• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kamu Paklawan Ku

ByPaskalis

Agu 21, 2021 ,

Buku “Kamu Paklawan ku” adalah cara anak-anak menghadapi Covid-19. Sebuah buku dongeng yang mengedukasikan setiap anak di seluru dunia untuk berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Buku ” Kamu Paklawan ku” di kembangkan oleh beberapa Non Government organizations (NGO) dan di dukung para pakar, Orang tua, pengasuh, guru-guru serta anak-anak di 104 negara.

Mereka mengkaji tentang kebutuhan terkait kesehatan jiwa dan psikososial anak saat pademi Covid-19.

Dengan buku ini, Pekerja sosial, Tenaga Kesejahteraan sosial bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) yang di dukung oleh Unicef melakukan sosialisasi kepada komunitas masyarakat di sekolah minggu, pondok pesantren, dan anak-anak di Lembaga Kesejahteraan sosial anak (LKSA), di kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom, Papua.

Di dalam buku dongeng ” Kamu Paklawan ku” menceritakan tentang anak-anak bisa menjadi paklawan.

Dalam buku dongeng ini mengulas soal cara anak-anak menghadapi pandemi covid-19 dan mereka bisa menjadi paklawan karena setiap anak memiliki keistimewaan.

Sarah adalah tokoh utama dalam buku “Kamu Paklawanku”, ulasan cerita cukup menarik, dimana cuplikan jalan cerita mudah di dipahami.

Menjelang malam Sarah bertemu dengan satu sosok makhluk menakjudkan, makhluk itu bernama Ario.

Selanjutnya, Sarah dan Ario melakukan petualangan keliling beberapa tempat untuk mengabarkan kepada setiap anak-anak tentang bahaya dan pencegaan corona virus.

Makhluk bersayap mirip ular naga itu terbang melejit tinggi dan sarah berada di punggung Ario dan terbang ke arah bintang-bintang serta menyapa bulan.

Sarah dan Ario mengunjungi anak-anak di gurun pasir dekat Piramida, disana mereka bertemu dengan seorang anak bernama Salem.

Selanjutnya, Mengunjungi sebuah desa kecil dan bertemu dengan anak perempuan kecil bernama Sahsa.

BACA JUGA :   Kisah di Balik Gaya Rambut Kak Seto yang Sejak Dulu Tetap Sama. Ikonik Sepanjang Masa!

Mereka juga mengunjungi anak Leila, dan dengan beberapa anak-anak di sebuah camp yang cukup ramai di salah satu pulau tengah lautan.

Perjalanan berikutnya nampak gunung bersalju, Ario lalu mendapati sebuah kota kecil, disana mereka bertemu dengan Kim dan beberapa anak-anak nampak bermain di sungai.

Beberapa anak di dalam buku dongeng ini mejelaskan cara mencegah corona virus.

Dimana, Salem paham untuk mengindari virus corona.

“Saat batuk, kami menutup mulut dengan lipatan siku dan tidak bersalaman, hanya melambaikan tangan dan berusaha tetap tinggal di rumah”.

Sasha menceritakan soal ayah yang sedang sakit terpapar Corona dan dia tetap di rawat dalam kamar hingga benar-benar pulih.

Disana juga terdapat camp pengungsian, ada anak kecil bernama Leila dan beberapa anak-anak sedang asik bermain di pinggiran sungai.

Leila selalu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan membilas dengan air yang mengalir.

Perjalanan terakhir ke sebuah kota kecil dekat gunung bersalju untuk bertemu dengan seorang anak bernama Kim.

Kim adalah anak yang pernah tertular Covid-19 dan dia banyak menceritakan pengalaman saat di rawat.

Kim mempunyai teman yang sangat baik, dan mereka tidak lupa menanyakan kondisinya saat sakit.

Akhir dari perjalanan panjang itu, Ario mengantarkan pulang setiap anak-anak ke rumah masing-masing.

Kekuatan super akan tinggal bersama anak-anak dan apabila ada anggota keluarga yang tertular maka segera mendapatkan pertolongan medis sehingga tidak menularkan corona virus ke orang lain.

Ada beberapa pesan dari cerita dongeng ini, antara lain, Virus Corona bisa menyerang siapa saja termaksud anak-anak dan orang dewasa dan Virus Corona adalah penyakit yang disebabkan Covid-19.

Setiap anak bisa melindungi orang yang mereka sayangi, dengan cara mengingatkan mereka untuk mencuci tangan pakai sabun dan bilas dengan air yang mengalir, apabila batuk tidak lupa menutup mulut dengan lipatan sikut tangan.

BACA JUGA :   YPMBPBI Bantu Warga Aceh Terdampak Pandemi Covid-19

Selain itu, dengan menunda perjalanan yang tidak penting dan menjaga jarak minimal satu meter.

Pademi membuat manusia tidak bisa bepergian jauh, bersalaman atau memeluk orang yang kita sayangi.

Namun dengan menelepon,kita bisa menanyakan kabar dan kondisi setiap orang yang di sayangi.

Setiap anak bisa menjelaskan Orang tua dan anggota keluarga lainnya cara mencuci tangan yang benar dan tetap tinggal di rumah. Namun, bila ingin bepergian jangan lupa memakai masker.

Dari cerita dongeng cara mencegah corona virus kepada setiap anak yang rentang dan kini mereka paham cara mencegah bahaya corona virus di tempat tinggal mereka.

Paskalis (29)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!

Paskalis

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *