• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sahabat posesif ku

Bypramayanti

Agu 23, 2021

Dimana ada aku pasti ada randi, sudah seperti paket komplit. Itu sudah hal biasa karna kita sudah bersahabat sejak kecil.
Sejak pertama kali keluargaku pindah ke kota malang, ketika aku naik kelas 2 sd. Ketika sd aku dan randi memang berbeda sekolah.
Tapi randi sahabat ku di komplek yang tau dan mengenal bagaimana aku, rumah kami juga bersebelahan, membuat kami selalu bersama sama. Bahkan ketika kedua orang tua randi pergi ke luar kota dan menitipkan randi ke orang tua ku selama 2 hari.
Setelah lulus sd aku dan randi masuk di sekolah yang sama. Smp favorit di kota malang, randi yang gagah, tanpan dan tinggi menjadi idola di sekolah.
Aku yang juga memiliki wajah cantik, lumayan tinggi, juga menjadi incaran bagi para cowok cowok di sekolah. Di sekolah rendi gabung ke dalam tim basket sekolah dan aku gabung di tim chiliders.
Ketika sekolah kami menang tanding dengan sekolah lain, juga menjadi awal pertemuan aku dan boy.
Salah satu anggota tim basket dari sekolah yang kami lawan. Ternyata boy merupakan idola di sekolahnya.
Ketika selesai pertandingan dan sekolah kami berpas pasan di lapangan parkir, boy mulai mendekatiku.
Tiba tiba randi menatap sinis ke arah boy, dan menarik tanganku untuk berjalan beriringan bersama dia.
Randi memang orangnya agak posesif, terutama padaku dan juga adik perempuannya. Apalagi ketika mama menyuruh randi untuk jagain aku.
Sikap randi yang seperti ini membuat cewek cewek yang menyukai dia tidak suka dengan kedekatan aku dan randi. Sikap dia yang seperti ini juga membuatku risih.
“Kamu kenapa sih kayak gitu tadi?” Tanyaku pada randi saat jalan menuju pulang.
“Gapapa, biasa aja” jawabnya ketus.
Aku hanya bisa narik nafas dan kesel dengan sikap randi.
Sesampainya di rumah aku langsung masuk tanpa ada bicara apapun ke randi, tapi randi tidak peduli dengan sikapku walaupun aku kesel ke dia.
“Hey…” tiba tiba pesan masuk ke hp ku, tapi dengan nomor baru. Aku sama sekali tidak membalas pesan itu, karna pesan masuk dari nomor yang tidak aku kenal.
“Aku boy, dari anggota basket yang melawan sekolah kamu tadi” pesan baru masuk lagi ke hp ku.
“Ooohhh… boy, aku gak tau kalau nomor kamu tadi” balasku.
“Gapapa din”
“Ada yang marah gak nanti kalau aku chat kamu” balasnya
“Gapapa kok” balasku.
Aku langsung bergegas untuk mandi, setelah itu turun ke bawah untuk makan malam bersama.
Randi yang sejak tadi selalu menelpon ku tetapi selalu aku abikan. “Kenapa gak di angkat din” tanya mama
“Gapapa ma, lagi males aja” jawabku.
Setelah selesai makan aku langsung menuju kamar, karna hari ini lumayan capek dan pesan dari boy pun aku abaikan.
Tiba tiba hp ku berdering ternyata pesan dari boy “kamu baik baik aja kan din, kok pesan ku kemaren gak di bales?”
“Aku baik baik aja kok boy, kemaren aku kecapean jadi aku gak liat hp lagi” balas ku.
Aku membalas pesan boy sambil menuju ke luar untuk berangkat sekolah. Di depan ternyata sudah ada randi, “baru aja mau ngetok pintu eehh kamu udah keluar” katanya.
Yaudah yuk buruan “kataku.
Dia yang melihatku tengah asik dengan hp sembari membalas pesan boy tiba tiba randi mengambil hp ku, “hp ku” kataku dengan kesel.
“Ohhh… kamu chat sama boy, sampai sampai aku di abaikan” katanya
“Sini inn hp ku, kataku. Hari ini aku bener bener kesel sama randi
Melihat aku yang kesel baru dia kembalikan hp ku.
“Boy itu gak baik din, jadi kamu jangan deket deket deh sama dia. Lagian mama kamu nyuruh aku untuk jagain kamu” jelasnya.
Aku hanya diam sama sekali tidak menanggapi perkataan randi. Sesampainya di sekolah aku langsung menuju kelas.
Randi yang mengikutiku sambil memintaku agar tidak marah lagi. Ini adalah pertama kalinya aku marah pada randi.
Mulai saat itu hubungan aku dan randi mulai merenggang, tidak seperti biasanya lagi. Dan aku mulai deket dengan boy.
Kurang lebih setelah 1 bulan kita deket kita jadian. Randi yang mengetahuinya tidak pernah suka.
Berkali kali juga randi mengingatkan ku kalau boy tidak baik, dan aku selalu mengabaikan perkataannya.
Walaupun sikapku dingin ke randi tapi dia selalu jagain aku, sampai kalau aku tau bahwa boy punya pacar lagi di belakangku.
Aku patah hati di buatnya, aku menyesal karna gak mau mendengarkan randi. Dan randi selalu ada di sisiku saat itu.
“Din, udah jangan nangis lagi, dari awal aku bilang kalau dia itu gak baik, supaya kamu gak di sakitin kayak gini. Aku gak mau kamu di sakitin sama cowok itu” jelas randi
“Aku nyesel karna selama ini gak pernah mau dengerin perkataan kamu, aku bener bener nyesel” kata ku
“Cowok kayak gitu gak pantas buat kamu tangisin, gak ada gunanya” kata randi.semenjak itu aku dan randi kembali deket seperti sebelumnya. Bahkan randi lebih posesif dari biasanya.
Semenjak itu gak masalah bagiku kalau dia lebih posesif, karna dia orang yang gak pernah buat aku nangis.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Resep sapo tahu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *