jalan keluar. Saluran untuk melepaskan emosi yang menyumbat. Salah satunya dengan menulis.
Banyak yang meyakini dengan menulis dapat mendatangkan bahagia. Bukankah untuk bahagia itu sesungguhnya sederhana?
Para ahli meyakini banyak manfaat menulis. Setidaknya ada lima kegunaan menulis (sesuai yang penulis rasakan).
Pertama, mengeluarkan emosi. Tentu dalam hal ini adalah emosi negatif. Harus diingat ada lho emosi positif. Yang negatif itu semisal mengeluh menyikapi kondisi pandemi yang tidak kunjung selesai. Nah menulis bisa membantu kita menumpahkan emosi. Jika kita menulis hanya untuk konsumsi diri sendiri (baca: diary). Kita bebas memuntahkan seluruh emosi yang mengganjal. Akan tetapi harus diingat apabila kita menulis untuk orang banyak. Tentu harus bijaksana. Misalnya dalam pemilihan kata atau topik.
Kedua, memperbaiki suasana hati. Dengan dikeluarkannya emosi negatif melalui tulisan. Hati kita akan merasa lega. Plong. Seakan yang selama ini mengganjal hilang. Pada gilirannya suasana hati atau mood kita menjadi lebih baik. Bisa sekedar tersenyum atau bahkan tertawa-tawa.
Ketiga, menyampaikan ide. Ada ungkapan sepandai apapun seseorang, kalau idenya tidak tidak disampaikan kepada orang lain. Tidak ada artinya. Omong kosong belaka. Untuk itu menulis bisa menjadi jembatan dari pemikiran kita dengan pemahaman orang lain. Orang akan menilai apakah ide yang kita tuliskan ada manfaat atau tidak. Bisa direalisasikan atau sekedar utopia?
Keempat, memperlancar komunikasi. Bisa jadi orang yang tidak menyampaikan idenya kepada orang lain. Dikarenakan kesulitan dalam berkomunikasi. Misalnya karena keterbatasan kosakata atau takut bicara dengan orang lain. Menulis bisa mengatasi mampatnya ide tersebut. Dengan menulis akan semakin memperkaya kosakata. Sehingga ide-ide yang dipunyai dapat tersampaikan dengan jelas. Menulis juga menjadi jalan keluar bagi orang yang kesulitan menyampaikan ide secara lisan. Sering kita jumpai ada orang yang sampai keluar keringat dingin ketika berbicara dengan orang lain. Mungkin karena takut atau grogi. Menulis akan menghilangkan itu semua karena ketiadaan kontak langsung dengan orang lain.
Kelima, mempertahankan daya ingat. Sudah menjadi hukum alam. Semakin menua maka semakin menyusut daya ingatnya. Untuk dapat terus mempertahankan, setidaknya memperlambat penurunan, daya ingat. Salah satu upaya dapat dilakukan dengan cara terus menulis. Aktivitas menulis dapat terus-menerus memfungsikan saraf-saraf otak. Dengan demikian daya ingat akan terus dipertahankan. Menulis adalah metode terbaik melawan pikun!
Demikianlah sekedar berbagi pengalaman manfaat menulis. Satu lagi yang menjadi catatan. Di era teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini. Menulis bisa menghassilkan cuan kan?

BACA JUGA :   LESTARI TENUN CUAL MUNTOK HADIRKAN ATBM DAN JUMPUTAN

Mas Sam

MasSam (38)

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *