• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Puisi : Cinta Tak Sampai

ByPaskalis

Agu 22, 2021

Aku mengenal mu tak cukup lama hanya sepintas waktu, tapi perasaan ini kian menggebu-gebu menjadi tak karuang hingga menjadikan pusaran air laut menggulung dan terbawah arus.

Begitu banyak syair cinta yang ku kenang, saat kau berikan dan kini sudah tertanam, bait demi bait engkau lantungkan disaat itu.

Kau mengajarku mengerti hidup ini.Katamu, kita terlahir karena cinta, hidup karena cinta,
Dan maut pun tak kuasa melawan cinta.

Mengenalmu adalah sebuah keindahan,
Mencintai mu adalah sebuah berkah,
Dan memilikimu adalah sebuah anugrah.

Cinta tak sampai…
Berpisah dengan mu adalah kehilanganku,
Kehilanganmu adalah petaka,
Melepaskanmu adalah perceraian akan diriku.

Cinta tak sampai..
Aku disini harus berakhir oleh waktu, dari waktu, untuk waktu,
Dan hanya waktu dapat menjawab,tak lebih hanya menjawab dalam kebisuhan hati.

Cinta tak sampai..
Terkadang suara hati berbisik lembut, mengucapkan selamat jalan, hanya untuk mu adinda ku Amadi Clarita. Tapi ku katakan tidak.

Di bawah bumi Port Numbay aku menanti. Di sini pernah kita sampaikan soal penantian hati.
Tentu aku masih disini, tetap disini, aku tidak berpaling karena disini katamu.

Namun, sudah sekian lama kabar yang tak pasti, waktu yang tak pasti, bahkan tak tahu lagi bagaimana soal bisikan suasana hati nurani yang yang katanya engkau telah berpaling dan mendua.

Sebuah beban kusam perasaan dan luluh termakan waktu.
Ku Tak Tahu, Kapan harus begini, menunggu mu, seakan aku bercumbu angan dan ilusi, menjadi nyata.

Bila kelak telah berubah isi hati dan perasaan kita berdua. Lebih baik, lupakan harapan dan angan-angan ini. Bila perlu kuburkan semua itu.

Anggap saja aku ini orang gila yang berteman dengan ilusi di dada, karena masih mempercayai cinta dan ketulusan yang tidak relevan dengan dunia sekarang ini.

BACA JUGA :   Aku Terluka Lagi

Aku masih mempercayai soal cinta, kesetiaan, ketulusan,
Masih mempercayai soal janji manis,dan masih mempercayai soal bibir dan hati sejalan.

Cinta tak sampai…
Akankah berakhir sampai disini. Teruntuk mu Amadi Clarita..

Di Port Numbay, aku menulis keluh kesah ku.

Paskalis (29)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!

Paskalis

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *