• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Gelar sarjana harus ku dapatkan

Bypramayanti

Agu 22, 2021

Hari ini adalah hari yang paling dinantikan, bukan hanya oleh ku tapi juga bagi kedua orangtua ku. Bisa melihat dan menyaksikan anaknya memakai toga dan menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Hari ini aku resmi mendapatkan gelar SE dengan predikat cumload. Aku juga mempersembahkan lagu bunda pada waktu itu.
Setelah selesai aku mempersembahkan lagu bunda, Aku lihat kedua orang tua ku yang tersenyum bahagia, aku jalan menghampiri mereka “terimakasih bu, pa” kataku sambil memeluk mereka.
Tanpa ku sadari, aku menitihkan air mata bahagia karna bisa membuat kedua orang tua ku tersenyum. Aku memang tidak seberuntung teman temanku yang lain.
Banyak hal yang harus aku lewati, mulai dari masalah ekonomi, orang orang terdekat yang justru malah meremehkan ku, belum lagi aku anak perempuan pertama yang harus kuat apapun yang terjadi.
Orang tua ku hanya bekerja sebagai petani, dengan itulah mereka membiayai pendidikan aku dan kedua adikku yang masih duduk di bangku smp dan sma.

Aku ingin mewujudkan mimpi kedua orang tua ku, mereka ingin melihat aku sukses, bisa sampai ke tingkat sarjana, dan menjadi motivasi bagi kedua adikku agar juga memiliki pendidikan sampai ke perguruan tinggi.
Alhamdulillah aku mendapatkan beasiswa di kampus yang banyak di minati dan lumayan susah untuk bisa kuliah di sana.
Ketika kuliah aku tinggal di kos kosan karna jauh dari kota tempat tinggalku. Walaupun mendapatkan beasiswa tapi semua itu tidak bisa menutupi semua kebutuhan ku selama kuliah.
Mana mungkin aku meminta uang kepada orang tua ku, walaupun aku masih jadi tanggung jawab mereka tapi masih ada 2 adikku yang juga memerlukan uang untuk biaya sekolah mereka.
Aku mencari cara untuk bisa mendapatkan uang sendiri. Mulailah aku memulai berbisnis online, menjual barang barang yang di perlukan oleh mahasiswa.
Mulai dari jualan hijab, baju, aksesories dan yang lainnya. Awal awalnya memang susah bahkan dalam sehari tidak ada yang membeli.
Aku harus memiliki pekerjaan tambahan lainnya, akhirnya aku bekerja di salah satu fotocopy di dekat kampus. Di selala sela jam kuliah aku bekerja di fotocopy sampai jam 8 malam di tambah juga dengan bisnis online ku.
Bukan hal mudah untuk ngatur waktu antara kuliah, tugas kuliah dan juga bekerja. Tak jarang aku menyelesaikan tugas kuliah sampai larut malam.
Disaat teman teman kamarku sudah lelap tidur aku masih harus mengerjakan tugas walaupun dengan mata yang begitu berat dan badan yang lelah. Aku hanya tidur 4 atau 5 jam setiap harinya.
Walaupun kerja dan jam tidur yang kurang bukan berarti membuat prestasiku menurun, di setiap akhir semester aku selalu mendapatkan ipk yang sempurna.

BACA JUGA :   Menantikan Debut Romelu Lukaku Bersama Chelsea

Disaat teman temanku libur semester mereka pulang ke rumahnya tapi bukan dengan ku. Aku pulang setahun 1 kali dalam 2 semester, Yaitu ketika libur lebaran.
Selama libur aku memilih untuk bekerja. Selama libur semester aku libur kerja di fotocopy karna hanya mahasiswa akhir aja yang ke kampus.
Selama libur aku bekerja di tempat lain, lumayan uangnya bisa untuk kebutuhan ku dan ditabung. Aku juga tidak mendapatkan uang saku dari orangtua ku.
Sebagai anak pertama membuatku harus mandiri, dan bahuku harus kuat. Meski aku jauh dari kedua adikku, aku selalu menyempatkan waktu untuk menanyakan soal sekolah mereka.
Aku ingin kedua adik ku juga bisa melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi. 2 bulan selama libur semester aku mendapatkan uang lumayan banyak untuk memenuhi semua kebutuhan ku.
Setiap pulang sebelum lebaran aku selalu membelikan baju untuk kedua orang tua ku dan juga kedua adikku, dari uang hasil kerja ku ketika libur semester yang selalu aku sisihkan.
Ketika libur lebaran, sesampainya aku di rumah kedua adikku lamgsung menghampiriku. Mereka begitu bahagia melihatku pulang, begitu juga dengan kedua orangtua ku.
Aku langsung memberikan hadiah yang aku bawa untuk mereka. Ibu memangis dan memelukmu sambil berkata, terima kasih nak selalu memberikan yang terbaik untuk kami.
“Papa malu nak, seharusnya papa yang membelikan semua ini untuk kalian, papa yang memberimu uang untuk kebutuhanmu, tapi justru kamu harus mencari uang sendiri untuk kebutuhan mu disana” kata papa yang membuatku sedih.
“Pah, bu alhamdulillah kakak punya sedikit rezeki, gapapa kok, kan ini keinginan kakak untuk membelikan semua ini untuk papah, ibu dan juga adik adik. Kakak inshaallah bisa cari uang sendiri kok pah, kakak gapapa gak usah di kasih uang saku lagi” jawabku.

BACA JUGA :   Dulu Berbagi Kamar dengan 9 Orang, Mukesh Ambani Kini Punya Rumah Termahal di Dunia dan Paling Tajir se-Asia

Kakak pulang bukan untuk bikin sedih kayak gini, kataku sambil tersenyum. Saat ini aku masuk semester 6 dan adik perempuanku baru saja naik ke kelas 3 sma dan adik laki laki ku baru naik ke kelas 3 smp.
Aku selalu bilang ke mereka untuk rajin belajar dan melanjutkan sampai ke perguruan tinggi.
Satu hari sebelum aku kembali pulang ke kos karna perkuliahan semster 6 akan di mulai, ” kak kalau dinda gak lanjut kuliah cuma sampai sma aja gapapa kan kak?” Kata dinda adik permpuanku.
“Kenpa gak mau lanjut kuliah, bukannya kamu pengen jadi dokter?” Tanyaku dengan sedikit kaget karna perkataannya.
“Biaya untuk masuk kuliah kedokteran itu mahal kak, belum lagi biaya untuk rehan yang akan tamat smp dan masuk sma, gak mungkin aku membebani papah sama ibu untuk biaya kuliah aku kak” jelas dinda.
“Masih ada kakak, pokoknya kamu harus kuliah. Kamu jangan pikirin soal uang, biar kakak yang mikirin” kataku.
“Tapi kakk…” perkataan tinda terhenti karna aku pergi meninggalkan dia.
1 beban tambahan lagi bagi ku, harus mendapatkan uang lebih untuk biaya masuk kuliah dinda.
Jam 10 pagi aku harus pergi menuju kos, aku berpamitan kepada ibu dan papah, “rehan jadi anak baik ya dek, yang pinter sekolahnya, nurut sama papah, ibu, kak dinda ya dek” pesanku ke rehan sambil memegang bahunya.
Rehan hanya mengangguk.
“Dinda ingat pesan kakak, kamu sekolah yang pinter, kamu harus mewujudkan impian kamu jadi dokter. Setelah lulus sma kamu harus daftar untuk kuliah kedokteran, gak perlu mikirin soal biaya, kalau kamu mau, kamu bisa menawarkan jualan online kakak ke temen temen kamu, nanti kalau ada yang pesan, kakak kirim barangnya ke kamu dan uangnya bisa kamu tabung” kataku
“Iya kak” jawabnya.

BACA JUGA :   Sejarah kota Balikpapan

“Rehan boleh juga gak kak?” Tanya dia padaku
“Boleh donk, asalkan rehan mau, dan rehan harus janji sama kakak kalau uangnya harus di tabung” jawabku
“Siap kakk,, rehan janji uangnya bakal rehan tabung” katanya sambil tertawa.
Aku tersenyum melihat rehan.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *