• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Ketika Gerhana Tiba

ByDiki Pratama

Agu 19, 2021

Aku adalah Surya dan aku akan menuliskan sebuah cerita, tentang kisah yang memudar dalam gemerlap malam.

Sebuah kisah manis tapi juga sedikit pahit. Bagai coklat yang telah meleleh dibawah gemerlap bintang.

Dan dari semua gemerlap bintang yang ramai itu, hal indah telah terjadi.

Sebuah kisah tentang dua entitas berbeda yang ingin bersatu. dua entitas yang selalu berkutat dengan kesunyian, sepi, dan pilu.

.

coba kalian keluar, tatapalah angkasa malam yang luas, dan lihatlah siapa yang ada disana senantiasa menatap dengan senyum, dan terus terjaga ketika kalian terlelap.

Di Mars, Phobos selalu bercakap akrab bersama Deimos, sedikit lebih jauh lagi Europa, Io, Calisto, dan yang lain bermain bersama menyinari Jupiter, mereka salaing beradu siapa yang bersinar paling terang.

Sedangkan dia, yang kini memandangmu dengan senyum, dia terus setia menemani lelapmu, sendiri tanpa ada siapapun yang menemani, yah, dia adalah rembulan.

.

Suatu hari tepat ditengah kota kecil, seorang pria muda membalas senyumnya, sembari menghadapnya dengan tajam, ia berteriak

“Andai saja kau berada disisiku dan bisa terus disisiku, kau tak akan merasakan apa itu sepi!”, teriakannya begitu keras bergema di angkasa, menggetarkan seluruh entitas yang ada didalam bimasakti.

Kalimat yang manis itu sampai di telinganya, telinga sang rembulan, kalimat itu memberinya semangat, sehingga ia bersinar sangat terang pada malam itu.

.

Sejak malam itu, mereka saling pandang, saling mencermati bentuk satu sama lain, bahkan hingga detail terkecil yang terselip pada tubuh mereka.

Waktu terus berjalan tak ada yang tahu sudah berapa lama mereka saling bertatap, kini, rembulan merasakan kebersamaan sejak sekian lama.

Aku bahkan tak melihat senyum kesepian yang biasa terpapar di wajahnya, senyum hampa yang biasanya tergambar ketika menyinari malam kini, telah hilang.

Kini, senyumnya penuh dengan mimpi dan harapan. Harapan untuk bisa menjadi bagian dari kalian, meski hanya dalam satu malam.

BACA JUGA :   DIA YANG SELALU HADIR

Semenjak pria muda ini menemaninya, senyumnya terasa tulus, dan jiwa mereka seakan saling terikat.

Hanya saja, fisik mereka terpisah jauh oleh jarak.

Aku sadar tak mudah bagi kalian untuk menjangkau rembulan, bahkan hanya segelintir orang yang dapat bertemu denganya.

Hal itu membuat rembulan kesal. Sehingga pada suatu Siang, rembulan menatapku dari balik Bumi dan bertanya.

“Hei, kau Surya, kau yang bersinar terang di pusat Galaksi, apa kau pikir aku bisa menemuinya?, pria muda di bumi itu?.”

Suaranya lembut dan halus, suara itu bergema diangkasa yang hampa dan sepi, tentu suara itu datang bersama dengan pertanyaan yang tak mudah tuk kujawab.

“Apakah kau sadar?, entitas kalian berbeda?”, jawabku pada rembulan.

Terlihat wajahnya kini kembali muram, aku mungkin salah memberi jawaban.

Padahal ini adalah mimpi terbesarnya, dan aku sangat tahu itu. Ia sangat ingin menemui pria muda itu, dan untuk sesaat menjadi salah satu dari kalian.

Sekedar bertegur sapa, memasuki gedung tinggi dengan lampu terang, atau mungkin merasakan nikmatnya terlelap di sepanjang malam.

“Baiklahh, ketika orbit kita berjumpa, jarak kita saling mendekat, gerhana akan terjadi, disana aku akan menggantikan tugasmu. Dan ketika saat itu tiba, pergilah temui pria itu, pastikan kau cepat karna waktu kita sangat terbatas.” jawabku.

.

Setelah penantian sekian lama, hari yang kita tunggu-tunggu telah tiba dan rencana kita-pun dimulai, kita bersiap pada orbit masing-masing, melakukan perjalanan lintas entitas, sehingga pada saat itu dan di malam itu, bulan telah menghilang dari angkasa.

.

Sementara itu, jauh di kota kecil, salah satu dari kalian terus menatapi angkasa, mencari dan bertanya pada cahaya bintang yang bersinar jauh di andromeda, pria muda itu mencari sang rembulan yang hilang.

Ditengah pencariannya pria muda mendengar bisikan lembut di tepat disamping belakang telinganya.

“Hai”.

Ia terkejut akan kelembutan suara itu, keindahan paras dari sosok yang tak pernah ia temui pada kaumnya.

BACA JUGA :   Kemalanganku

Itu rembulan.

Disana, senyum mereka berdua mulai tergambar jelas dan senyum mereka itu mengguncang seantero Galaksi.

Pria muda ini bertemu jelmaan sesosok gadis yang dewasa, namun parasnya selalu tampak muda. Dihiasi dengan 12 ekor putih yang bersinar indah menari-nari dibalik pungungnya. ada Juan, Feby, Mey, Desy, Dan lain lain.

Dalam waktu yang sangatlah terbatas, dibawah sana, di bumi. rembulan dan pria muda itu bercengkrama, menatapku yang tengah mengawasi dan memastikan agar rembulan dapat kembali tepat waktu pasca gerhana usai. Kembali kedunia dimana ia seharusnya berada.

“Apakah aku manusia pertama yang kau temui ?” tanya pria itu.

“Tidak, dahulu seorang pria datang menemuiku, Armstrong namanya, ia berjanji untuk kembali, aku sangat bahagia saat itu, tapi setalah sekian lama aku menunggu, ia menghilang. yang lain datang silih berganti dan semuanya sama.” Jawab rembulan.

“Lalu, bagaimana dengan kita?”, tanya pria itu.

Sebuah pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh seluruh entitas semesta, pertanyaan itu sirna dalam romansa kabut malam penuh dengan cinta dan gairah.

Saling menghangatkan satu sama lain di tengah dinginnya malam, ketika mereka berdua memamerkan cinta pada dunia.

.

Kalian pasti ingat dengan kisah Sinderela, kisah tentang seorang gadis yang kembali setelah melewati jam malamnya.

Namun rembulan tak bisa menjadi Sinderela, pertemuan itu memang indah tapi menyesakkan.

Dibawah cahaya gerhana, mereka berbincang menikmati malam. Saling mencoba membuat satu sama lain tertawa.

Namun, pria itu memohon dan terus memohon agar rembulan tak pergi dari sisinya.

“Iya, aku akan terus berada disini” jawab rembulan atas permohonan pria itu sembari membelai rambutnya.

Jawaban itu adalah jawaban yang mematik sebuah senyum bodoh di wajah sang pria.

Pria muda yang sangat naif.

Menunjukan perbedaan akan usia dan pengalaman keduanya.

Setelah semua yang telah terjadi, setelah astronot datang silih berganti, hati rembulan kini mengeras. ia tak ingin terjebak pada janji yang penuh kepalsuan.

BACA JUGA :   Sepotong Elegi Tipis Bab 7 Jatuh Cinta Bikin Lemot Mendadak

Meski malam itu malam yang paling indah bagi rembulan, ia harus pergi.

Oleh sebab itu rembulan berbohong.

Rembulan harus dihadapkan dengan fakta bahwa entitas mereka berbeda.

Rembulan Terpaksa berbohong, karna jika tidak, dan jika rembulan terus bersama si pria, melampaui gerhana, maka lautan akan menghempas mereka dengan amukan ombak pasang, menghancurkan keseimbangan yang ada di Bumi. Melenyapkan seluruh mahluk didalamnya.

Andai saja entitas mereka tak berbeda, seandainya rembulan terlahir sebagi manusia, semua pasti akan menjadi lebih mudah.

.

Kini pagi telah tiba, dan pria muda itu terbangun dengan ratusan bulu lembut yang bertaburan dan bersinar putih terang.

Bulu-bulu itu memenuhi sekujur tubuh pria muda yang terduduk di tengah taman kota.

Kini, taman itu dipenuhi aktifitas manusia, tak ada sedikitpun tanda akan pemilik dari ratusan bulu yang bersinar indah bertaburan di bangku taman.

Air mata pun bercucuran membanjiri bangku tersebut, sayangnya kini mereka berada jauh di belahan dunia yang berbeda.

.

Sebuah kisah sinderela yang tak pernah bisa melewati jam malamnya, sebuah kisah yang mengapung di tengah embun malam.

Sebuah kisah tetang seorang pria yang menghabiskan waktunya mencoba mengisi sepi sang rembulan, serta kisah rembulan yang kembali menemukan semangat untuk menemani kalian dalam lelap.

Meski akhir kisah mereka berdua hanya akan hilang dalam embun malam, penuh dengan misteri dan gairah.

Setidaknya ini adalah kisah manis yang juga sedikit pahit, bagai coklat yang telah meleleh dan disuguhkan di bawah gemerlap bintang yang menyinari bumi.

Sebuah kisah tentang rembulan yang hilang dari angkasa, dimana ketika gerhana tiba, rembulan pergi menemani salah satu kalian yang beruntung.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *