• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Tol Cisumdawu Pertama RI yang Tembus Bukit, Ini Rahasia di Baliknya

ByDjuan Revi

Agu 21, 2021

Jakarta – Pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan memiliki pemandangan yang menarik. Ada dua terowongan yang menembus bukit.
Terowongan ini ada untuk mengakses Bandara Kertajati dan memiliki panjang 472 meter dan lebar 14 meter.

Tol Cisumdawu ini merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia. Nah cara untuk menembus perbukitan ini adalah dengan inovasi teknologi terowongan.

Inovasi ini perlu dilakukan karena Indonesia memiliki wilayah topografi yang beragam mulai dari dataran rendah, perbukitan hingga pegunungan.

Teknologi terowongan ini dilakukan dengan inovasi New Austrian Tunneling Method (NATM). Teknologi ini sukses diterapkan dan berguna dalam menguatkan tanah sebelum penggalian.

Teknologi NATM merupakan metode modern terowongan desain dan konstruksi mempekerjakan pemantauan canggih untuk mengoptimalkan berbagai teknik penguatan dinding berbasis pada jenis batuan di daerah pegunungan yang ditemui saat penerowongan berlangsung.

Jadi teknologi NATM mengintegrasikan prinsip-prinsip perilaku massa batuan di bawah beban dan memantau kinerja konstruksi bawah tanah selama konstruksi, serta digunakan untuk penggalian tanah lunak dan pembuatan terowongan di sedimen berpori. Teknologi ini juga memungkinkan penyesuaian langsung serta penggalian di bawah tanah dalam detail konstruksi.

Sebagai informasi, terowongan Tol Cisumdawu merupakan terowongan Jalan Tol terpanjang di Indonesia, serta merupakan Jalan Tol pertama yang memiliki terowongan. Terowongan kembar yang ada pada Jalan Tol Cisumdawu memiliki panjang 472 meter dan lebar 14 meter.

Lokasi terowongan Tol Cisumdawu ini berada di desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat Seksi II ruas Rancakalong-Sumedang.

Jalan Tol yang terdiri dari 6 Seksi ini diharapkan tuntas seluruhnya di akhir tahun 2021. Kehadiran Tol Cisumdawu akan terhubung dengan Jalan Tol Akses Bandara Kertajati sehingga akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam hanya menjadi 1 jam.

BACA JUGA :   Little Green Canyon, Wisata Alam di Kabupaten Karawang

Sylke Febrina Laucereno – detikFinance

Djuan Revi (303)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Bagikan Yok!

Djuan Revi

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *