• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Takdir telah mempertemukan kita

Bypramayanti

Agu 23, 2021

Jam tangan ku menunjukkan pukul 12.05 siang, aku langsung menuju ke parkiran kantor tempat mobilku di parkirkan.
Aku langsung melajukan mobil dan meninggalkan parkiran kantor menuju ke sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari kantorku.
Aku pergi cuma sendiri untuk bertemu dengan teman ku ketika kuliah dulu. Aku sampai di cafe tempat kami janjian untuk bertemu.
Aku langsung melangkah masuk ke dalam cafe dan aku melihat dia duduk di sebuah meja yang dapat melihat indahnya suasana dari tempat itu, cafe dengan model outdoor dengan pemandangan yang indah.
Langsung aku menuju ke arah dia, dan ternyata dia juga mengajak temannya. “Heyy.. udah dari tadi ya” tanyaku pada zaki.
“Gak juga kok” jawab zaki.
Aku langsung menuju kursi yang masih kosong di samping zaki.
Aku kaget karna ternyata teman yang bersama zaki itu adalah putra, sahabat zaki dan sahabatku juga yang pernah menjadi pacarku waktu itu.
“Eehhh…. putra,” sapaku yang mulai canggung. Bagaimana tidak, semenjak kita putus 2 tahun yang lalu kita tidak pernah bertemu lagi.
Walaupun di beberapa kali ada kesempatan untuk kita bertemu tapi aku selalu memilih untuk tidak datang, karna begitu berat bagiku untuk bisa bertemu dengan putra lagi setelah kami putus.
Dan hari ini zaki sama sekali tidak memberitahu ku bahwa dia ngajak putra juga.
“Apa kabar din” tanya putra.
“Alhamdulillah baik put” jawabku.
Aku tidak tau harus bersikap bagaimana, “udah pada pesen?” Tanyaku mencairkan suasana.
“Belum” jawab zaki
Aku memanggil waiters untuk memesan makanan.
“Selamat SE ya din” kata putra sambil menyodorkan sebuah kado.
“Makasih, ini apa” tanyaku.
“Ini hadiah wisuda buat kamu, dulu aku pernah janji akan ngasih kamu kado ketika wisuda, tapi baru bisa aku kasih sekarang” jelas putra.
“Makasih banyak ya” kataku sambil mengambil kado itu.
“Ini hadiah dari aku din” kata zaki, sambil memberikan hadiahnya.
“Makasih zaki” jawabku.

BACA JUGA :   Baca ini disaat kamu lupa untuk tidak "bersyukur"

“Gimana kuliah kalian?” Tanyaku pada zaki dan putra.
“Jangan lupa datang ya kamis depan kami wisuda di aula kampus” jawab putra.
“Wahhh… udah S. pd nih,” goda ku pada mereka
“Selamat S. Pd untuk kalian, inshaallah aku usahakan datang” jawabku sambil tersenyum.
“Heheh… makasih din” jawab mereka.
“Aku ke toilet bentar ya” kata zaki sambil beranjak meninggalkan kami.
“Gak nyangka ya din, hari ini kita bisa ketemu lagi setelah sekian lama” kata putra yang berusaha mencairkan suasana.
“Hhhmmmm… iya put. Ternyata allah punya rencana lain untuk mempertemukan kita lagi” kataku.
“Maaf ya kalau cara aku waktu itu buat kamu kecewa” jelasnya
“Itu udah masa lalu put, dan sekarang aku udah bisa nerima semuanya, mungkin memang cara itu yang terbaik, aku harus kecewa dan patah hati agar aku kuat.” Kataku.
“Kamu tambah dewasa ya sekarang, beruntung cowok yang mendapatkan kamu kelak, mendapatkan perempuan cantik, dewasa pemikirannya, baik, pekerja keras juga” kata putra
“Aku masih belajar untuk menjadi lebih baik kok, mudah mudahan aku mendapatkan laki laki yang merasa beruntung memiliki aku kelak” jawabku.
Tiba tiba makanan yang kami pesan datang dan zaki juga sudah kembali dari toilet.
“Ada yang lagi nostalgia nih” goda zaki pada kami. Karna zaki satu satunya sahabat kami yang mengetahui cerita yang terjadi antara aku dan putra.
“Apaan sih,” jawabku dengan wajah yang agak kesel.
Kami masih berbincang bincang sambil makan.
“Oiyaa… gimana rasanya udah kerja din?” Tanya zaki.
“Alhamdulillah enak, selagi di jalani dengan ikhlas dan jangan suka ngeluh” jawabku.
“Udah berapa lama kamu kerja din” tanya putra
“Baru 4 bulan put” jawabku.
“Pasti ada cowok ganteng di kantor kamu kan” goda zaki lagi
“Alhamdulillah zak, cowok cowok yang kerja di kantor ku ganteng ganteng gak ada yang cantik” jawabku sambil tertawa.
“Iihhh…. kamu, gak berubah ya din” kata zaki yang agak kesal dengan jawabanku.
Aku dan putra hanya tertawa melihat wajah zaki yang kesel.
“Apa tanya kalian siap wisuda? Mau cari kerja, lanjut ambil S2 atau wisuda baju merah?” Tanya ku sambil tertawa
“Mau cari kerja din” jawab zaki.
“Kalau aku mau wisuda baju merah sama kamu” kata putra yang seketika membuat aku kesel.
“Nih minum dulu” kata putra sambil menyodorkan segelas air minum padaku.
Aku langsung mengambil air itu dan meminumnya.
“Yaaa… jadi obat nyamuk, kayaknya bakal ada yang CLBK lagi” celetuk zaki sambil menghabiskan makanannya.
Kami lanjut untuk menghabiskan makanan dan jam tanganku sudah menunjukkan pukul 13.10
“Aku gak bisa lama lama nih, harus balik kerja lagi” kataku.
“Yaudah kita juga mau langsung pulang” kata zaki.
Sebelum kita keluar dari kafe itu kita mengabadikan momen dengan berfoto, sayang kalau tidak di abadikan apalagi dengan pemandangan yang begitu cantik.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama aku kembali foto berdua dengan putra.
Setelah selesai foto kita langsung menuju parkiran.
“Btw sekali lagi makasih ya buat hadiahnya” kataku.
“Iya sama sama din” jawab putra.
“Iyaa.. tapi lo harus datang pas wisuda kita” kata zaki.
“Inshaallah aku usahain datang, tenang aja” jawabku.
Kita sama sama pergi meninggalkan parkiran cafe, aku yang kembali menuju tempat kerja dan putra bersama zaki pulang. Di perjalanan aku masih gak nyangka bertemu putra lagi.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *