• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Dia membuatku seperti dulu lagi

Bypramayanti

Agu 22, 2021

Namaku aruni, orang orang di sekolah ku berpandangan kalau aku itu cewek yang cuek dan dingin terutama terhadap cowok. Tapi bagi orang orang yang dekat dengan ku menganggap pandangan seperti itu salah.

Aku sebenarnya orang yang gak suka basa basi, to the poin terhadap apapun, dan peduli terhadap orang orang terdekatku. Orang yang menganggap aku cuek itu orang yang tidak tau bagaimana aku yang sebenarnya.

Orang selalu menilai seseorang dari cover nya. Padahal pribadi dan hati orang itu berbeda dari covernya. Dan hari ini ada murid baru yang masuk di kelasku.
Cowok ganteng, kulit putih, badan atletis, cowok idaman para cewek. Dia anak pindahan dari luar kota, namanya rio. Guru menyuruhnya duduk di bangku yang masih kosong.
Hari ini giliran kelasku yang ada pelajaran olahraga, seperti biasa 2 jam sebelum istirahat pelajaran olahraga di mulai. Setelah semua murid ganti baju dan menuju lapangan basket. Aku merupakan satu satunya anggota tim basket di sekolahku, kita sering mengadakan lomba dengan sekolah lain.
Tidak di pungkiri lagi, sekolah ku selalu menjadi juara 1. Dan olahraga hari ini kita di suruh main basket, dimana tim aku harus melawan tim rio. Selama permainan tim aku selalu berhasil memasukkan bola ke dalam ring.
Mungkin karna terlalu capek karna 2 hari kemaren aku dan tim sekolah bertanding dengan sekolah lain, aku yang kurang istirahat dan badanku hari ini lagi tidak enak.
Beberapa kali aku merasa pusing ketika berada di lapangan, yang pada akhirnya tim rio berhasil untuk memasukkan bola, sekarang posisi kami imbang dengan skor yang sama.
Ketika aku mau menangkap bola tiba tiba pandangan aku hitam dan aku jatuh pingsan. Rio dan teman temanku yang lain membawaku ke uks, aku lumayan lama untuk sadar.
Ketika aku sadar orang pertama yang aku liat yang ada di sampingku itu adalah rio. “Alhamdulillah kamu udah sadar, minum dulu nih” kata rio sambil menyodorkan segelas teh padaku.
Aku berusaha bangun dan meminum teh itu. “Makasih” kataku.
” yaudah kamu istirahat aja dulu, aku balik ke kelas dulu” katanya.
Hhhmmmm….
Rio pergi meninggalkan uks dan menuju kelas.
Aku kembali istirahat di uks. Dan pulang hari ini di percepat karna ada acara yang melibatkan semua guru.
Nanda, revan, dinda uci dan reni menghampiriku ke uks.
Dan kami langsung menuju keluar untuk pulang.
Tiba tiba rio menghampiri kami, dan menawarkan diri untuk mengantarkanku pulang.
Dan aku menolaknya karna aku juga bawa mobil dan bareng sama teman temanku yang lain.
Keesokan harinya pas aku latihan tiba tiba rio datang bersama pelatih, dan pelatih menyuruh kami latihan bersama karna rio sudah bergabung ke dalam tim basket sekolah.
Aku hanya bisa mengiyakan kata kata pelatih. Semenjak itu rio selalu mendekatiku, dan aku maaih bersikap sama padanya.
Di tengah tengah pertandingan dengan sekolah lain tiba tiba kakiku keseleo, rio dengan sigap menghampiriku dan membopong ku ke pinggir lapangan. Kenapa dia baik banget, padahal kan aku bersikap dingin padanya ” gumamku dalam hati.
Untuk pertama kalinya aku menerima tawaran dia untuk mengantarkanku pulang, di perjalanan dia mengatakan kalau dia menaruh hati padaku semenjak pertama kali dia masuk di kelasku.
Aku masih tidak yakin dengan perkataannya, bagaimana bisa dia menaruh hati padaku yang selalu bersikap dingin padanya.
Aku tau kamu bersikap cuek dan dingin karna kamu pernah di kecewain sama cowok kan, dulu kamu orang yang hamble sama semua orang.
“Bagaimana kamu bisa tau semua itu?” Tanyaku dengan penuh curiga
“Aku sudah dari dulu mengenal kamu, dari kecil bercita cita menjadi atlet basket, setiap hari latihan, dan masih banyak lagi yang aku ketahui dari kamu” jawabnya sambil tersenyum melihatku yang masih tidak heran.
“Kamu siapa sebenarnya, hanya teman masa kecilku yang mengetahui semua itu” jelasku.
“Aku anak laki laki yang setiap hari selalu kamu ajak untuk latihan basket di lapangan kompleks, yang melihat bagaimana perjuanganmu untuk mencapai keinginan itu, anak laki laki yang memberi kamu bola basket waktu dia akan pergi” jelasnya.
“Apa kamu kenal dengan galang?” Tanya ku
“Galang putra itu aku aruni, setelah aku pindah orang tua ku mengganti namuku menjadi rio putra, karna aku sempat sakit sakitan. Waktu smp sekolah kita pernah bertanding waktu itulah untuk pertama kalinya lagi alu melihat kamu, tapi kamu tidak mengenaliku. Pada saat itu kamu masih seperti aruni yang aku kenal waktu kecil. Di setiap pertandingan aku selalu hadir untuk melihat kamu, dan di situ kamu mulai dingin dan cuek.

BACA JUGA :   Pak Kowi dan Gagasan-gagasan Millenialnya

Aku mencari tau semua itu ternyata kamu seperti itu karna di sakitin sama cowok. Dan sampai sekarang kamu tidak mau pacaran lagi. ” jelasnya
“Yang kamu katakan itu semuanya bener, dia membuat aku patah hati, jelasku.
“Tapi kenapa kamu gak pernah bilang kalau kamu itu galang teman kecilku?” Tanyaku
“Aku ingin membuatmu seperti sebelumnya lagi” katanya.
Tidak terasa aku sudah sampai rumah, rio langsung pulang setelah mengantarkan, aku masih tidak menyangka akan ketemu sama dia lagi.
Di sekolah aku menyapanya. “Hai galang” sapaku sambil tersenyum
“Hay… gimana kakinya?” tnya rio
“Udah agak baikan,” jawabku.
Teman teman di kelas heran melihatku karna manggil rio dengan sebutan galang. ” aku gak papa kan manggil kamu galang bukan rio?” Tnya ku,
” aku pengennya rio tapi kalau itu membuat kamu senang gak papa deh di panggil galang” jawabnya.

Aku hanya tertawa mendengar jawaban rio.. dan semenjak itu aruni yang dingin dan cuek berubah menjadi aruni yang ramah, humble sama semua orang. Aku dan rio kami pun jadian, dan menjadi best couple di sekolah, dan tim basket sekolah ku selalu mendapatkan prestasi.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *