• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Pertemuan yang tak terduga

Bypramayanti

Agu 21, 2021

Hari ini aku memutuskan untuk pergi ke jogja, mengunjungi abang yang tinggal di sana bersama istrinya selama 6 bulan, sekalian aku bisa pergi liburan. Setelah aku lulus kuliah dan mulai bekerja di sebuah perusahaan, akhirnya sekarang aku bisa ambil cuti libur sebentar.
Aku sudah membayangkan sesampainya di jogja ingin mengunjungi semua tempat wisata disana, semua itu tidak sesuai dengan yang aku harapkan. Sesampainya di jogja, hari pertama aku hanya di rumah karna abangku mendadak harus pergi ke luar kota dan kakak istrinya juga pergi kerja dan gak bisa ambil libur cuti.
Suasana yang membuatku menjadi bosan. Setelah kakak pulang kerja dan melihat aku yang bosan di rumah dia mengajakku pergi keluar untuk menikmati udara malam kota jogja. Sudah lama rasanya aku tidak menikmati udara malam tanpa harus memikirkan kalau besoknya harus kembali kerja.
Hari ke dua aku di jogja pagi pagi aku sudah siap siap. “Mau kemana, udah rapi banget?” Tanya kakak iparku,
“Aku bosan di rumah aja kak, cuma berdua sama mbak disini, boleh gak aku ngantar kakak ke tempat kerja dari pada kakak harus pakai taksi online” kataku.
“Boleh banget kalau kamu memang mau, biasanya kan kakak pergi kerja bareng abang, lagian kakak juga gak bisa bawa mobil juga” jawabnya.
Aku hanya tersenyum mendengar perkataan kakak.
Setelah kami selesai sarapan, aku langsung menuju garasi untuk memanaskan dan mengeluarkan mobil. Aku sangat eksaitit untuk mengatar kakak,, yaa sekaligus aku bisa melihat lihat kota jogja.
Setelah kakak sampai di kantornya, aku langsung pergi dan keliling sebentar melihat kota jogja dan lanjut pulang.
Aku tengah duduk di teras sambil chatingan dengan pacarku, “lagi santai ya” sapa seorang ibuk ibuk di depan pagar. “Iya buk” jawabku sambil senyum.
“Saudaranya ana ya?” Tanya ibuk itu.
“Iya buk, saya adek dari suaminya kak ana” jawabku sambil menghampiri ibuk itu.
“Kapan datang?” Tanya dia lagi.
“Udah 2 hari disini buk, sini mampir dulu buk” tawar ku.
Dan ibuk itu mampir dan mengobrol denganku di teras. Ternyata beliau adalah tetangga nya kak ana, rumahnya persis di samping rumah kak ana. Beliau juga ramah, baik juga.
“Gak pergi jalan jalan nak?” Tanya ibu itu.
“Pengen nya iya buk, kesini sekalian mau pergi liburan juga, tapi kakak juga lagi kerja gak bisa ambil cuti libur dan abang mendadak harus pergi ke luar kota, jadinya cuma di rumah aja buk” jawabku.
” kebetulan anak ibuk juga lagi ada di rumah, nanti ibuk bilang ke dia supaya ngajak kamu pergi jalan jalan” katanta.
” gak papa buk, takut nanti ngerepotin anak ibuk” jawabku.
” gak papa dia pasti juga senang, lagian udah 5 hari dari dia pulang selalu di rumah aja,” jelas ibuk itu.
“Emangnya sebelumnya anak ibuk di mana?” Tanya ku
“Dia kerja di surabaya, jadi baru pulang” jelas ibu itu
Tiba tiba telpon rumah berbunyi, aku langsung menuju ke dalam untuk mengangkat telpon itu, setelah selesai aku menutup telpon terdengar suara ibuk itu berbicara dengab laki laki di teras rumah, aku langsung menuju ke teras menghampiri ibuk tadi.
Aku kajet tiba tiba ada zidan yang sedang mengobrol dengan ibuk itu,
“Zidan” kataku dengan kaget.
“Ulan” jawab zidan yang juga kaget karna melihat aku.
“Kalian udah saling kenal?” Tanya ibuk itu
“Iya buk” jawabku.
“Zidan ini anak ibuk, zidan ajak ulan jalan jalan kasian dia di rumah aja” kata ibuknya zidan.
“Iya ma” jawab zidan singkat.
“Nak, ibuk kerumah dulu ya, mau masak dulu, zidan kamu di sini aja dulu ngobrol sama ulan” kata ibuknya.
“Iya buk” jawabku. “Iya ma” jawab zidan.
Langsung mamanya zidan pergi meninggalkan kami.
Aku yang masih berdiri karna kaget zidan ada di rumah dan dia ternyata tetangga kakak ku.
“Gak mau duduk?” Tanya zidan
“Iya” jawabku sambil menuju ke kursi untuk duduk.
“Gak nyangka ya kita ketemu lagi” kata zidan.
” iya, dan gak nyangka juga bisa ketemu di sini” jawabku.
Zidan tersenyum melihatku.
” kamu masih kecewa ya sama aku karna waktu itu” tanya zidan.
” itu kan masa lalu, untuk apa lagi kita bahas sekarang” jawabku.
Zidan itu adalah mantan pacarku ketika kuliah di surabaya. Kita sama sama kuliah di surabaya tapi dengan jurusan yang berbeda.
” kamu kerja di surabaya ya???, soalnya tadi mama kamu bilang kalau anak dia juga kerja di surabaya dan baru pulang, aku gak tau kalau ternyata itu kamu” tanya ku.
” iya,,, aku kerja di tempat om..” jawabnya.
“Tempat om yang kamu tinggal waktu kuliah?” Tanya ku
“Iya, masih inget kamu ternyata ya” kata zidan sambil tersenyum.
Aku hanya tersenyum mendengar perkataan zidan.
” kamu kerja dimana sekarang?” Tanya zidan padaku.
“Aku kerja di surabaya juga” jawabku.
“Ngontrak di sana?” Tanya dia lagi.
” alhamdulillah punya rumah disana, di samping tempat tinggal kamu waktu kuliah dulu” jawabku.
” aku sampai sekarang masih tinggal disana, kok gak pernah liat kamu? Waktu itu aku pernah liat orang yang mau beli rumah itu tapi aku gak liat kamu waktu Itu?” Tanya zidan.
“Ooohhh.. iya waktu itu aku masih kerja di malang, dan om aku ngasih tau kalau ada rumah yang mau di jual karna aku lagi cari cari rumah juga di surabaya. Tapi waktu itu yang pergi liat cuma papa sama ibu yang di temani sama om. Justru aku baru tau kalau rumah itu di samping tempat kamu tinggal dulu.” Jelasku.
” di surabaya kita tetangga dan disini juga ya” kata zidan.
“Iya” jawabku.
“Jadi kamu pergi liburan ke sini?” Tanya zidan.
” aku kesini mau nengok abang sama kakak sekalian liburan, tapi ya cuma di rumah aja” kata ku.
“Nanti sore kita jalan jalan yuk” ajak zidan
“Nanti???, kemana??” Tanya ku.
” disini ada tempat yang bagus untuk liat senja, kamu suka senja kan” jelasnya
“Oke,, tapi sepulang aku jemput kakak ke kantornya ya, soalnya tadi aku udah janji mau jemput” kataku.
“Gak masalah, nanti sore aku panggil ya” kata zidan.
“Oke” jawabku.
Dan zidan pulang kerumahnya, aku juga masuk ke kamar dan memainkan hp di atas kasur.
Setelah aku pulang menjemput kakak, aku dan zidan langsung pergi ke tempat yang di katakan zidan.
Aku sungguh terpukau melihat tempat yang indah itu, dapat melihat senja yang cantik dari tempat itu.
” bagus banget” kataku pada zidan
” aku tau kamu suka liat senja, makannya aku ngajak kamu kesini, katanya
“Makasihh zidan” kata ku, yang begitu senang melihat tempat itu.
Aku juga gak lupa untuk mengabadikan moment itu, langsung aku memotret dengan kamera yang aku bawa.
“Lan aku mau ngomong” kata zidan yang duduk di samping ku.
“Ngomong aja dan” kataku yang masih sibuk untuk memgambil foto.
“Lan aku mau kita balikan lagi” kata zidan
Aku yang tengah asik mengambil foto langsung terdiam dan melihat ke arah zidan.
“Becanda aja sih dan” jawabku sambil sedikit tertawa karna suasana yang mulai berbada setelah kata kata zidan itu.
“Seris lan” jawab zidan dengan ekspresi serius.
“Dan kamu mau kita menjauh seperti kemaren kemaren lagi. Setelah kita putus dan bertahun tahun kita seperti orang asing dan putus komunikasi, sekarang setelah kita bertemu dengan tidak sengaja dan berteman baik lagi kamu mau kita seperti orang asing lagi,”
“Lagian sekarang aku juga sudah punya pacar” jelasku.
“Tapi kita bisa memulainya lagi, dan belajar dari kesalahan kemaren. Aku masih sayang sama kamu, bahkan ketika aku liat kamu ngobrol sama mama semakin membuat aku tambah suka sama kamu, dan mama juga suka sama kamu” jelasnya.
” zidan,, kita sahabatan aja ya, karna aku gak mau lagi kita seperti orang asing seperti yang oernah terjadi.” Jawabku.
Seketika aku tidak nyaman dengan suasana itu, kita pulang yuk ” ajak ku.
“Tapi kamu kan belum melihat indahnya malam dari sini” kata zidan
“Lain kali aja” aku pengen pulang.
Selama di perjalanan pulang aku lebih banyak diam, karna aku tidak tau harus bagaimana, saat ini aku punya pacar dan aku sayang sama dia, tapi aku gak tau harus bagaimana dengan perasaan zidan.
Sesampainya di rumah, makasih yaa ” kataku sambil keluar dari mobilnya.
Aku langsung masuk rumah dan menuju ke kamar untuk merebahkan badan di kasur.
Hp ku bergetar dari dalam tas, dan ternayata rio pacarku yang menelvon.
“Hay sayang, gimana disana?” Tanya rio
“Sekarang masih banyak di rumah aja” jawabku.
Kali menelpon hingga larut malam, ketika aku ingin tidur tiba tiba sebuah pesan masuk.
“Ulan, maaf kalau yang aku katakan tadi buat kamu gak nyaman” ternyata itu dari zidan.
Aku hanya membaca tanpa membalas pesan itu.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Sepotong Elegi Tipis Bab 10 Separuh Jiwaku Telah Hilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *