• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Pentingnya Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia

BySri Hidayati

Agu 18, 2021

Bank Syariah merupakan salah satu produk perbankan yang berlandaskan sistem perekonomian Islam, Sistem Ekonomi Islam atau syariah sekarang ini sedang banyak diperbincangkan di Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang mendesak agar Pemerintah Indonesia segera mengimplementasikan sistem Ekonomi Islam dalam sistem Perekonomian. Kenapa? Sudah jelas, itu berarti Perbankan Syariah mempunyai peranan yang sangat penting di Indonesia bukan.
Bank Syariah pada awalnya dikembangkan sebagai suatu respon dari kelompok ekonomi dan praktisi perbankan muslim yang berupaya mengakomodasi desakan dari berbagai pihak yang menginginkan agar tersedia jasa transaksi keuagan yang dilaksanakan sejalan dengan nilai moral dan prinsip-prinsip syariah Islam. Umat Islam diharapkan dapat memahami perkembangan bank syariah dan mengembangkannya apabila dalam posisi sebagai pengelola bank syariah yang perlu secara cermat mengenali dan mengidentifikasi semua mitra kerja yang sudah ada maupun yang potensial untuk pengembangan bank syariah.
Maka dari itu, di sini akan kita bahas lebih jelas terkait Pentingnya Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia.
Pelopor berdirinya perbankan syariah di Indonesia adalah Bank Muamalat pada tahun 1991. Bank ini dilahirkan oleh Majelis Ulama Indonesia, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), pengusaha Muslim dan juga pemerintah. Sayangnya bank tersebut kurang popular dan kinerjanya stagnan, baru setelah krisis ekonomi dan reformasi, Bank Muamalat mulai dilirik nasabah.
Perkembangan perbankan syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur keberhasilan eksistensi ekonomi syariah. Bank muamalat sebagai bank syariah pertama dan menjadi pioneer bagi bank syariah lainnya telah lebih dahulu menerapkan system ini ditengah menjamurnya bank-bank konvensional. Krisis moneter yang terjadi pada tahun1998 telah menenggelamkan bank-bank konvensional dan banyak yang dilikuidasi karena kegagalan system bunganya. Sementara perbankan yang menerapkan system syariah dapat tetap eksis dan mampu bertahan.
Tidak hanya itu, di tengah-tengah krisis keuangan global yang melanda dunia pada penghujung akhir tahun 2008, lembaga keuangan syariah kembali membuktikan daya tahannya dari terpaan krisis. Lembaga-lembaga keuangan syariah tetap stabil dan memberikan keuntungan, kenyamanan serta keamanan bagi para pemegang sahamnya, pemegang surat berharga, peminjam dan para penyimpan dana di bank-bank syariah.
Perbankan syariah di Indonesia melangkah perlahan, namun melaju dengan pasti. Namun perjalanannya masih belum diharapkan. Sekian lama berjuang „sendirian‟, perbankan syariah baru mendapat perhatian pemerintah saat UU Perbankan Syariah mulai digodok di DPR. Pada 2008 UU Perbankan Syariah pun lahir setelah melalui diskusi panjang antar anggota dewan, praktisi, pemerintah dan pemangku kepentingan.Namun, kendati parlemen dan pemerintah telah mengesahkan UU Perbankan Syariah, industri ini dinilai masih belum berlari seperti yang diharapkan. Padahal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, sudah selayaknya Indonesia menjadi kiblat pengembangan keuangan syariah di dunia.
Hal ini sangat dimungkinkan melihat pengembangan keuangan syariah di Indonesia dewasa ini yang lebih bersifat market driven dan dorongan bottom up dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga lebih bertumpu pada sektor riil juga menjadi keunggulan tersendiri. Berbeda dengan perkembangan keuangan syariah di Iran, Malaysia, dan Arab Saudi, dimana perkembangan keuangan syariahnya lebih bertumpu pada sektor keuangan, bukan sektor riil, dan peranan pemerintah sangat dominan.
Bank syariah dinilai terbukti mampu menjadi lebih efektif sekaligus mendorong perkembangan dan pertubuhan sehingga adanya daya tarik ditengah-tengah masyarakat. Perkembangan dan pertumbuhan bank syariah di Indonesia berkembang dengan pesat walaupun masih relatif baru dibandingkan dengan bank konvensional tetapi sudah menunjukkan prestasi yang baik.
Dan adapun langkah strategis pengembangan perbankan syariah yang telah di upayakan adalah pemberian izin kepada bank umum konvensional untuk membuka kantor cabang Unit Usaha Syariah (UUS) atau konversi sebuah bank konvensional menjadi bank syariah. Langkah strategis ini merupakan respon dan inisiatif dari perubahan Undang – Undang perbankan no. 10 tahun 1998. Undang-undang pengganti UU no.7 tahun 1992 tersebut mengatur dengan jelas landasan hukum dan jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan diimplementasikan oleh bank syariah.
Kesimpulannya maka, bank syariah dinilai terbukti mampu menjadi lebih efektif sekaligus mendorong perkembangan dan pertubuhan sehingga adanya daya tarik ditengah-tengah masyarakat. Perkembangan dan pertumbuhan bank syariah di Indonesia berkembang dengan pesat walaupun masih relatif baru dibandingkan dengan bank konvensional tetapi sudah menunjukkan prestasi yang baik.
Kita sebagai masyarakat Indonesia, terkhusus dari kebanyakan masyarakat muslim. Sudah sepantasnya kita bisa berperan juga untuk perkembangan Perbankan Syariah. Kita ciptakan kesejahteraan bersama dengan prinsip sama-sama untung. Tak ada yang dirugikan.

BACA JUGA :   Pemasok MIRAS Dipulangkan, Bupati Nduga Menerima Pujian dari Pemprov Papua dan Warga Net

DAFTAR PUSTAKA

Marimin Agus, dkk. 2015. Perkembangan Bank Syariah di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekionomi Islam. Vol. 01. No. 02.
Suhendro Dedi. 2018. Tinjauan Perkembangan dan Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam. Vol. 5. No. 2.
Syukron Ali, 2013. Dinamika Perkembangan Syariah di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam. Vol. 3. No. 2.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *